
"Non,mau langsung pulang??? ".
Seorang pria paruh baya yang sangat di kenal oleh Febby. Ternyata memang sudah menunggu nya tepat di depan parkiran klinik. Febby menghela nafasnya sejenak. Jika apa yang dikatakan oleh Naufal itu tidak main main.
Untung saja Febby bilang daritadi. Jika ia ingin pulang saja kerumah orang tuanya. Karena tidak mungkin juga ia menginap di rumah orang tua Naufal. Sedangkan Naufal nya saja tinggal di Aspol.
Lagipula Febby kadang merasa canggung jika harus di rumah orang tua Nuafal. Yang masih saja tetap romantis. Karena Kinan dan Raka sudah mirip seperti pasangan muda. Mereka tidak segan meskipun di depan anak nya sendiri.
Tapi kadang Febby juga iri melihat keharmonisan orang tua Naufal. Yang masih saja tetap romantis meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi. Tidak seperti ibunya yang ngomel melulu. Hampir tiap hari, bahkan Ayah Febby saja sudah biasa. Dan tidak pernah mengubris istrinya. Kata Ayah Febby kalau capek kan nanti diam sendiri.
Kadang Febby juga berkhayal jika nanti ia memang berjodoh dengan Naufal. Ia berharap pernikahan nya akan tetap langgeng seperti Raka Kinan dan Ayah serta Ibunya. Hingga maut yang memisahkan. Menua bersama.
"Langsung pulang saja pak!!! ".Jawab Febby sambil tersenyum.
" Baik non".Pria paruh baya itu pun, langsung membukan pintu mobil dibagian kursi penumpang untuk Febby.
"Terimakasih pak".Ucap Febby sopan. Membuat pak sopir itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum juga.
🌿🌿🌿🌿🌿
" Udah belum??? ".Leon bertanya saat Hani malah duduk di kursi pengunjung yang ada di depan store tas dengan brand terkenal di pusat perbelanjaan.
Ya, setelah pulang kerja tadi sesuai janji Leon. Jika ia akan mengajak Hani shoping. Kata Hani sih untuk mengganti semua bahan masakan yang tadi sudah di eksekusi oleh Leon. Tapi setelah di ajak ke salah satu Mall terbesar di kota itu. Hani malah jadi jalan sendiri.
Hingga jam sudah menunjukkan pukul hampir setengah sembilan malam. Hani dan Leon malah belum keluar keluar dari Mall itu.Belum lagi kedua tangan Hani dan Leon sudah terisi banyak paperbag. Yang tentunya semua barang yang dibeli oleh Hani bukanlah barang barang murah.
Leon dengan santainya malah mengikuti semua keinginan Hani. Membuat Hani malah kesal sendiri. Padahal niatnya hanya ingin mengerjai Leon.
"Gue jadi heran deh, sebenarnya gaji polisi itu sekarang berapa sih??? ".Celetuk Hani tiba tiba. Membuat Leon malah terkekeh.
" Kenapa?. Kamu udah gak sabar pengen nikmati gaji gue gitu?? ".Goda Leon sambil terkekeh.
Jelas saja Hani langsung mengerutkan keningnya bingung. Tiba tiba saja Leon malah menyodorkan kartu ATM padanya. "Apa ini??? ".Tanya Hani bingung.
" Pegang saja!!!. Dan gunakan sesuai kebutuhan mu!!!. Di dalam sini semua gaji ku sebagai polisi ada di situ semua".Tutur Leon jujur.
"Hah".Hani langsung ngebleng tiba tiba. Karena perlakuan Leon saat ini. Sudah seperti suami istri aja jujur banget.
" Tadi katanya loe penasaran berapa gaji polisi seperti gue kan???. Yaudah mulai sekarang loe aja yang pegang Atm gue!!! ".Ucap Leon santai dan sambil meletakkan kartu ATM nya di tangan Hani.
" Simpan baik baik!!!. Hitung hitung buat DP nikah kita nanti!!! ".Lirih Leon sambil tersenyum.
Hani benar benar kehabisan kata kata ketika mendengar kata nikah. Bahkan Leon mengatakan nya terlihat sangat serius. Membuatnya langsung luluh dan meleleh. Hingga ia tidak bisa mengeluarkan kata kata ketusnya lagi. Yang seperti biasanya.
" Tapi ini... ak... ".
" Husstt... Ambil saja dulu!!!. Jangan banyak protes!!! ".Perintah Leon dengan kata tegasnya.
Leon juga ingin tahu bagaimana Hani mengelola gajinya yang tak seberapa itu supaya cukup untuk kebutuhan mereka. Hitung hitung juga belajar dari sekarang pikir Leon. Meskipun Leon sebenarnya juga sudah memiliki usaha lain. Bahkan usahanya kini sudah sangat berkembang.
Leon ingin ia mandiri, tanpa memerlukan bantuan kedua orang tuanya. Dan tanpa mengusik perusahaan Ayah dan Bunda nya. Berkat Naures Leon bisa sampai ke titik ini. Begitu pun dengan Naufal, yang juga memiliki usaha sendiri. Selain menjadi seorang polisi.
Bagi mereka menjadi seorang polisi hanya sebagai cita cita untuk aparat penegak hukum. Dan juga kewajiban yang memang sudah sah menjadi aparat negara. Tapi membuka usaha adalah hobby mereka, yang kini sudah membuahkan hasil.
Tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Mereka bertiga ternyata sudah membuka usaha properti sejak mereka duduk di bangku SMA. Bahkan Naures juga yang lebih dulu memang sudah sering berbisnis. Semua itu terlihat dengan adanya banyak usaha yang digeluti pria itu.
"Kalau sudah ayo kita pulang!!!" Ajak Leon setelah ia mengambil kembali barang barang belanjaan Hani. Dan tanpa ingin mendengar jawaban dari Hani. Leon langsung menarik tangan gadis itu agar segera keluar meninggal kan mall tersebut.
TBC