
"Nih es cream nya bun".Jery menyodorkan es cream vanila pada istrinya yang saat ini ternyata sedang video call dengan Mayra.
" Bunda, nanti kalau pulang Mayra juga mau es kayak gitu ya".Seru Mayra yang melihat papa nya memberikan es cream pada Velyn.
Velyn tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. "Tentu sayang, nanti kita beli es cream nya di jakarta saja ya!.Biar perginya bisa sama papa juga".Jawab Velyn sambil terus mengembangkan senyumnya.
" Besok Papa dan Bunda udah pulang sayang. Kamu baik baik ya di rumah Oma!!. Jangan buat Oma repot! ".Jery pun ikut menimpali dengan mengambil alih handphone istrinya.
Sedangkan Velyn mulai menikmati es cream nya. Dan mendengarkan obrolan papa dan anak itu lewat sambungan video call nya. Jika begini Velyn merasakan jika mereka adalah keluarga seutuhnya. Yang sudah lengkap dengan seorang putri yang sangat cantik dan cerdas seperti Mayra.
Kebahagiaan yang tak pernah Velyn bayangkan sebelum nya. Karena di awal pernikahan mereka dulu. Seakan tak pernah terlihat akan bahagia sedikitpun. Namun, sekarang Velyn merasakan hal yang berbeda. Suaminya yang dingin dan datar itu, bahkan yang terkesan cuek. Kini sudah nampak begitu hangat dan juga mulai perhatian.
Tak hanya itu, sekarang juga mereka sudah layaknya pasangan hubungan suami istri pada umumnya. Yang malah mengalahkan pengantin baru saking romantisnya.
"Kenapa??? ".Jery yang baru saja selesai menelpon Mayra kini beralih menatap wajah istrinya. Yang saat ini malah senyum sendiri memperhatikan dirinya.
" Ah, tidak papa mas".Bohong Velyn yang padahal sejak tadi ia sibuk memflashback masa masa awalnya ketika Jery sah menjadikanya istri.
Dimana tak ada sedikitpun rasa peduli serta rasa cinta dimata pria kaku itu. Hingga Velyn hampir saja menyerah kalau tidak karena Manda dan Mayra. Mungkin Velyn tidak akan bertahan sampai sejauh ini. Dan mungkin juga ia tidak akan dapat merasakan bagaimana cinta dan perhatian seorang Jery jika sudah mulai nyaman.
"Ayo Bun!!! .Sebentar lagi film nya akan dimulai".Jery mengulurkan tangannya pada Velyn , untuk mengajaknya beranjak dari tempat itu. Setelah melihat istrinya telah selesai memakan es creamnya.
Velyn pun dengan senyum yang merekah. Langsung menyambut uluran tangan Jery. Kemudian mereka berdua melangkah bersama menuju arah bioskop.
🌿🌿🌿🌿🌿
Tak terasa keluar dari gedung bioskop. Ternyata di luar hari sudah tampak petang. Sepasang suami istri yang baru saja menikmati moment ngedate nya untuk pertama kalinya. Kini selalu menampilkan senyum manisnya.
Namun, pada saat itu. Jangankan untuk mengakui status pernikahan nya. Menolehnya saja Jery tidak pernah. Sangat berbanding terbalik saat ini. Ketika sang janin yang dikandungnya telah kembali pada sang Pencipta. Dan hilang sebelum sempat di lahirkan.
Membuat Jery langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Sikapnya yang cuek, dingin dan kaku. Kini sudah terlihat sedikit hangat dan penuh kelembutan. Apalagi saat berada di atas ranjang panas. Jery selalu menyebut nama Velyn dengan suara serak penuh hasratnya.
"Mas, aku ingin cari sesuatu untuk Mayra dulu ya sebelum kita pulang".Ucap Velyn terlihat antusias.
" Memangnya mau cari apa???. Jangan belikan mainan lagi!!. Cari saja yang lebih bermanfaat untuknya Bun!! ".Jery mulai memberikan sarannya.
"Hem, Baiklah. Menurut mas apa yang lebih bermanfaat untuk Mayra saat ini. Soalnya aku ingin memberinya kado spesial untuk ulang tahun nya besok".Tanya Velyn meminta pendapat dari suaminya.
Jery tampak sedikit terkejut karena Velyn malah jauh lebih hafal dan tahu tanggal ulang tahun putrinya. Dibandingkan dengan dirinya yang notabene nya adalah papa kandungnya sendiri.
"Bun, kamu tahu tanggal ulang tahun Mayra??? ".Tanya Jery sedikit bingung. Dan Velyn pun langsung menganggukkan kepalanya.
" Bahkan, aku juga masih hafal tanggal ulang tahunmu mas".Jawab Velyn sambil tersenyum. Membuat Jery kembali menautkan alisnya.
"Mba Manda yang memberi tahu ku mas. Dan aku tidak tahu kenapa Almarhuma mba manda bisa memiliki hati sebaik dan semulia itu. Padahal yang aku ketahui, banyak wanita di luar sana lebih memilih mencemooh para wanita yang membuat suaminya berpaling. Meskipun dengan niat yang benar sesuai syariat islam. Tapi Mba Manda malah dengan bijaknya mengajar kan aku banyak hal tentang apapun yang kamu dan Mayra suka dan tidak sukai. Dan semuanya tentang Mas dan juga Mayra".Senyum yang begitu tulus tampak dibibir Velyn.
"Sayang... Maafkanlah aku yang bodoh ini!!! ".Lirih Jery yang langsung mendekap erat tubuh Velyn. Jery bahkan tidak perduli meskipun ini sedang di tempat umum sekalipun.
" Kenapa mas jadi meminta maaf??? ".Tanya Velyn lirih.
" Karena kesalahan dan kebodohan aku. Kamu kehilangan masa depan mu. Dan meninggalkan karirmu. Andai saja malam itu aku...
"Husssttt... " Velyn langsung menutup mulut suaminya dengan jarinya sendiri. Agar Jery tidak menlanjutkan apa yang ingin ia katakan. "Bukan hanya salah mas. Tapi aku juga mas. jadi, tolong berhentilah berpikir seperti itu!!! ".