
"Yuni, kita jadi kan kerja kelompok hari ini??? ".Febby kembali bertanya mengingatkan yuni.
" Jadilah, gimana yang lain???. Udah pada dikabari belum??? ".
" Wah, panjang umur tuh mereka udah pada datang".Seru Febby sambil menatap kearah tiga orang mahasiswi yang saat ini melangkah menghampiri mereka berdua.
Yuni pun ikut menoleh kearah samping dimana teman satu kelas dan satu jurusan juga dengan mereka kini pun ikut duduk bergabung dengan mereka berdua.
"Darimana aja sih??? ".Tanya Febby langsung mencecar teman temannya dengan pertanyaan nya.
" Biasa caper dulu di gedung bisnis".Jawab salah satu mahasiswi itu.
"Iya, tapi sayang nya si ganteng katanya udah ambil kelas weekend".Sambung salah satu mahasiswi lagi.
" Hais.... Kalian itu udah jadi mahasiswi keles. Udah bukan zamannya lagi kali caper sama cowok tampan. Mending loe pada fokus sama kuliah deh biar cepat kelar dengan nilai yang bagus!!!. Kalian itu semua calon dokter loh, Kalau udah sukses baru mikirin jodoh!!!.".Ucap Febby menasehati semua teman temannya yang ia pikir masih saja Alay dengan kata kata bijaknya.
"Betul tuh".Sambung Yuni membenarkan ucapan Febby. " Lagian kalau udah sukses jodoh ma ngikut aja".Yuni kembali memberi nasihat untuk ketiga temannya itu.
"Yups.... Gue setuju tuh sama yuni. Lagian ini ya, kalau udah sukses jadi seorang dokter, mau cowok model gimana aja bisa kalian dapatkan asalkan prestasi kalian mumpuni, dan atitud kalian bagus".Febby sok dewasa sekali hari ini. Membuat ketiga mahasiswi itu pun manggut manggut ikut berpikir jika perkataan Febby ada benarnya juga. " Satu lagi nih, yang jelas harus good looking juga".Sambung Febby dan langsung tertawa terbahak bahak.
"Resek loe feb".Kesal ketiga mahasiswi itu yang sadar diri jika mereka jauh dari kata good looking karena mereka semua tidak mementingkan penampilan. Sebab hidupnya hanya belajar belajar dan belajar.
Yuni hanya ikut mengulum senyum saja akan tingkah Febby. " Andai saja Hani ada disini, mungkin dia akan klop banget sama Febby".Batin Yuni yang selalu saja masih mengingat Hani sahabatnya waktu di SMA. Bahkan sekarang mereka belum pernah bertemu lagi karena kesibukan masing-masing.
🌿🌿🌿🌿🌿
Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 wib. Dimana Yuni dan Febby beserta ketiga temannya saat ini baru saja keluar kelas.
Mereka berlima berjalan beriringan menuju arah parkiran kampus. Sampai di parkiran yuni langsung di samperin oleh seorang gadis yang terkenal sangat sombong dan juga angkuh di kampus ini. Bisa dibilang dia adalah kating Yuni juga.
"Eh, loe yang namanya yuni kan??? ".Tanya nya sedikit ketus.
" Ada apa ya mbak??? ".Tanya Yuni sopan. Karena ia merasa tidak pernah ada urusan dengan siapapun di kampus ini. Apalagi sampai menyinggung dan menyakiti orang lain.
"Maaf mbak saya harus pergi karena kami ada tugas. Jika tidak ada yang ingin dibicarakan lebih baik disini saja!!! ".Yuni masih dengan sikap sopannya. Bahkan nada bicara yuni juga masih sangat pelan dan lembut.
" Cih... Sombong banget sih loe , baru juga semester awal. Masuk kampus ini juga karena ngandelin beasiswa kan".Sinis Gadis itu merendahkan yuni.
Tapi yuni hanya mengulas senyum tipisnya. Ia sama sekali tak merasa tersinggung sama sekali. Yuni lebih cerdas menghadapi orang orang seperti gadis itu. Bahkan yuni tak pernah membalas perlakuan buruk seseorang padanya ataupun dendam.
"Memangnya kalau bisa kuliah karena beasiswa kenapa????. Masalah buat loe??? ".Febby yang mudah tersulut emosi pun ikut merasa tersinggung karena dia juga masuk kampus ini karena beasiswa. Jadi wajar kalau dia ikut geram akan ucapan gadis itu.
" Ck... Sama sama miskin aja belagu loe pada".Gadis itu masih saja sombong dan bicara dengan angkuhnya.
"Tau tuh, modal beasiswa doang belagu".Sambung teman gadis itu mengolok ngolok Yuni dan febby.
Sedangkan ketiga teman yuni dan febby berusaha melerai agar tidak terjadi keributan. Karena mereka tahu bagaimana karakter kating mereka satu ini. Yang memang angkuh padahal cantik juga karena make up tebalnya. Dan juga bergaya karena harta keluarganya.
" Udah dong kak Celin!!!. Memangnya yuni bikin salah apa sama kakak???. Kok tiba tiba kakak malah merendahkan gitu??? ".Tegur salah satu teman yuni dan febby.
" Diem loe!!!. Temen loe aja yang sok berani, sok cantik lagi. Setahu gue nih ya, kalau orang kuliah ngandelin beasiswa itu kan tergolong anak kurang mampu tuh. Tapi gue lihat ni anak semua barang barangnya branded semua ya. Dapat duit darimana loe bisa beli barang barang ini???. Atau jangan jangan elu.... "Celin menutup mulutnya... " Upps... Hasil jual diri ya???? ".Ledeknya sambil terkekeh dan begitu pun dengan kedua sahabat nya yang juga ikut tertawa mengejek.
" Loe... "Tangan Febby langsung ditahan oleh yuni saat febby akan menampar celine. Membuat Febby semakin kesal saja karena bisa bisa nya yuni tetap sabar bahkan saat sudah direndahkan seperti itu.
Yuni menggelengkan kepalanya sambil menatap febby. Seolah yuni memberi kode jika ia sudah punya cara sendiri untuk menghadapi orang orang sombong seperti celine ini.
" Memangnya kenapa kalau gue bisa beli barang barang branded seperti ini??? "Yuni maju dan mengangkat tas berlogo G itu dengan harga puluhan juta. " Sayangnya ini gue beli dengan uang halal tanpa menjajal kan sedikitpun tubuh gue seperti yang elo tuduhkan itu. Asal loe tahu aja ya kak Celine primadona di kampus ini yang kata orang cantik tapi terbungkus make up".Yuni dengan santainya berucap begitu membuat celine langsung menatap tajam kearah yuni. Tapi membuat febby dan ketiga temannya langsung tertawa.
"Gue juga bisa beli harga diri loe kalau gue mau".Sambung yuni tegas. Bahkan tak terlihat sedikitpun diwajah ayunya jika ia gemetar ataupun tak percaya diri saat ini .
" Apa loe bilang???. Berani loe ya sama gue".Celine pun langsung ingin menampar yuni tapi tangan celine langsung dicekal oleh Seseorang dari arah belakang. Membuat tangan celine menggantung di udara.
Celine meringis kesakitan akibat cekalan tangan yang begitu kuat. Tapi saat ia menoleh berapa terkejutnya celine. Begitu pun dengan kedua sahabatnya.