
Setelah makan siang sesuai dengan ucapan Jery tadi. Kini Jery sudah berada di lokasi proyek pembangunan Apartemen barunya. Letaknya juga sangat strategis karena masih dalam ruang lingkup lokasi yang mudah di jangkau.
Mayra sejak tadi hanya duduk di sebuah bangku yang tidak jauh dari posko tempat para para kuli bekerja manda. Ia memainkan ponsel Velyn yang tadi sempat Mayra pinjam.
Sedangakan Jery dan juga Velyn saat ini berada di dekat lokasi pembangunan bersama sang mandor. Untuk melihat seberapa jauh proyek pembangunan sudah berlangsung.
Sesekali Velyn melirik kearah Mayra yang nampak anteng dengan ponselnya. Itupun juga menjadi pertanyaan Jery. Sebenarnya sedang melihat apa putri nya itu. Sehingga ia begitu antengnya duduk dibangku yang ada di sana.
Pak Mandor sebenarnya ingin sekali bertanya pada Jery tentang Velyn. Karena setahu mereka Jery belum lama ini kehilangan sang istri tercintanya. Tapi sekarang malah sudah jalan kembali dengan seorang wanita cantik. Yang bisa mereka tebak jika Velyn bukanlah orang Indo asli.
Dari matanya saja, mereka sudah bisa menebak. Jika Velyn keturunan Tionghoa. Apalagi kulit tubuh Velyn yang sangat putih alami. Namun, sang Mandor pun mengurungkan niatnya untuk bertanya. Saat ia melihat gadis kecil yang bersama mereka. Jery kenalkan sebagai putri nya. Belum lagi ketika Mayra memanggil Velyn dengan panggilan Bunda.
Pikiran Mandor yang menganggap Velyn adalah kekasih bos nya. Pikiran Negatif tentang Velyn langsung hilang dari otaknya.
"Bun... Bunda... " Teriak Mayra sambil melangkah menghampiri Jery dan juga Velyn.
"Ada apa sayang??? ".Velyn pun langsung menoleh dan sedikit mendekati Mayra yang masih berjalan kearahnya.
"Mayra haus Bun".Rengek Mayra sambil menyerahkan ponsel Bundanya kembali.
" Mas, Mayra haus. Aku beli minum dulu ya mas di depan sana!!! ".Pamit Velyn pada suaminya.
Jery mengangguk kan kepalanya saja. Namun ketika Velyn akan beranjak bersama Mayra. Jery berucap".Hati hati sayang!!! ".Serunya Kembali. Yang berhasil membuat Velyn menoleh. Senyum Jery mengembang saat menatap wajah Velyn yang terlihat bingung itu.
Velyn tak mau ambil pusing akan ucapan dan panggilan Jery barusan padanya. Yang jelas kalau di bilang senang. Velyn sangat senang sekali. Apalagi jika tadi tidak salah dengar.
Beruntung di lokasi proyek sana. Tepatnya di depan lokasi proyek ada sebuah warung kecil yang menjual berbagai macam minuman. Dari air mineral hingga jenis minuman manis juga.
Velyn menggandeng tangan Mayra mulai menyeberang jalan untuk menuju ke warung tersebut. Hingga tatapan Velyn di suguhkan dengan pemandangan yang membuat hatinya terasa nyeri karena terkejut.
Melihat mantan kekasihnya sedang menggandeng tangan seorang gadis dengan sangat mesra. Dan yang membuat Velyn terkejut karena Velyn sangat mengenal gadis itu.
Velyn terlihat tersenyum miris. Ternyata orang yang selama ini selalu membuatnya penasaran. Tentang wanita yang menjadi selingkuhan sang mantan kekasihnya. Dan wanita yang sempat ia lihat sedang bercumbu mesra di atas ranjang bersama kekasihnya. Yang ternyata adalah sahabat nya sendiri.
"Bunda kenapa??? ".Tanya Mayra yang seolah tahu dengan perubahan sikap Velyn.
Velyn tersenyum tipis dan menggeleng kan kepalanya".Bunda gak kenapa napa sayang. Ayo katanya haus!!!".Elak Velyn sedikit berbohong.
" Evelyn... "Lirih Lily ketika ia menoleh ke belakang saat mendengar suara Mayra yang mengajak Velyn mengobrol.
Namun Velyn seolah tak melihat dan mendengar saat Lily menyebutkan namanya. Velyn marah ya dia marah dan kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Lily dibelakang nya selama ini.
Padahal Velyn begitu sangat percaya padanya Bahkan Velyn selalu bercerita apapun masalahnya pada Lily. Dan sekarang Velyn sadar jika orang yang di anggap baik dan bisa di percaya. Tidak akan selamanya akan selalu bisa amanah .
David sang mantan kekasih nya Velyn pun sempat terkejut saat melihat Velyn ada di tempat itu. Dan yang lebih membuat David terkejut lagi adalah ketika Mayra terus merengek pada Velyn dengan memanggilnya Bunda juga.
"Bunda please boleh ya satu aja!!! ".Rengek Mayra saat Velyn tidak menyuruh nya membeli coklat.
" Velyn, sedang apa kamu disini??? ".Tanya David mulai membuka suaranya. Sedangkan Lily hanya diam dengan tatapan penuh rasa bersalah nya.
" Bukan kah ini tempat umum??? ".Sahut Velyn ketus.
" Velyn kita bisa jelaskan semuanya dan ini tidak seperti yang kamu lihat ".Sekarang giliran Lily yang bicara. Membuat Velyn tersenyum sinis.
" Aku tidak perduli apapun yang terjadi di antara kalian berdua. Karena aku dan dia sudah berakhir sejak lama. Jadi, tidak ada lagi yang harus di jelaskan".Jawab Velyn dengan nada penuh penekan.
"Velyn... Tunggu aku ingin bicara ".David mencekal pergelangan tangan Velyn membuat Velyn langsung menatap tajam tangannya yang masih saja di cekal oleh mantan kekasihnya itu.
" Sayang, sudah selesai belum??? ".Tiba tiba Jery datang dan langsung bertanya pada Velyn. Membuat Mayra tersenyum .
Velyn langsung menghempaskan tangan nya yang di cekal oleh David. Kini Velyn juga langsung mendekati Jery. " Sudah kok, ayo sayang".Velyn menarik tangan Jery dan ia juga sengaja menekan kan kata sayang di akhir kalimat nya.
"Kamu ajak Mayra duluan ke mobil ya!!!. Aku juga ingin membeli minum".Velyn pun langsung mengangguk kan kepalanya. Saat Jery mengelus rambutnya pelan di hadapan kedua manusia pengkhianat itu.