Married Accident

Married Accident
Ajak Istri Kerja



Keesokan harinya jam dinding masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Namun, sepasang suami istri itu saat ini sudah nampak rapi. Jika Jery sudah rapi dengan penampilan kerjanya. Sedangkan Velyn juga tak kalah rapi dengan penampilan casualnya, Namun masih terlihat santai dan modis.


Jika masalah penampilan Velyn tak usah diragukan lagi. Wanita itu sangat bisa memilih outfit yang pas ditubuh ramping nya. Meskipun sebenarnya semua aoutfit apapun pasti akan cocok melekat di tubuh Velyn.


Pagi ini Velyn memakai dress bewarna putih tulang yang ia padukan dengan blazer bewarna Navy. Senada dengan setelan jas milik suaminya. Keduanya layaknya foto model couple. Yang nampak serasi karena suaminya memiliki wajah yang sangat tampan. Sedangkan istrinya juga memiliki paras cantik alami.


"Selamat pagi Tuan, Nyonya".Sapa Evi yang selalu tersenyum melihat Jery dan Velyn yang semakin hari semakin lengket saja. Seperti tidak lagi mau lepas barang sedikit pun.


Namun dibalik semua ini Evi sebagai seorang asisten . Ikut merasakan kebahagiaan yang sangat mendalam. Dimana sekarang ia juga lega sebab, Jery akhirnya mau berusaha membuka hatinya kembali. Untuk wanita sebaik dan setulus Velyn.


" Pagi Evi".Sahut Velyn dengan senyum dibibir nya. Sedangkan Jery hanya menganggukkan kepalanya saja. Wajah pria itu tetap saja sama. Selalu datar dan dingin.


Tapi , begitu hangat dengan orang yang berada dekat dengannya. Apalagi orang itu sudah merasakan keperkasaan nya seperti Almarhum Manda dan Velyn saat ini.


Meskipun saat ini sudah tumbuh benih benih cinta di hati Jery. Bukan berarti ia telah melupakan semua tentang Manda. Jery hanya berusaha bangkit dari rasa sedihnya. Atas meninggalnya wanita yang sangat ia cintai dan wanita yang telah menemani nya selama hampir sembilan tahun lamanya.


Hari hari tanpa Manda membuatnya sangat merasa kehilangan. Bahkan kesedihan nya sampai hampir melupakan buah hatinya sendiri. Saat ini Jery juga masih terus berjuang melawan kesedihan serta keterpurukan nya. Dengan menyisihkan tempat di hatinya untuk seorang wanita pilihan mendiang sang istri.


Jika pada akhirnya Jery semakin nyaman dan juga semakin mencintai Velyn Karena wanita itu sangat tulus dan juga sabar serta tak kalah baiknya dengan mendiang istrinya. Hingga rasa cintanya seorang Jery semakin bertambah besar.


Ketahuilah jika Manda tetap akan ada ruang di hatinya. Karena Almarhum Manda dan Velyn yang berstatus istri baginya ssat ini. Kedua wanita itu dua duanya menempati ruang tersendiri di hati Jery.


Jika ada yang bilang jika Jery sekarang sudah lupa dengan mendiang istrinya. Itu salah besar, sebab sampai detik ini juga. Jery belum bisa melupakan semua kenangan indah bersama Manda. Namun, satu yang perlu tanamkan. Ia masih harus tetap menjalankan hidupnya demi buah hati dan juga wanita yang sudah ia rusak. Dan kini juga malah kehilangan anak yang belum sempat ia lahirkan kedunia ini.


" Sesuai perintah anda Tuan".Jawab Evi jujur. "Saya hanya memberitahu wakil direktur saja, jika anda akan datang pagi ini keperusahaan".Sambung Evi lagi.


" Hm".Sahut Jery.


Mereka akan meninjau langsung anak perusahaan nya yang ada di surabaya. Karena ada laporan jika orang yang di percaya kan oleh Jery. Dan di angkat sebagai direktur umum perusahaan nya disini. Malah menggelapkan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi.


Hal itu membuat perusahaan nya disini mengalami kerugian yang cukup besar. Hingga mempengaruhi


semua kegiatan perusahaan. Dan bahkan ada beberapa pembangunan yang harus dihentikan karena kekurangan dana.


Sejak seminggu yang lalu Jery menahan emosinya. Namun, ia belum ada kesempatan untuk datang langsung ke Surabaya. Bahkan ia juga belum mendapatkan bukti atas apa yang di lakukan sang direktur umumnya itu.


Tapi hari ini mungkin Jery tidak akan mentolerir kembali kebusukan sang direktur umum. Karena, ia juga telah salah mempercayai orang. Saking banyaknya kegiatannya, Jery sampai lupa untuk menguji sang direktur sejak awal.


Bahkan ia juga merekrut sang direktur atas saran dari Dewan direksi di anak cabang perusahaan nya. Karena menurut mereka kinerja pria itu awalnya sangat bagus. Itulah, sebabnya Jery percaya saja. Hingga apa yang ia dengar saat ini malah begitu tampak berbanding terbalik.


"Ada apa??? ".Tanya Velyn lembut karena merasa suaminya sedang menyembunyikan amarahnya saat ini.


Jery pun menoleh pada istrinya yang juga sedang menatapnya. Senyum Jery terbit dan mengusap pelan punggung tangan istrinya.


" Tidak ada apa apa sayang. Aku hanya mengingat apa yang harus aku bahas saat rapat nanti".Bohong Jery sambil tersenyum.