
Jery langsung meninggalkan ruangan kerjanya begitu saja. Setelah melihat istrinya yang sudah kabur duluan sebelum ia sempat menjelaskan siapa wanita yang telah memeluknya tadi. Jery tak menyangka jika kedatangan Calista ke perusahaan nya, Malah bersamaan dengan kedatangan istrinya. Padahal sebelum nya Velyn hanya mengirim bekal makan siangnya pada sang sopir atau ojek online. Jika ia belum sempat membawakan bekal makan siang untuk suaminya.
Entah kenapa siang ini Velyn malah datang sendiri dengan membawa bekal makan siang untuk Jery. Dan ia datang pun di saat yang tidak tepat.
"Nona anda harus membantu tuan Jery untuk menjelaskan pada Nyonya Velyn!!! ". Seru Evi yang saat ini masih berada di dalam ruangan kerja Jery. Dan malah melihat Calista duduk dengan santainya di sofa empuk yang ada di ruangan tersebut.
" Kenapa aku harus membantu kak Jery?. Biarkan saja lah!". Jawab Calista acuh ia bahkan sambil mengulum senyumnya.
"Tapi Nona. Nanti Nyonya Velyn bisa salah paham. Apa nona tidak melihat bagaimana terkejutnya Nyonya Velyn saat melihat anda dan tuan Jery berpelukan tadi? ". Evi mulai kesal akan sepupu tuan nya satu ini.
Dan disini Evi pun sadar jika wajar saja kalau keluarga Calista hampir angkat tangan akan sikap gadis cantik yang ada di hadapan nya saat ini. Karena ia begitu keras kepala dan sangat susah di atur.
" Semoga anda mendapatkan pasangan yang jauh lebih menyebalkan daripada anda nona! ". Batin Evi dengan kesalnya.
" Jangan mengupatku Evi!! ". Calista pun berucap dengan nada santainya. Namun, berhasil membuat Evi sedikit tercengang karena gadis itu mampu membaca pikiran nya.
" Siapa? . Saya sedang tidak mengupat anda nona ". Jawab Evi cepat. Dan Calista hanya menarik sudut bibirnya.
" Kau begitu mengkhawatirkan tuan mu itu kan?".
"Mereka baru saja menikmati ketenangan dalam rumah tangga nya nona. Jadi, saya harap anda tidak membuat masalah baru!! ". Sahut Evi yang merasa khawatir jika sampai tuan dan nyonya nya kembali dingin. Karena Velyn juga sedang hamil . Ibu hamil gampang sekali badmood dan sangat sensitif.
" Aku tidak akan membuat masalah Evi. Hanya saja aku ingin melihat bagaimana perjuangan kak Jery untuk membujuk kakak ipar. Bukankah selama ini yang berjuang adalah kakak ipar?. Jadi, menurutku tidak ada salahnya sekarang kak Jery di uji sebentar untuk meyakinkan istrinya ". Tawa Calista pecah seketika. Membuat Evi baru paham apa yang di rencanakan gadis cantik itu.
"Hahha... Sekali kali sedikit bermain tidak masalah bukan? . Anggap saja ini kado istimewa untuk pernikahan kedua kak Jery". Calista mengedipkan satu matanya sambil tersenyum pongah. Sedangkan Evi hanya menggelengkan kepalanya.
Calista sudah tahu bagaimana sabarnya seorang Velyn selama ini. Untuk bertahan dengan pria dingin dan kaku seperti Jery sepupunya itu. Dan semua cerita itu Calista dengar langsung dari Mami Lea.
Bahkan tadi saat Calista memutuskan untuk datang ke perusahaan Jery. Calista sudah mengirim pesan lebih dulu dengan Velyn. Dan dengan dengan jahilnya ia menggunkan ponsel milik Mami Lea. Dengan alasan ponselnya tidak bisa di charger.
Itulah sebabnya Velyn bisa datang tiba tiba ke perusahaan dengan membawa bekal makan siang untuk suaminya. Karena Velyn pikir Mami Lea benar benar ada di perusahaan dan menunggu nya untuk meminta di temani belanja. Seperti yang tertera di chat yang di kirim oleh Calista.
"Kalau tuan Jery marah. Saya tidak mau terlihat nona". Tutur Evi yang mulai tidak enak perasaannya.
" Kau tenang saja Evi! . Semua ini biar menjadi urusanku". Sahut Calista yang sudah bangkit dari tempat duduknya dan kembali menyambar tas bahunya yang tadi ia letakkan di atas meja sofa.
" Anda mau kemana nona??? ".
" Cuci mata dulu. Sebelum tuan mu itu marah besar kepadaku". Sahut Calista yang sudah melenggang pergi begitu saja. Meninggal kan Evi sendiri di dalam ruangan kerja Jery.
"Dasar gadis aneh". Cibir Evi sembari menghela nafasnya kasar. Pekerjaan nya jadi tertunda bahkan jam makan siangnya juga sudah berjalan sejak 15 menit yang lalu. Gara gara Calista datang semuanya jadi berantakan.
Bahkan saat ini Evi harus memanggil OB kembali. Untuk membersihkan lantai karena makanan yang dibawa oleh Velyn masih berhamburan di lantai depan pintu ruangan tersebut.