
Saat Febby sedang sibuk membujuk Naufal untuk segera meninggalkan butik. Tiba tiba masuk seorang wanita cantik dengan penampilan yang sangat anggun serga elegan datang menghampiri mereka berdua.
Wanita yang selama ini wajahnya selalu muncul di layar televisi. Tentu saja Febby sangat hafal betul dengan wajah cantik itu. Siapa lagi kalau bukan desainer terkenal di kota ini.
"Ehem... eheem... Rupanya adik kakak sudah punya pacar nih ya??? ".Goda wanita itu sambil tersenyum manis.
" Calon istri kak jen. Bukan pacar ".Ralat Naufal santai." Iya kan sayang??? ".Naufal meminta pembenaran dari Febby. Tapi yang ditanya malah bengong sendiri. Sambil mulut nya menganga menatap serius kearah Wanita cantik yang kini ada dihadapan nya itu.
" Hei... "Naufal menyenggol kembali lengan Febby membuat Febby langsung tersentak kaget. " Iya kan??? ".Ulang Naufal tanpa menyematkan kalimat sayang nya lagi.
" Ah, iya bang iya... "Jawab Febby asal. Membuat Naufal langsung tersenyum senang. Sambil menggelengkan kepalanya. Karena ia yakin jika tadi Febby tidak mendengar nya sama sekali.
" Hahaha... "wanita cantik itu pun ikut terkekeh melihat sikap sepasang sejoli yang ada di depan matanya saat ini. Yang tak lain dan tak bukan adalah sepupunya sendiri. " Kau tidak mau memperkenalkan calon adik ipar kakak ini fal??? ".Goda wanita itu sambil tersenyum jahil.
" Oh, iya kak kenalkan ini Febby"Naufal pun memberi kode pada Febby untuk menyapa wanita cantik itu.
"Febby mbak".Wanita itu pun menyambut uluran tangan Febby sambil tersenyum ramah.
" Jenny... Panggil saja kak jen ".Ucapnya ramah dan selalu menampilkan senyumnya. Siapa yang tak terpesona dengan ke anggunan dan juga kemolekan tubuh desainer terbaik dan ternama di kota ini.
Bahkan namanya selalu naik daun, di perbincangkan terus menerus. Tapi sangat privasi dan tertutup akan masalah pribadinya. Bahkan tak pernah sekali pun mengungkapkan identitas keluarga nya di layar publik.
" Kak Jeny lebih cantik aslinya daripada di TV".Celetuk Febby yang tidak bisa lagi menahan dirinya.
"Wow... Ternyata kamu suka nonton kakak juga ya??? ".Febby langsung mengangguk kan kepalanya cepat.
" Bahkan aku salah satu penggemar nya kakak loh".Ucap Febby bangga. Naufal langsung melotot tak percaya akan ungkapan kalimat yang Febby ucapkan barusan.
"Oh, thank you sayang. Terimakasih ya. Kamu juga cantik kok".Balas Jeny sambil tersenyum dan memeluk Febby.
" Udah ketemu fans nya kan??? ".Tanya Naufal datar. " Buruan coba dulu gaunnya!!! ".Perintah Naufal setelah Febby melepaskan pelukan Jeny.
" Hah, calon istri??? ".Febby terlihat bingung mencerna kata kata yang keluar dari mulut Jeny.
" Ah, sudahlah tidak usah bahas itu dulu!!!. Buruan coba saja gaunnya!!! ".Potong Naufal mengalihkan pembahasan.
Ketika Febby akan beranjak menuju kamar pas. Tiba tiba bariton suara seorang pria memanggil manggil dari arah belakang. Membuat Febby langsung ikut menoleh juga karena penasaran nya.
" Honey... "
"Aku disini Dad".Teriak Jeny menjawab panggilan mesra seorang pria dari arah luar pintu.
Lagi lagi Febby dibuat syok ketika melihat sosok pria yang ada di hadapan nya saat ini. Dan tiba tiba kesadaran Febby mulai teringat kembali. Apalagi ketika ia melihat pria itu mengecup pipi Jeny dengan tidak tahu malunya di depan semua orang dan di hadapan semua karyawan butik.
"Tunggu.... Tunggu... Sekarang aku baru ingat. Kak Jeny ini kan yang dulu, satu tahun yang lalu sempat makan siang bersama di mall xxx bersama Yuni dan Naura???. " Seru Febby antusias. Karena ia baru mengingatnya.
"Mall xxx??? ".Ulang Jeny mulai ikut mengingat nya. " Oh, yang makan ramen di restoran Jepang ya??? ".Sambung Jeny mulai ingat kenangan memalukan oleh ulah suaminya dan juga suami Naura adik bungsunya.
" Iya bener kak, apa kakak ingat kalau aku juga ada disana kan??? ".Febby terlalu antusias mengingatnya kembali. Jika saja sejak dulu ia sadar , kalau dirinya memang sempat satu meja makan dengan Jeny. Mungkin sudah dari dulu ia meminta foto bareng dengan desainer ternama ini.
" Oh ya Ampun... Kamu yang temen kampusnya yuni itu ya??? ".Jeny mulai ikut mengingat nya kembali. Anggukan kepala Febby membuat Jeny semakin tersenyum.
" Aduh sorry sayang!!!. Kakak hampir saja lupa. Soalnya sekarang kamu juga sedikit berubah jadi kakak agak sedikit pangling ".Jeny jujur sejak tadi ia juga tidak mengenali Febby dan begitupula sebaliknya.
Obrolan kedua wanita beda usia itu membuat Naufal dan juga Satria suami Jeny hanya bisa diam tanpa ingin ikut menimpali. Karena jika wanita sudah kumpul dan saling kenal. Apalagi sudah mengobrol lupa dengan semuanya.
Jadi baik Naufal maupun Satria lebih baik mereka duduk di sofa sambil mendengarkan para wanita negerumpi tentang pertemuan mereka yang hampir saja terlupakan. Karena sudah satu tahun lebih tidak bertemu. Jadi keduanya sama sama lupa.
TBC