
Namun di tempat yang berbeda saat ini Jery terus di ddiamkan oleh Velyn. Tapi setidaknya Jery lega karena ia berhasil mengejar istrinya dan Velyn juga masih mau di ajak masuk kedalam mobilnya. Meskipun sampai saat ini Velyn masih manyun dan tidak mau bicara padanya.
Helaan nafas pelan Jery mulai terdengar. Ia mulai bingung jika istrinya sudah ngambek begini. Dan ini pertama kalinya ia membujuk Velyn setelah mereka menikah. Jika dulu manda akan kembali luluh saat di ajak mesum tapi kali ini tidak akan berlaku untuk Velyn. Karena baru saja Jery mendekat Velyn malah langsung menatap tajam padanya.
"Sayang, Calista itu sepupuku. Dia baru saja tiba tadi pagi di Jakarta. Kalau tidak percaya tanyakan saja sama Mami! ". Jery kembali menjelaskan pada istrinya.
Bahkan Jery sampai menghentikan mobilnya di tepi jalan. Hanya karena ingin meminta maaf dengan istrinya. Padahal sejak tadi ia juga sudah menjelaskan. Tapi, Velyn tetap bungkam. Dan tidak berbicara sepatah kata pun.
Bumil satu ini seperti nya memang sangat susah di bujuk. Velyn sangat berbeda sejak ia hamil. Dan ia jauh lebih sensitif dengan hal apapun yang membuat mood nya buruk.
Lagi lagi Jery menghela nafasnya . Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Velyn. Meskipun hanya untuk sekedar memakinya saja. Sungguh di diamkan seperti ini membuat Jery kalang kabut sendiri. Ia bingung mesti bersikap dan melakukan apa. Agar Velyn mau bicara ataupun menatap wajahnya.
" Bunda sayang... Udah dong ngambeknya! . Aku akan udah minta maaf lagian Calista bukan orang lain". Ucap Jery pelan dan sangat hati hati.
"Oh, jadi kalau dia orang lain mas juga mau peluk peluk begitu juga? ". Sentak Velyn semakin kesal.
Ah, entahlah Velyn juga bingung dengan sikapnya barusan. Ia sebenarnya tidak mau mengeluarkan kata kata pedas seperti itu. Namun, hatinya tidak lega jika tidak bicara ketus. Seolah ada dorongan yang membuatnya bisa bersikap seperti ini.
" Bukan seperti itu juga sayang. Maksud...
"Sudahlah mas, aku ingin pulang!. Malas berdebat dengan mu". Potong Velyn cepat dan kembali memalingkan wajahnya menatap kearah luar jendela mobil.
" Huh_". Jery Kembali menarik nafasnya pelan dan menghembuskan nya secara kasar. Menghadapi bumil justru lebih sulit daripada menjalankan bisnis batin Jery.
"Awas saja kau Calista".. Geram Jery dalam hatinya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di tempat yang lainnya lagi. Saat ini Calista tengah menikmati waktunya. Karena ia sudah tiba di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Gayanya yang simple namun tetap anggun dan elegant.
Ia pun tak jarang menjadi pusat perhatian semua orang. Karena kecantikan gadis itu sudah tidak bisa di ragukan lagi. Terbiasa tinggal di luar Negeri, membuatnya juga terbiasa memakai pakaian yang kurang bahan.
Ia sibuk berkeliling dari satu store ke store yang lainnya. Sepertinya hari ini ia sangat menggunakan kesempatan. Setelah sekian lama terkurung dalam sangkar emas karena akan di jodohkan. Tapi begitu berhasil kabur gadis ini menjadi leluasa menguras hasil jerih payahnya selama ini.
"Ah, seasyik ini hidup tanpa beban". Ujarnya sambil melirik paperbag yang ada di tangan kiri dan tangan kanannya.
" Lebih baik aku cari tempat makan dulu. Sejak tadi akupun belum makan apapun ". Lirihnya pelan. Lalu melangkahkan kakinya kembali untuk masuk kedalam restoran cepat saji.
Brakkk...
Calista terkejut saat anak kecil berusia sekitar empat tahunan menabrak kakinya. Tepat di depan restoran cepat saji yang akan ia masuki.
"Hei cantik, kenapa lari lari??? ". Calista pun berjongkok menyeimbangkan dirinya dengan gadis kecil itu yang saat ini sedang ikut menatapnya tanpa berkedip.
" Dimana orang tua kamu sayang? ". Tanya Calista lagi karena gadis kecil itu masih saja menatap wajahnya dengan wajah menggemaskan nya.
Gadis kecil itu pun langsung tersenyum. Lalu berkata". Tante cantik mau tidak jadi Mami Celine??? ". Tanya gadis kecil itu tiba tiba membuat Calista langsung terkekeh.
" Oh, jadi, nama kamu Celine?". Gadis kecil itu pun langsung menganggukkan kepalanya." Ngomong ngomong Papinya Celine tampan tidak?? ". Goda Calista dengan konyolnya. Lagi lagi gadis kecil kembali menganggukkan kepalanya.
" Benarkah??? ".
" Iya, tapi galak". Bisik gadis kecil itu membuat Calista semakin terkekeh. Belum juga sempat kembali bertanya dering ponsel Calista membuatnya harus merogoh ponselnya yang ada di dalam tas nya.
"Sebentar sayang, tante mau angkat telpon dulu ya".
Calista pun langsung berdiri dan sedikit menyingkir untuk mengangkat telpon dari Mami Lea. Tapi setelah selesai menelpon Calista sudah tidak melihat gadis kecil itu lagi. Karena tadi posisinya membelakangi gadis kecil itu.
" Kemana dia?? ".
TBC