
Setelah menerima telpon dari sepupunya. Velyn kembali masuk kedalam rumah. Karena ia juga akan memasak untuk menu makan siang nya nanti dengan sang putri. Karena suaminya juga sedang keluar kota. Jadi, kemungkinan Jery tidak akan makan siang dan makan malam dirumah hari ini.
Belum juga sempat Velyn masuk. Ia sudah mendengar kembali suara mesin mobil yang terparkir di halaman depan teras rumahnya. Membuat Velyn kembali menoleh dan senyumnya memgembang ketika melihat siapa yang datang.
"Assalamu'alaikum ".Lea juga tak kalah tersenyum manis pada menantunya.
" Waalaikumsalam. Mami selalu saja kasih kejutan kalau mau ke rumah ".Seru Velyn sambil menjawab Salam Mami mertuanya.
" Habisnya kalian jarang sekali main kerumah Mami sih. Mami kan juga kangen sama kalian Ve".Tutur Lea sambil mengembangkan senyumnya.
"Iya mi maaf, Mas Jery gak izinin Velyn keluar tanpa nya. Nganter Mayra sekolah aja udah gak dikasih izin lagi. Padahal kan gak terlalu capek orang cuma naik mobil doang". Velyn mulai menggerutu dengan sikap posesif suaminya itu.
Lea pun hanya terkekeh pelan. "Itu artinya Jery makin cinta dan sayang sama kamu sayang. Bucinnya Jery parah sama kayak Papanya". Celetuk Lea yang selalu saja ingat dengan tingkah suaminya kalau ingat Jery.
Velyn pun ikut terkekeh karena sampai saat ini pun. Velyn bisa melihat dengan jelas bagaimana Papa mertuanya itu memperlakukan Mami mertuanya. Jari, wajar saja jika anak anaknya juga ikut ketularan kebucinan dari orang tuanya.
Velyn juga sudah melihat para adik adiknya Jery. Yang semuanya telah hidup bahagia dengan para pasangan nya masing masing. Bahkan semua keluarga adik adik Jery terlihat harmonis.
Manda benar benar menyediakan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Karena telah membawa Velyn masuk kedalam keluarga yang saling support dan saling menyayangi satu sama lainnya.
"Oh ya, Mami kesini sendirian aja??.. Papa mana mi??? ". Velyn menggiring Mami mertuanya untuk ikut masuk kedalam rumahnya. Menggandeng tangan Lea dengan erat seolah ia terlalu nyaman berada di dekat Mami mertuanya itu.
"Gak papa Mi. Hitung hitung buat investasi. Dan sibuknya dengan hal positif juga".
" Sama seperti Jery ya. Yang selalu di sibukkan dengan urusan kerjanya saja. Sampai sampai Evi juga hampir lupa dengan kodratnya sebagai seorang wanita".Timbal Lea kembali.
Lea juga sebenarnya kasihan dengan asisten Evi. Yang tak pernah absen selalu disamping Jery. Tapi, semua itu hanya sebatas rekan kerja. Tidak lebih dan tidak lain kegiatan.
Keduanya sama sama bisa profesional dalam bekerjasama. Tidak mudah baperan dan tidak aneh aneh. Terutama Evi yang notabenenya juga adalah seorang wanita normal.
Tapi tak pernah ada niat sedikitpun dihati Evi untuk mendekati bosnya. Padahal jika Evi mau dan nekad. Bisa saja ia melakukan hal yang membuat Jery bisa jatuh Kepelukan nya selama ini.
Beruntungnya Evi bukanlah tipikal wanita tidak tahu diri dan tidak tahu malu. Bisa dekat dan bekerjasama serta menjadi orang kepercayaan keluarga Bagaskara saja sudah membuat Evi bersyukur dan senang bukan main.
"Tadi katanya Kinan juga mau kemari. Gak papa kan sayang hari ini Mami dan Aunty kamu menghabiskan waktu dirumah kalian???. Mami juga bosan dirumah sendirian terus. Naura juga udah pulang kerumah nya".
" Gak papa Mi. Velyn malah senang ada Mami dan Aunty Kinan. Velyn jadi ada teman ngobrol deh biasanya cuma sama Mayra atau gak para bibik aja".
Velyn begitu tulus berucap tak ada sedikit pun rasa terpaksa nya. Apalagi mempunyai ibu mertua yang baiknya seperti Mami Lea. Pasti semua menantunya betah dan nyaman. Karena Lea sangat humble dan juga sangat paham akan kondisi. Bukan hanya sekedar menjadi mertua semata. Namun Lea tulusnya melebihi orang tua kandung sendiri.
TBC