Married Accident

Married Accident
Surat Perjanjian



Velyn nampak ragu untuk masuk kedalam ruangan kerja Jery. Tapi sebelum ia mengetuk pintu ruangan itu. Suara tegas Jery membuat Velyn menarik nafasnya pelan. Ia sudah siap untuk menghadapi pria yang ada di dalam ruangan itu saat ini.


"Duduklah!!! ".Perintah Jery saat Velyn hanya berdiri di depan meja kerjanya. Setelah ia masuk kedalam ruangan itu.


" Berapa usia kandungan kamu??? ".Tanya Jery setelah Velyn duduk di kursi depan meja kerjanya.


" Delapan minggu".Jawab Velyn jujur.


Jery hanya diam sambil terus memperhatikan wajah Velyn. Di tatap begitu oleh Jery membuat Velyn sedikit gugup. Lantaran ia malah teringat kembali akan malam panasnya bersama pria yang ada di hadapan itu. Meskipun Jery tidak sadar saat melakukan nya. Tapi Velyn masih bisa merasakan bagaimana perkasanya Jery malam itu.


Namun, Velyn juga merasakan sesak secara bersamaan. Kala mengingat kembali Jery terus memanggil nama Manda saat mencumbunya. Dan sampai ia kehilangan kesucian nya.


Jika pada malam itu Velyn merasa enjoy enjoy saja. Saat Jery menyebut nama Manda. Tapi kenapa saat ini begitu ia mengingatnya. Justru Velyn malah terasa sakit dan sesak.


"Sadar Velyn!!. Dia tidak akan mungkin mencintaimu. Posisi kau disini hanya sebagai permintaan maaf kau saja pada Manda. Karena kau sudah menggoda suaminya".Batin Velyn menguatkan hatinya kembali.


"Apa sebelum nya kita pernah bertemu???".


Deg...


Velyn dibuat terkejut mendengar pertanyaan yang di layangkan oleh Jery. Tapi Velyn kembali bersikap tenang. Dan langsung menggeleng kan kepalanya cepat. Agar Jery tidak timbul curiga padanya.


Namun, Jery malah mulai sedikit mengingat mata indah Velyn. Tapi sayangnya ia masih belum sadar. Siapa Velyn ini. Karena malam itu ia sangat mabuk berat. Hingga otaknya menjadi sedikit amnesia.


"Oh ya, ada apa memanggilku kemari??? ".Velyn berusaha mengalihkan pembahasan agar Jery tidak bertanya sesuatu lagi tentang dirinya.


" Kita teruskan perjanjian itu. Dan aku tidak akan memceraikan kamu sampai bayi yang kamu kandung lahir nanti. Tapi setelah itu surat perjanjian kita selesai ".Jawab Jery tegas. Velyn tersenyum miris.


" Maaf aku tidak bisa mencintai wanita lain selain istriku!!. Dan urusan Mayra biar menjadi urusanku. Kau bisa lepas dari pernikahan palsu ini. Dan memulai hidupmu yang baru. Aku yakin kau mampu menemukan pria lain yang lebih baik dariku".


" Apa mas, tidak bisa mewujudkan permintaan terkahir mba Manda??? ".Seru Velyn dengan suara tercekatnya.


" Untuk apa aku mewujudkan keinginannya. Sedangkan dia malah pergi meninggalkan ku untuk selama lamanya. Aku sudah berusaha untuk penyembuhan nya tapi dia tidak bersemangat untuk itu".Jawab Jery mulai emosi.


Jery mengusap wajahnya kasar. Lagi lagi ia tidak bisa menahan emosinya. Ia terlalu membenci keadaan. Membuatnya kesal dan juga geram. Takdir begitu kejam padanya(Padahal yang kejam OTHOR nya🤦‍♀️).


Jery pun menyodorkan kembali sebuah kertas dengan berisi kan peraturan perjanjian dimana yang harus di patuhi oleh Velyn.


Velyn hanya melirik sekilas. Lalu ia tersenyum tipis. Sebisa mungkin Velyn untuk tidak menangis. Lalu ia langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Mau kemana???. Kau belum tanda tangan".Cegah Jery saat Velyn malah akan keluar dari ruangan kerjanya.


" Aku sudah tahu batasan ku. Dan aku tahu apa yang harus aku lakukan mulai saat ini. Jadi, aku tidak perlu lagi membubuhkan tanda tanganku lagi pada kertas itu".Jawab Velyn sembari menahan dirinya.


Dada Velyn terasa sesak. Karena sikap Jery padanya. Ia bagai istri yang tak di anggap oleh Jery. Bahkan mereka akan tidur di kamar terpisah di rumah ini.


Velyn sadar jika dirinya tak di harapkan oleh Jery. Tapi satu yang membuat Velyn kuat saat ini.Mayra dan juga janin nya kelak. Dimana kedua anak itu adalah kekuatan Velyn untuk bertahan.


"Mulai saat ini aku akan berjuang untuk mendapatkan hatimu mas. Maaf jika aku egois dan tidak mau mengakhiri pernikahan ini".Batin Velyn sambil menyeka air matanya kembali.


Velyn melangkah pergi dari ruangan Jery dengan perasaan yang sangat kacau. Tapi ia tetap berusaha tegar. Sedangkan Jery kembali mengusap wajahnya kasar.


" Kenapa wajahnya nampak tidak asing bagiku??? ".Batin Jery yang masih penasaran dengan Velyn.


TBC