
Keesokan harinya Naures dan yuni sudah siap siap ingin pergi berkunjung kerumah kedua orang tua Naures. Sebab, mereka juga akan menginap disana. Karena adik Naures sekaligus saudara kembar nya akan pulang ke Jakarta. Jadi, semua keluarga disuruh kumpul dirumah Rayen dan Lea.
"Sayang, kita sarapan dijalan saja ya, sekalian kerumah mami!!! ".
" Iya. Aku juga ingin sarapan gado gado yang didepan jalan xx kak".
"Kenapa harus di jalan xx sayang???. Kan di depan komplek rumah mami ada yang jual gado gado juga".
" Beda sayang. Baby maunya yang di jalan xx katanya rasanya jauh lebih enak".Jawab yuni sambil nyengir kuda.
"Benarkah??? ".Yuni pun langsung menganggukkan kepalanya cepat".Tapi buatan kamu jauh lebih enak sayang".Puji Naures sambil mengecup bibir istrinya.
" Apanya yang enak masakannya atau...
"Kalau itu bukan enak lagi sayang, tapi nikmat".Potong Naures sambil menggigit telinga istrinya.
" Dasar suami mesum".Cibir Yuni sambil tersenyum . Sedangkan Naures malah menatap nya dengan tatapan mesum.
"Jangan macam macam kak. Kita harus segera kerumah mami loh".Seru Yuni mengingatkan suaminya.
" Hahaha, aku tahu sayangku. Dan kita bisa menundanya sampai tiba dirumah papa dan mami kan!!! ".Tawar Naures
" Tergantung ".
Naures langsung menautkan kedua alisnya bingung. " Maksdunya sayang, tergantung gimana??? ".
" Tergantung keadaan kak. Masa iya kita begituan sedangkan rumah mami sedang ramai . Kan enggak sopan".Yuni menggeleng kan kepalanya.
"Kalau berat nggak bisa ditunda lagi sayang. Atau kita nggak usah nginep aja disana biar nggak ada yang gangguin!!! ".Naures mulai tidak nyaman dengan suasana ramai karena mungkin ia tidak akan leluasa menyentuh istrinya. Maklum sekarang Naures sudah mulai kecanduan dengan sang istri.
"Di ikat saja biar tidak berat kak".Seloroh Yuni sambil mengulum senyumnya.
" Hm, nanti kalau bentuknya jadi berubah gimana dong???. Emang kamu masih jika dia jadi kecil di tengahnya ".Sahut Naures mulai aneh aneh.
" Iihhh... Kak apaan sih???. Udah ayo kita berangkat sebelum kakak semakin ngelantur!!!! ".Yuni mengajak suaminya segera pergi daripada lama lama melayani omongan suaminya yang semakin mengarah ke hal mesum. Dan dapat dipastikan jika terus diladeni maka kemungkinan besar mereka akan olahraga ranjang. Pada akhirnya mereka juga akan menunda sarapan sekaligus kerumah Papa dan Mami suaminya.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
"Kak, kita mampir ke toko kue langganan Mami dulu ya!!!. Masa kita nggak bawa apa apa kesana".Ucap Yuni
" Sayang, Mami sudah tidak membutuhkan apapun lagi. Ia sudah punya segalanya ".Jawab Naures dengan santainya.
" Tetap saja kak, aku ini menantu nya. Tidak enak dong berkunjung ke rumah mertua dengan tangan kosong ".
"Kalau tidak enak kasih kucing saja sayang!!! ".Ledek Naures sambil terkekeh.
" Apa yang dikasih ke kucing kak???. Itu kakak ya??? ".Balas Yuni sambil mengulum senyumnya.
" Kalau dikasih sama kucing. Nanti kamu nggak bisa ah... uh... Ah... uh... lagi dong sayang".Naures tak mau kalah dengan istrinya.
Yuni pun langsung menatap kearah luar jendela mobil. Saking malunya ia dengan kata kata ledekan suaminya. Yang terdengar tak ber filter, hingga nya membuatnya bersemu merah.
Sedangkan Naures hanya bisa terkekeh melihat reaksi perubahan wajah istrinya itu. Bahkan kini yuni sampai tidsk mau menoleh kearahnya saking malunya.
"Jadi mau sarapan gado gado gak nih???? ".Naures berusaha mencairkan suasana agar istrinya tidak bersemu merah terus.
" Jadi dong kak. Laper nih".Jawab Yuni jujur. Karena sungguh perutnya sudah keroncongan sejak tadi.
"Oke sayangku meluncur".
Dan Yuni hanya mengembangkan senyumnya tanpa rasa sedikit malu lagi. Sedangkan suaminya kembali fokus pada setir mobilnya. Untuk menuruti permintaan istrinya yang ingin sarapan gado gado yang ada di jalan xx.
Setelah beberapa menit dalam perjalanan. Kini mobil Naures sudah terparkir rapi didepan gerobak gado gado yang di inginkan oleh istrinya itu. Bukan restoran mewah ataupun kedai khusus. Melainkan penjual kaki lima yang memakai gerobak dorong. Dan letaknya tepat di depan sebuah gang sempit di pinggiran kota malah. Tapi pembelinya cukup ramai, sebab Gado gado disana terkenal enak dan sesuai dengan lidah semua orang.
Bahkan penjual gado gado nya juga sangat ramah. Dan mungkin karena itu juga. Semua pelanggan nya betah dan selalu jadi langganan.
Naures turun dari mobilnya lebih dulu, sebelum ia membukakan pintu mobil untuk istrinya. Kedatangan Naures dan Yuni membuat semua pembeli jadi heboh.Seperti mereka kedatangan artis saja. Saking terpesona nya akan wajah tampan dan cantiknya Naures dan Yuni.
Penjual gado gado itu hanya tersenyum saja saat tahu siapa orang yang membuat suasananya jadi semakin heboh dan ramai. Karena dia sudah tahu dan kenal dengan Yuni. Sebab, dulu Yuni dan Hani langganan gado gado pada ibu itu.
"Aduh... Saya pikir pangeran dan bidadari itu hanya dongeng belaka saja. Tapi pagi ini saya sudah melihat mereka langsung".
"Mana kasep, Mana gelis pisan atuh".
" Busyet siapa mereka bu??? ".
Masih banyak berbagai pujian yang terlontar dari para ibu ibu itu. Mereka juga nampak terkagum kagum saat Naures dan Yuni semakin mendekat kearah mereka.
Yuni tersenyum ramah pada pembeli yang lain. Saat ia juga sudah ikut mengantri. " Eneng... Mau pesan gado gado juga??? ".Tanya salah satu ibu ibu.
" Iya bu".Jawab Yuni ramah. Bahkan senyum Yuni pun tetap mengembang.
"Tunggu ya neng, harus ngantri soalnya!!! ".Yuni hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ramah.
" Sayang, Duduk aja di mobil ya!!!. Biar aku yang ngantri. Nanti kamu pegal lo, disini juga tempat duduknya sudah penuh semua".Saran Naures agar sang istri tidak kelelahan menunggu giliran hanya untuk makan gado gado itu.
"Aduh, Udah tampan perhatian lagi sama kekasihnya".Seru salah satu ibu ibu lagi.
" Maaf Bu, ini istri saya bukan kekasih lagi. Lagian istri saya sedang hamil bu jadi saya tidak tega lihatnya harus berdiri lama disini".Jawab Naures sopan.
"Gusti... Eneng lagi hamil??? ".Yuni pun menganggukkan kepalanya cepat karena memang itu lah faktanya. " Yaudah kalau gitu eneng sama aa nya duluan aja gak papa!!!. Gak usah ngantri lagi, kasian dedeknya harus berdiri lama".
Dan belum juga yuni dan Naures menyetujui para pembeli yang sejak tadi sudah mengantri malah langsung kompak menyuruh Naures untuk memesan duluan.Hingga mau tidak mau Naures hanya bisa pasrah saja. Tapi Naures memutuskan untuk membungkus gado gado nya saja. Dan akan memakannya di rumah orang tuanya nanti. Naures juga sudah pesan beberapa bungkus sebab maminya juga suka makan gado gado.
Tak hanya itu Naures pun mentraktir beberapa ibu ibu yang masih setia mengantri dan rela menyuruhnya duluan. Beruntung gado gado nya masih cukup untuk para ibu ibu itu. Dan traktiran Naures membuat para ibu ibu itu senang dan terus mengucapkan Terima kasih. Bahkan mereka mendoakan untuk yuni dan janin yang ia kandung.