Married Accident

Married Accident
Permintaan Manda



Jam di dinding tak terasa sudah menunjukkan pukul 12.00 wib. Velyn yang sejak tadi masih setia menemani Manda dan selalu menghibur Manda dengan semua kekonyolan nya.


Dari arah luar nampak pintu ruangan di ketuk. Membuat Velyn dan juga Manda menoleh kearah pintu. Disana ada seorang Suster datang membawa nampan berisi makanan dan juga obat untuk Manda.


"Maaf Nyonya, sudah waktunya minum obat. Tapi sebelum nya, anda harus makan terlebih dahulu!! ".Ucap Suster tersebut memberitahu.


" Sus, biar saya saja ya yang bantu Mba Manda minum obatnya!! ".Pinta Velyn tiba tiba. Membuat Manda tersenyum akan kebaikan wanita itu.


Tapi di luar dugaan. Saat Suster menyodorkan nampan nya pada Velyn. Wanita itu malah langsung mual, perutnya bergejolak rasanya ia ingin muntah detik ini juga. Karena mencium aroma bawang goreng dari bubur di nampan tersebut.


"Velyn kamu kenapa??? ".Tanya Manda mulai khawatir, karena Velyn terlihat sedang menahan sesuatu.


Velyn langsung meletakan nampan itu di atas nakas. Lalu ia pun langsung lari ngibrit ke arah kamar mandi. Memuntahakan semua isi perutnya di dalam sana.


Hoeek... Hoek... Hoeekkk


Suara Velyn yang muntah mengundang rasa curiga Suster dan Manda. Karena Manda sudah curiga jika Velyn menyembunyikan sesuatu. Bahkan tubuh Velyn terlihat lebih berisi dari pertama kalinya Velyn datang mengunjungi nya.


Belum lagi wajah Velyn sedikit pucat . Sebagai seorang dokter Manda jauh lebih tahu. Tanda tanda kehamilan dini seseorang. Tapi setahu Manda jika Velyn bulum menikah. Makanya Manda tidak membahasnya. Takut jika nanti Velyn malah tersinggung akan pertanyaan nya.


Velyn keluar dari dalam kemar mandi dengan wajah yang sedikit basah. Karena ia langsung mencuci wajahnya.


"Maaf mba aku jadi membuat hilang selera makan mba Manda".Tuturnya pelan karena merasa tidak enak dengan Manda. Tapi mau gimana lagi perutnya memang tidak bisa di ajak kompromi.


Manda tersenyum karena ia sudah di bantu oleh Suster untuk makan dan juga minum obatnya. Sedangkan Velyn tidak berani mendekati Manda lagi. Karena aroma bawang goreng masih dapat ia tembus.


" Tidak papa Velyn. Ada Suster Erika yang membantuku kok".Jawab Manda tersenyum.


Manda terus memperhatikan perut Velyn sejak wanita itu keluar dari kamar mandi. Tatapan Manda membuat Velyn sedikit canggung. Tapi ia berusaha untuk tetap tenang. Velyn bukanlah tipe orang yang pandai menyimpan perasaan nya. Ia pun tidak bisa berbohong. Karena pasti akan ketahuan itulah.


Setelah lima belas menit Manda pun menyudahi makan nya. Lalu sang suster membantunya kemabli untuk minum obat.


"Terimakasih Suster Erika".Ucap Manda tulus. Gadis itu pun hanya mengangguk kan kepala nya saja. Sambil tersenyum dan pamit pergi.


Sekarang tinggal tersisa Manda dan juga Velyn. Manda tersenyum kearah Velyn tapi tatapan nya sedikit berbeda.


" Velyn apa kau punya kekasih??? ".Tanya Manda tiba tiba.


" Apakah kamu sudah ingin menikah sekarang??? ".


Velyn terkekeh sambil mendekatkan diri pada Manda. Lalu ia duduk di bibir ranjang Manda. " Yaa Ampun mba, bagaimana mau menikah, kekasih saja tidak punya sama sekali. Lagian siapa yang gak mau menikah mba. Apalagi sekarang usiaku sudah pas untuk menjadi seorang istri".Jawab Velyn jujur. Bahkan ia tidak sadar jika apa yang dikatakan nya akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.


"Menikahlah dengan suamiku Velyn!!! ".


Deg...


Velyn langsung menegang akan kata kata Manda. Velyn langsung berpikir jika Manda sudah mengetahui yang sebenarnya.


" Ma... Mak.. sud Mba Manda a.. pa??? ".Tanya Velyn gugup. sedikit panik andai saja Manda tahu rahasianya selama ini yang ia tutup rapat


" Velyn, mungkin usia mba gak akan lama lagi. Kamu juga tahu jika mba punya seorang putri. Mba ingin sebelum mba pergi, mba mau melihat suami mba menikah lagi dan memberikan ibu sambung untuk Mayraz. Lirih Manda sembari menangkup telapak tangan Velyn.


"Menikahlah dengan mas Jery Velyn!!. Mbak yakin kamu bisa jadi ibu yang baik untuk Mayra dan istri yang di banggakan oleh mas Jery".Pinta Manda tiba tiba. Membuat tubuh Velyn menegang


" Jangan konyol mba!!. Mba harus yakin jika mba pasti sembuh!!! ".Jawab Velyn yang sudah ingin kari dari ruangan Manda saat ini.


Manda menggeleng kan kepalanya sambil mengusap pelan punggung tangan Velyn. ".Bukankah janin itu membutuhkan seorang Ayah?? ".


Deg...


Lagi lagi Velyn dibuat menegang akan penuturan Manda. Velyn pun langsung gugup.


" Darimana mba tahu kalau saya...


"Mba ini adalah seorang dokter juga Velyn. Jadi mba sangat tahu tanda tanda orang hamil muda".Sahut Manda sembarj tersenyum manis.


Velyn bisa menarik nafasnya dengan lega. Saat Manda mengatakan hal yang lain. Bukan masalah yang sempat ia buat karena kebodohan nya sendiri.


" Mba akan senang jika kau mau menerima mas Jery sebagai suami kamu Velyn!!. Mba mohon!!! ".


TBC