Married Accident

Married Accident
Perihal Krengsengan



Malam ini Naures dan Yuni memutuskan untuk kembali ke hotel. Setelah mereka dari Pantai Parangtritis. Tapi sebelum nya Yuni dan Naures mampir sejenak di rumah peninggalan kedua orang tua Yuni. Untuk berpamitan pada Pak tejo.


"Nduk, kenapa gak nginep lagi aja di sini??? ".Saran Bu Tejo


" Semalam kan udah bu. Malam ini kami kembali aja ke hotel. Soalnya besok pagi kan mau kerumah pak min.Nanti sebelum pulang ke Jakarta kami mampir lagi kok Bu".Jawab Yuni


Pak min adalah orang yang membersihkan makam kedua orang tua Yuni. Pak min juga yang selama ini di gaji oleh papa Rayen dan mami Lea. Dulu pak min tinggal di dekat rumah Yuni yang lama ini. Tapi karena suatu hal, pak min memutuskan pindah di kampung sebelah. Tapi jaraknya tidak begitu jauh dari kampung dimana tempat tinggal Yuni yang dulu.


"Yaudah kalau gitu. Terimaksih loh nduk, udah izinkan ibu dan bapak buat tinggal dirumah kamu ini".Ucap Bu Tejo tulus.


" Iya Bu sama sama. Kalau ibu butuh sesuatu dan keperluan mendadak, tolong jangan sungkan buat hubungi Yuni ya Bu , pak!!!. InsyaAllah jika Yuni dan kak Naures mampu akan kami usahakan ".Yuni berusaha serius dan sungguh sungguh. Membuat Bu Tejo berkaca kaca mendengarnya.


Karena bagi Paka Tejo dan Bu Tejo. Bisa diberi tempat tinggal yang layak, serta di beri gaji setiap bulannya. Padahal sudah ada tempat tinggal gratis. Mereka juga sangat bersyukur. Apalagi dengan sikap dermawan Yuni dan suaminya. Tentu saja Bu Tejo sangat terharu. Meskipun sudah bergelimang harta, hidup penuh kemewahan di kota besar. Tapi tidak sedikitpun membuat Yuni berubah. Sejak dulu sifat dan karakter Yuni tetap sama. Bahkan ia sekarang malah menajdi semakin baik.


Tidak semua orang bisa memiliki rasa empati yang tinggi. Dan dermawan tanpa pamrih seperti Naures dan Yuni. Suami istri ini adalah pasangan yang sangat pemurah. Mereka menolong dengan sangat ikhlas. Tidak mengharapkan apapun dan tidak pilih pilih ataupun sekedar sensasi belaka. Tapi real dari hati hanya untuk mendapatkan ridho yang kuasa.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Sayang mau makan di luar atau di kamar saja??? ".Seru Naures saat mereka sudah sampai di hotel tempat mereka menginap.


" Di luar saja kak, Aku pengen makan krengsengan soalnya".Sahut Yuni dari dalam ruangan walk in closet.


Naures pun melangkah menuju ruangan walk in closet. Menghampiri istrinya yang sedang mengganti pakaian dengan dress panjang selutut.


" Memangnya aku mau ngapain sayang???. Orang cuma mau ganti baju doang kok".Jawab Naures sambil terkekeh.


Yuni pun ikut merasa lega karena suaminya tidak melahabnya lagi. Karena jujur perutnya sudah sangat lapar saat ini. Maklum saja bumil memang selalu terasa lapar di waktu waktu tertentu bukan.


Setelah mereka sudah mengganti pakaian. Dan kini pun nampak rapi. Mereka memutuskan untuk mencari makan di luar hotel. Karena Yuni menginginkan krengsengan khas jogya. Mungkin karena sudah lama tidak menikmati makanan khas jogya. Membuat bumil itu tidak menyia nyiakan kesempatan untuk menikmati kuliner jogya yang sangat menggugah selera itu.


Yuni mengajak makan suaminya di warung tenda pinggir jalan. Yang letaknya tidak jauh dari hotel tempatnya menginap.


"Sayang, apa tidak ada tempat lain lagi selain disini??? ".Bisik Naures sambil mengedarkan pandangannya.


" Kak, disini itu katanya sate nya unik dan lezat loh. Kakak belum pernah kan makan sate goreng??? ".Naures pun hanya menggeleng kan kepalanya. Karena ia memang belum pernah makan kuliner sate goreng. " Yaudah, makanya kita cobain juga sate gorengnya".Ajak yuni dengan santainya.


"Tapi tadi katanya kamu mau makan krengsengan. Kenapa jadi pindah menu jadi sate??? ".Protes Naures yang memang tidak nyaman jika di tempat yang terbuka seperti ini.


Mungkin karena Naures juga jarang makan sembarang tempat. Sejak bersama sang istri Naures sering jajan di warung tenda begini. Padahal karakter orang seperti Naures adalah tipe orang yang tidak menyukai keramaian. Mereka lebih tenang jika di tempat yang tertutup. Bukan karena mereka tidak suka, malu ataupun sombong. Tapi memang setiap orang memiliki sifat yang berbeda beda.


Tipikal pria seperti Naures adalah orang yang lebih fokus dalam suasana tenang. Mereka adalah para pria datar dan kaku. Makanya mereka cenderung banyak diam tapi cerdas. Daripada banyak bicara tapi bodoh.


"Disini juga ada krengsengan yang aku inginkan sayang".Jawab Yuni memberitahu. ".Ayo banyak udah laper juga nih dan maunya makan disini katanya".Seru Yuni sambil tersenyum.


Naures hanya bisa menurut kalau perihal baby.Karena ia tidak mau anaknya sampai ngences seperti para tetua gara gara ngidamnya tidak di turuti.