
Satu minggu berlalu kini baik Naures maupun Yuni keduanya sama sama disibukkan oleh kuliah dan juga bagi Naures harus ikut disibukkan oleh urusan pekerjaan. Tapi walaupun sesibuk apapun Naures ia selalu saja ada waktu untuk sekedar mengantar dan juga menjemput sang istri pergi dan pulang kuliah.
Karena Naures juga kuliahnya sengaja ambil jam weekend sebab ia tidak akan bisa mengatur waktu jika ia masuk kuliah pagi hari. Jadwal Naures semakin hari semakin padat saja. Oleh sebab itu Naures dan yuni tidak pernah bertemu di kampus.
Saat yuni free kuliah maka Naures akan ada jadwal kuliah. Tapi tak membuat keduanya tidak putus komunikasi sedikitpun. Naures semakin hari semakin terlihat posesif pada istrinya itu.
Dan yuni pun sekarang bisa bernafas dengan lega karena Haikal kating yang biasa tebar pesona dan suka menganggu nya. Kini malah terlihat cuek padanya. Bahkan Haikal nampak terlihat bagai orang tidak kenal sama sekali. Entah apa yang membuat pria itu jadi berubah drastis begitu. Tapi Yuni tidak mau ambil pusing.
"Yun, si kating caper kenapa tuh???. Kok sekarang jadi kalem. Udah mulai waras kali dia ya".Seru Febby sambil sedikit meledek Haikal yang saat ini ada di kantin yang sama dengan Yuni dan Febby.
Yuni malah mengangkat bahunya acuh. Ia juga merasa nyaman jika Haikal kating yang selalu tebar pesona kini malah terlihat kalem seperti itu. Bahkan tak pernah lagi berani mendekatinya.
"Bagus dong kalo dia kayak gitu. Jadi, kemungkinan besar gadis single di kampus ini bisa selamat dari rayuan mautnya".Seloroh Yuni sambil terkekeh.
" Hahaa, loe bener Yun. Setidaknya banyak gadis yang mudah baper jadi terselamatkan ".Sambung Febby ikut terkekeh.
Keduanya sama sama tertawa sambil diselingi candaa renyah. Sedangkan di meja yang berbeda Haikal pun menjadi pusat perhatian kedua sahabatnya. Mereka juga bingung dengan perubahan sikap Haikal yang sudah satu minggu ini ini tidak seperti biasanya.
"Kalau, loe kenapa sih??? ".
" Tau tuh, kesambet ya???. Loe aneh bro kayak orang lain tau nggak??? ".
" Apaan sih. Gue biasa aja kagak kenapa napa".Sahut Haikal mengelak.
"Yakin loe??? ".Selidik sahabat nya penasaran. Mereka bisa menebak jika Haikal pasti sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka berdua.
" Jadi, sekarang loe kagak mau cerita nih sama kita berdua. Udah nggak percaya lagi sama kita kita??? ".Desak Ali.
Haikal menatap wajah kedua sahabat nya secara bergantian. Lalu ia menghela nafasnya kasar. " Loe tahu kan cowok jurusan bisnis yang sempat di gosip kan kekasih yuni itu???. "Tanya Haikal pada dua sahabat nya.
Kedua pria itu pun langsung menganggukkan kepala mereka secara bersamaan.
" Itu bener bro. Cowok itu bener ada hubungannya dengan Yuni. Tapi bukan sebagai kekasih ".Lirih Haikal lesu.
" Lalu??? ".Tanya kedua sahabatnya bersama dengan raut wajah bingung dan penasaran secara bersamaan. " Bagus dong kalau bukan kekasihnya yuni. Itu artinya loe ada banyak kesempatan bro ".
" Palak loe peang kesempatan".Ketus Haikal lesu. Dia memang bukan kekasihnya bro tapi suaminya".Sambung Haikal lagi.
"Suara loe pada bikin berisik bege".Sentak Haikal kesal bahkan Haikal sedikit berbisik agar ucapannya tidak didengar oleh mahasiswa lainnya.
" Loe serius si yuni udah nikah bro??? ".Dan di sambung anggukan kepala oleh salah satu sahabatnya lagi.
" Iya, mana Yuni udah bunting lagi dari suaminya".Jawab Haikal menarik nafasnya kasar.
"What??? ".Kedua sahabat Haikal saling tatap kemudian melirik kearah Yuni dan pandangan mereka pun ikut turun ke perut Yuni.
" Dan kalian tahu siapa tuh cowok yang jadi suami yuni sekaligus mahasiswa disini???? ".Tanya Haikal pada dua sahabat. Membuat keduanya langsung menggeleng kan kepala mereka.
Haikal mendekatkan dirinya pada kedua sahabatnya. Lalu ia menatap kedua sahabatnya itu secara bergantian dan memberi isyarat untuk mendekat.
" Cowok itu bernama Naures Rayen Bagaskara ".Seru Haikal sambil berbisik.
Kedua sahabat Haikal yang merasa tidak asing dengan nama panjang Naures pun saling pandang. " Jadi, suami yuni itu anak dari...
"Tuan Rayen dan Cucu dari Tuan Bagaskara. Yang artinya dia juga salah satu pewaris perusahaan Bagaskara group".Ucap Haikal memotong ucapan Ali.
" Busyet... Loe serius bro??? ".Tanya Ali masih belum percaya.
" Untuk apa gue bohong sama elu pada. Lagian nggak ada untungnya buat gue. Sekarang loe pada tahu kan kalo gue tidak akan mampu bersaing sama keturunan Bagaskara bro ".Haikal kembali lesu.
" Udah lah bro. Dari awal udah gue bilang kalo si yuni itu bukan wanita sembarangan. Loe nya aja yang ngeyel".Seru Ali. Padahal ia juga masih sangat terkejut dengan semua cerita Haikal. Bahkan Ali tidak menduga sebelumnya jika keturunan Bagaskara ada yang kuliah di kampus mereka.
"Gue jadi penasaran bro sekaya apa keluarga Bagaskara itu???. Soalnya dunia bisnis pasti heboh kalau menyangkut perusahaan itu bro".Sambung Ali lagi.
" Gue kagak tahu bro. Yang jelas kampus bokap gue aja bisa mereka ambil alih kalo mereka mau".Jawab Haikal semakin lesu.
"Kira kira cucu tuan Bagaskara ada yang cewek kagak ya??? ".Sambung sahabat Haikal yang satunya.
" Kalau ada pun dia belum tentu mau sama loe peak".Ali melempar sedotan jus nya pada temannya itu.
TBC