Married Accident

Married Accident
Kontraksi



"Sejak kapan kamu punya ide jahil begini, hm??? ".Naures bertanya sambil mengelus rambut panjang istrinya.Sedangkan Yuni bersandar pada dada bidang suaminya. Keduanya bahkan masih dalam keadaan polos. Hanya selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya.


" Aku juga tidak tahu".Jawab Yuni sambil nyengir kuda.


Naures langsung mencubit gemas hidung mancung istrinya. Lalu ia mengecup sekilas bibir Yuni.


"Kalau saja citra tidak datang ke Apartemen. Aku pasti sudah kebingungan mencari ide untuk melancarkan surprise ini sendirian sayang".Ucap Yuni jujur.


" Oh, jadi apa perlu kita mengucapkan terimakasih padanya juga , hm???? ".Tanya Naures sambil terkekeh.


Membuat Yuni melengos tak setuju. Awalnya Yuni juga sempat terhasut akan ucapan Citra. Tapi, itu hanya sesaat saja. Karena Yuni langsung teringat akan ucapan suaminya. "Jika apapun yang terjadi kedepannya nanti. Maka tetaplah percaya padaku suami mu sendiri!!! ".Kata kata itulah yang selalu yuni ingat jika hatinya mulai goyah akan hasutan.


Selain itu juga Yuni malah berpikir. Jika bukan karena menggantikan posisi Leon. Mungkin sekarang hidup Yuni tak akan sebahagia sekarang. Mempunyai suami yang sangat perhatian, penyayang dan kedua mertua yang sangat baik. Bahkan adik ipar dan kakak ipar yang juga saling support.


"Sayang,setelah twins lahir nanti. Kita pindah ke rumah kita saja ya!!! ".Usul Naures sambil mengelus perut buncit istrinya dengan usapan lembutnya.


" Loh kenapa harus pindah kak???. Bukannya di Apartemen kita lebih dekat dengan kampus".Yuni mengadahkan kepalanya menatap wajah suaminya. Yang kini juga ikut menatap nya.


"Sayang, Apartemen memang jaraknya cukup dekat dengan kampus dan perusahaan. Tapi, aku rasa di Apartemen itu kurang leluasa buat twins sayang. Lagian kalau di Apartemen art nya hanya datang lagi dan siangnya udah pulang. Nanti kamu malah repot sendirian urusin twins gak ada yang bantuin. Aku gak mau istri ku yang cantik ini sampai kecapekan tiap hari".Naures berusaha memberikan pengertian untuk istrinya. Agar mau di ajak pindah kerumah nya yang sudah lama ia siapkan jauh sebelum mereka diberi hadiah sebuah Apartemen mewah itu oleh suami Naura.


"Apa kita harus menyewa baby sitter juga kak??? ".Tanya Yuni memastikan. Walaupun sebenarnya ia sangat keberatan jika sampai anak anaknya di urus dan ndi asuh oleh orang lain. Tapi karena ia melahirkan bayi kembar maka mau tak mau Yuni menerima saran suaminya.


" Sayang ini juga untuk meringankan beban kamu. Bukankah kamu tidak ingin jika kuliah mu terbengkalai begitu saja karena kamu terlalu sibuk mengurus twins seorang diri".Jawab Naures


"Apa aku masih boleh melanjutkan kuliah dan menerus kan karir nantinya kak??? ".


" Tentu sayang. Asalkan kamu tidak terlalu memfosir pekerjaan nantinya. Dan masih ingat anak dan suami kamu dirumah".Sahut Naures sambil tersenyum. Karena walau bagaimana juga Naures tidak mau membuat istrinya melupakan dan mengubur impiannya sejak dulu. Naures akan selalu mendukung dan mensuport Yuni. Sampai Yuni berhasil mewujudkan impiannya itu.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Aw... ".Jam masih menunjukkan pukul lima subuh. Tapi sejak satu jam yang lalu Yuni terus saja mengaduh.


Ia merasakan kram di pinggang bagian bawahnya. Bahkan perutnya sesekali terasa mules. Yuni tahu ini mungkin efek kontraksi karena twins sedang mencari jalan untuk lahir.


"Uuhh... " Lagi lagi Yuni meringis dan memegangi pinggangnya. Jika tadi rasanya tidak sebegitu ngilu dan nyeri begini. Tapi sekarang malah semakin sering kram nya.


"Sayang, kamu kenapa??? ".Naures terlihat panik saat melihat istrinya sudah banjir keringat. Dan selalu meringis menahan sakitnya.


" Perutku kak... Kayaknya mau melahirkan ".Jawab Yuni jujur. Tentu saja ucapan Yuni membuat Naures langsung panik. Ia sempat negbug karena terkejut dan bingung harus bagaimana.


Setelah beberapa detik ia seperti orang bodoh. Kini Naures sudah sadar dan langsung mengambil kemejanya yang tergeletak di lantai. Lalu memakai nya dengan sangat tergopoh gopoh.


" Pakai baju dulu sayang!!! ".Naures juga membantu Yuni untuk memakai dress yang ia ambil dari dalam almari yang ada didalam kamar itu.


Yuni hanya manut sambil terus meringis menahan rasa kram dan menyut di bagian pinggang dan perut bagian bawahnya. Tapi ia juga merasakan seolah ingin pipis terus.


"Kak aku mau pipis!!! ".Lirih Yuni yang sudah menahan nya sejak tadi.


Dengan sigap Naures pun langsung menggendong tubuh istrinya masuk kedalam kamar mandi. Setelah berhasil mendudukkan istrinya di atas closet. Naures langsung merogoh ponselnya. Dan menelpon Mami nya.


" Halo mi,Tolong kerumah sakit Mutiara bunda sekarang!!!. Yuni akan melahirkan disana!!! ".Seru Naures tanpa basa basi lagi saat telponnya di angkat oleh Mami nya.


Setelah mengucapkan itu Naures langsung memutuskan sambungan telpon nya. Membuat Mami nya menggeleng kan kepalanya.