
"Mas darimana saja??? ".Tanya Velyn yang saat ini baru saja keluar dari kamar mandi dengan masih memakai handuk yang ia lilitkan sebatas dadanya saja.
Sepertinya Velyn sudah mulai belajar bersikap biasa saja di depan sang suami. Sedangkan Jery yang baru saja masuk kedalam kamar kini tersenyum dan mendekati sang istri.
" Mas hanya mencari udara segar sebentar sayang".Jawab Jery yang menyematkan kata sayang untuk istrinya. Membuat Velyn serasa ingin terbang ke awan saja. Mendapatkan panggilan khusus dari Jery suaminya.
"Mandi sana mas!!!. " Seru Velyn gugup karena Jeeh malah memeluk tubuhnya dari arah belakang.Membuat Velyn kesulitan untuk bergerak.
Jery kalau sudah mulai centong nasi ya udah. Sedikit pun tidak akan bisa mundur lagi. Tapi kalau sudah benci yasudah juga. Mau bagaimana pun keadaan nya kalau sudah benci. Maka selamanya akan tetap begitu.
Memang semuanya perlu proses, kesabaran, dan juga pengorbanan. Tidak ada kebahagiaan yang lempeng lempeng saja. Pasti selalu saja yang rela berkorban demi mewujudkan nya suatu kebahagiaan. Baik itu kebahagiaan dalam pasangan ataupun kebahagiaan dalam keluarga.
Tidak ada yang instan untuk mencapai segalanya. Karena pengorbanan tak selalu tentang harta. Sebab kebahagiaan sejati adalah rasa syukur yang tiada henti kita panjatkan kepada sang Khaliq.
Bersyukur itu jauh lebih indah. Hidup sederhana asalkan bahagia saja sudah menjadi idaman kebanyakan orang. Apalagi hidup dengan bergelimpangan harta. Maka nikmat mana lagi yang engkau dustakan.
Cup...
Jery kembali mengecup pipi mulus istrinya. Sambil melomggarkan pelukannya. "Aku mandi dulu, setelah itu kita makan malam dibawah! ".Ucap Jery sambil menatap wajah istrinya.
Velyn pun hanya mengganggukkan kepalanya saja. Karena saat ini Velyn sangat menikmati kebersamaan nya dengan Jery suaminya. Sebab, selama ini ia hanya di anggap istri di atas kertas oleh Jery. Dan diperlakukan sangat cuek.
Jadi, ketika suaminya berubah begini dan berubah nya dengan lebih baik. Yang terlihat sangat menyayangi anak dan juga istrinya.
Pernah ada berpikir untuk pergi di hati Velyn. Tapi, begitu Mengingat pesan terakhir Manda. Membuat Velyn bisa kuat sampai sekarang. Yang pada akhirnya buah kesabaran nya sudah mulai terjawab.
Doa tulus Velyn disetiap sujudnya di sepertiga malam. Kini Allah benar benar menunjukkan kuasanya. Dimana hanya Allah lah yang pandai membolak balikan hati manusia.
🌿🌿🌿🌿🌿
Jery dan Velyn turun ke lantai dasar dimana restoran hotel berada di sana. Warna baju yang senada membuat penampilan keduanya semakin terlihat serasi.
Evi yang sejak tadi sudah berada di dalam restoran. Nampak mengulum senyuman nya. Ketika melihat Nyonya dan Tuan nya sudah mulai tampak akur. Dan seperti pasangan suami istri pada umumnya.
"Silahkan Tiang, Nyonya!!! ".Evi pun mempersilahkan sepasang suami-istri itu untuk duduk di kursi yang telah disiapkan.
Tentu saja keadaan restoran nampak ramai. Karena banyaknya pengunjung yang ingin menghabiskan waktu weekend nya bersama para orang orang terkasihnya.
Namun, Jery dan Velyn akan tetap di nomor satukan oleh mereka. Sebab, Bos mereka sendiri adalah Jery. Meskipun ada beberapa karyawan yang belum tahu siapa Jery. Karena Jery juga jarang mengurus bisnis hotelnya langsung. Yang lebih sering berkunjung ke hotel hotel milik perusahaan nya adalah Naures.
Karena Naures lebih mempunyai keahlian dalam urusan ini. Bukan berarti Jery tidak paham. Hal itu ia lakukan agar adik adiknya juga bisa menikmati dan memahami perkerjaan mereka masing masing.
Sebab, Naures juga memiliki usaha cafe. Yang artinya ia jauh lebih tahu menu apa saja yang sesuai untuk menu khas dari hotel mereka.
Hal itu juga sangat menarik peminta pengunjung nantinya. Agar hotelnya selalu saja ramai dan didatangi banyak orang. Dengan begitu otomatis omset akan terus naik.
"Evi kau tidak ikutan makan juga???. Sini gabung saja dengan kami!! ".Velyn menatap wajah suaminya yang saat ini menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Tidak usah nyonya terimakasih. Tadi saya sudah makan duluan. Jadi lebih baik saya tunggu di luar saja".Jawab Asisten Evi masih saja canggung dan tidak enak hati untuk duduk dan bergabung bersama tuan dan Nyonya nua.
TBC
"