
Naures segera melangkah mendekati pintu ruangan kerjanya setelah samar samar mendengar suara istrinya dari balik pintu itu.
Ceklek...
"Aw.... " Pekik Yuni terkejut saat tangannya langsung ditarik oleh Naures begitu ia baru saja membuka pintu ruangan kerja suaminya.
Naures langsung menutup rapat pintu ruangan kerjanya, mendorongnya dengan kakinya. Sekarang ia malah mengunci tubuh istrinya. Yuni hanya bisa menempel pada tembok disamping pintu. Bahkan ia kesulitan untuk bergerak.
"Kak aku...
" Hussttt... "Naures menempelkan jari nya didepan bibir Yuni.Membuat Yuni langsung mengatup rapat mulutnya.
Tubuh Yuni langsung meremang bahkan degup jantungnya semakin berdebar tak menentu, kala suaminya sudah menatapnya dengan tatapan penuh hasrat.
" Kau tahu sayang, aku sudah menunggu kedatangan mu itu sejak tadi ".Naures berucap sambil meremas bukit sintal menantang itu. Bahkan Yuni kini sudah menggigit bibir bawahnya. Menahan diri agar suara merdunya tidak keluar.
Tapi apalah daya Naures tak hanya berhenti disana. Ia dengan senyum liciknya terus menggerayangi setiap inci tubuh istrinya. Dan sekarang juga tangannya malah turun dibawah sana. Menyusup masuk di bawah dress yang dikenakan oleh istrinya.
Yuni benar benar tak bisa menolak lagi karena kedua tangannya sudah dikunci di atas kepalanya oleh suaminya itu. Sedangkan tangan satunya Naures gunakan untuk menembus goa lembab dibawah sana. Bahkan bibir Yuni pun sudah dibungkam oleh pagutan menuntut Naures.
Saat dirasa Yuni sudah masuk dalam aliran kabut gairah, Naures malah dengan santainya langsung menghentikan kegiatan nya dan dengan santainya langsung meninggalkan Yuni tanpa berkata apapun.
"Kak... " Pekik Yuni kesal karena suaminya malah melangkah menuju meja kerjanya kembali dan sudah duduk dengan santainya di kursi kerjanya itu.
"Iiihhh... Kak Naures".Yuni ikut menghampiri suaminya yang malah tersenyum melihat wajah cemberut Yuni.
" Ayo...!!! ".Seru Yuni sambil menarik narik lengan tangan suaminya. Membuat Naures tersenyum licik.
" Ayo kemana sayang??? ".Goda Naures sambil mengulum senyumnya.
" Kenapa tidak dilanjutkan??? ".Lirih Yuni kesal bercampur malu. Karena ia juga sudah benar benar tidak tahan lagi.
" Aku hanya ingin sebatas itu saja sayang. Aku masih banyak pekerjaan ".Sahut Naures sambil menahan tawanya.
" Iiihhh.... Dasar nyebelin".Gerutu Yuni dan langsung berbalik badan sambil terus saja cemberut. Bahkan Yuni sedikit menghentak hentakkan kakinya di lantai. Tanpa sadar jika ia sedang hamil muda.
"Lepas....!!! ".Ucap Yuni yang masih saja kesal. Saat tangan suaminya mendekap pinggangnya. Sambil terus menatap wajahnya.
" Bukan kah tadi kau ingin berlanjut. Hm???? ".Naures mengulum senyum liciknya.
" Tidak... Aku sudah tidak bersemangat lagi".Jawab Yuni ketus sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Yakin....???? ".Goda Naures sambil mengulum senyumnya. Yuni hanya diam tanpa berniat menanggapi pertanyaan suaminya itu. Ia masih saja kesal tapi ia juga masih sangat menginginkan lebih dari kegiatan tadi. Tapi Yuni tidak mau jujur sudah terlanjur kesal.
Namun rasanya kesalnya kembali buyar. Saat Naures mulai kembali menyentuh miliknya. Naures dengan sigap sudah menarik dress Yuni. Hingga memperlihatkan paha mulusnya yang sangat putih.
"Yakin masih tidak mau lanjut??? ".Goda Naures kembali.
" Tidak... "Sahut Yuni gugup. " Akh... ".
Jawaban Yuni tidak sinkron dengan respon tubuhnya. Naures hanya bisa tersenyum jahil dan terus saja menggerakkan jarinya dibawah sana. Membuat Yuni hanya bisa bergerak menahan gejolak ditubuh nya yang berasa nikmat.
Melihat istrinya yang kembali terbuai. Naures langsung membopong tubuh Yuni. Ia melangkah ke arah sofa lalu merebahkan tubuh Yuni disana.
Tanpa menunggu lebih lama lagi. Naures langsung membuka resleting nya dan menampakkan si beonya. Naures menarik penutup goa kenikmatan istrinya ke lantai. Lalu dengan hitungan detik keduanya sudah berhasil memulai penyatuan nya.
Hanya suara suara erangan dan lenguhan yang terus saja menggema didalam ruangan kerja Naures. Bahkan Asisten Evi yang akan masuk mengantarkan barang barang belanjaan Yuni. Langsung mengurungkan niatnya untuk memgetuk pintu ruangan Naures.
Mungkin evi pikir lebih baik tidak masuk daripada harus melihat adegan berbahaya. Yang membuat Mata suci nya pun ikut ternodai. Sebab, ini saja telinga nya sudah mulai ternodai karena suara ******* Yuni yang terdengar sampai di luar ruangan itu.
Sedangkan didalam ruang kerja Naures dan Yuni hanya fokus pada pergulatan sengit mereka. Tanpa peduli dengan lingkungan sekitar mereka.
Yuni sampai berpaut pada bahu kekar suaminya saat ia sudah pelepasan kembali. Tapi Naures makah semakin memacu gerak tubuhnya.
"Apa baby aman sayang??? ".Tanya Naures lirih. Dan ia pun tanpa henti-hentinya terus mempercepat pacuan tubuhnya.
Siang menjelang sore ini Naures dan Yuni hanya berolahraga ria. Hingga peluh membanjiri seluruh tubuh mereka. Sedangkan Di lantai dasar semua karyawan malah sibuk bergosip karena sejak satu jam yang lalu Yuni belum juga terlihat turun kembali.
Semua karyawan semakin curiga saat melihat asisten evi, pergi menemui klien sendirian. Mereka semua berpikiran jika Yuni adalah selingkuhan bos mereka. Tanpa mereka tahu jika Yuni sedang asyik memadu kasih bersama suaminya itu si Naures.