
Andreas Jonathan membantu istrinya Cassandra untuk memandikan Altezza, dan meminta suster pendamping untuk menyingkir. Laki-laki itu menikmati masa-masa bersama dengan istri dan buah hatinya, kala mereka bermain air disambut tertawa renyah bayi yang hampir menginjak usia empat bulan itu. Dengan ketelatenan Andreas Jonathan, pelan-pelan Cassandra sudah mulai membuka hati untuk laki-laki itu. Meskipun bisa 100% menerima, namun Cassandra sudah tidak menolak lagi kedekatan yang diberikan oleh suaminya.
"Mommy... Altezz sama daddy saja ke atas bed, mommy menyiapkan baju dan perlengkapan lainnya." merasa geli dengan kulit lembut Altezza, Andreas Jonathan ingin memeluk tubuh mungil bayinya itu,
"Hati-hati kak... soalnya tubuh Altezz terkadang licin, dan anaknya tidak mau berhenti gerak. Sandra khawatir, kak Andre tidak berhati-hati, bisa terpeleset." sebelum meninggalkan suami dan putra laki-lakinya itu, Cassandra berpesan pada laki-laki itu.
"Yap.. jangan khawatir mom.. siapkan saja perlengkapan Altezz..." sahut Andreas Jonathan sambil menyiram tubuh ALtezza menggunakan air hangat yang diambil dengan menggunakan telapak tangannya.
Setelah melihat bagaimana suaminya menangani Altezza, perlahan Cassandra meningglkan dua laki-laki baru dalam hidupnya itu. Untungnya sebelum meninggalkan kamar putranya, suster perawat sudah menyiapkan pakaian dan perlengkapan lainnya di ruang ganti baju. Cassandra menggelar kain flanel lebar yang lembut, dan sekalian meletakkan pakaian Altezz di atasnya. Minyak telon, bedak semua sudah siap, tinggal menunggu kedatangan putranya.
"Mommy... Altezz datang mom... Ngenggg... ngengg..." Cassandra tersenyum melihat kelucuan yang dilakukan oleh suaminya. Siapapun pasti tidak akan menyangka, seorang tuan muda yang terkenal arogan, cool, bisa bertindak seperti anak kecil dan tengah menggendong bayi mungil di tangannya.
Cassandra mengulurkan tangan untuk menggantikan suaminya membawa Altezz, namun Andreas Jonathan tidak mengijinkan. Laki-laki membaringkan Altezza di kain yang sudah dibentangkan oleh istrinya itu. Dengan cepat, Cassandra mengambil alih Altezzz, dan segera membalur punggung dan dada dengan minyak telon, untuk memberi rasa hangat pada tubuh putranya, Bedak parfum untuk bayi tidak lupa diteteskan Cassandra, dan terakhir baju dengan dominasi warna biru dikenakan di tubuh Altezz.
"Kak.. Sandra mau memberi ASI Altezz dulu, apakah kak Andre bisa keluar sebentar." meskipun mereka sudah menjadi pasangan suami istri, namun Cassandra masih sering merasa malu ketika bagian tubuhnya terekspos oleh suaminya.
"Honey... kita ini suami istri sayang, untuk malu memberi ASI Altezz di depanku sayang..?" dengan senyum smirk, Andreas Jonathan menggoda istrinya.
"Kak.. please.. beri kesempatan untuk Sandra, kasihan Altezz sudah terlihat haus kak. Belum saat ini kak, mungkin suatu saat nanti, please.." dengan tatapan puppy eyes, Cassandra memohon pada suaminya.
Melihat tatapan penuh permohonan itu, akhirnya Andreas Jonathan merasa tidak tega juga. Laki-laki itu mendekat ke tubuh putranya, sebuah ciuman di pipi kanan dan kiri diberikan Andreas Jonathan pada Altezza. Sebelum pergi meninggalkan tempat itu, tidak diduga Andreas Jonathan menundukkan wajahnya, dan sebuah kecupan diberikan laki-laki itu di bibir Cassandra. Gadis itu merasa kaget dan melotot dengan pipi bersemburat merah pada suaminya, namun Andreas Jonathan sudah bergegas keluar dari dalam kamar Altezza.
"Kak Andreas..." bisik Cassandra masih dengan pipi merah. Perlahan gadis itu mengusap kembali bibirnya, yang barusan diberikan kecupan lembut oleh suaminya. Setelah itu Cassandra segera menempatkan Altezza pada posisi untuk menikmati ASI.
*******
Di meja makan
"Selamat malam pa.., ma.. sudah lama yang menunggu kamI?" dengan malu, Cassandra mengucapkan salam.
Tuan besar Wijaya tersenyum melihat sikap sopan istri putra semata wayangnya itu, laki-laki itu memperhatikan Cassandra, sampai Andreas Jonathan menarikkan kursi untuk diduduki istrinya,
"Hmm... tahu juga lama, kenapa tidak keluar dari tadi dari dalam kamar?" Nyonya Sandrina berbicara dengan nada sarkasme. Tatapan marah tuan besar Wijaya terlihat ke wajah istrinya.
"Ingat mam.. Sandra dan Andre juga tidak meminta mama untuk menunggu kami untuk menikmati makan malam. Jika tadi mama sudah tidak sabar, mama bisa kok tidak bergabung makan malam dengan kami." tidak rela istrinya menjadi bahan sindiran dari mamanya, Andreas Jonathan menunjukkan sikapnya,
"Kak Andre,, sudahlah, tidak perlu dibuat masalah kak.. Lagian juga, Cassandra memang tadi sedikit lebih lambat dari biasanya, karena Altezz tidak tidur-tidur.." Cassandra mencoba menenangkan suaminya yang sudah mulai terpancing kemarahannya.
"Tidak bisa seperti itu honey... di rumah ini, mansion ini, yang menjadi Nyonya rumah yang sebenarnya adalah istri Andreas.., Cassandra. Mama berada di rumah ini hanya sebagai seorang tamu, itu yang perlu mama pahami, Jadi aturan yang harus diikuti adalah aturan rumah ini, bukan aturan mama," ternyata amarah Andreas Jonathan masih terus berlanjut,
Tuan besar Wijaya diam tidak terpancing oleh kemarahan istri dan anaknya. Laki-laki itu malah mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, sama sekali tidak terganggu, ataupun mencoba menengahi pertengkaran kecil itu. Melihat hal itu, Cassandra malah yang terlihat panik dan merasa bingung bagaimana meredakan amarah suaminya. Tidak tahu kenapa, tiba-tiba Cassandra menyendok nasi beserta lauk, kemudian mengangkat sendok di depan bibir suaminya.
"Kak Andre.., cicipi ini. Rasanya enak banget.." ucap lirih Cassandra berusaha mempengaruhi suaminya,
Melihat perlakuan mengejutkan dari Cassandra yang tidak malu menunjukkan perhatian kepadanya di depan papa dan mamanya, Andreas Jonathan terdiam dan melihat ke wajah istrinya. Bibir laki-laki itu tiba-tiba terbuka, dan sendok yang dipegang Cassandra masuk ke dalam bibir laki-laki itu. Menggunakan tissue, Cassandra menyeka makanan yang tertinggal di bibir suaminya, Dari kursinya, Tuan Wijaya tersenyum melihat bagaimana Cassandra menantunya, bertekuk lutut pada istrinya. Sedangkan nyonya Sandrina, dengan ekspresi sewot dan malas mulai memasukkan makanan ke mulutnya sendiri.
"Honey.. masak hanya daddy yang makan, honey juga dong.." tidak diduga, Andreas Jonathan juga mengambil satu sendok nasi beserta lauk, kemudian memasukkan sendok itu ke mulut istrinya.
Para ART yang menunggui keluarga itu di dekat pintu masuk meja makan tersenyum melihat adegan itu, tuan muda mereka yang selama ini berlaku keras kepadanya, ternyata juga memiliki kelembutan hati. Mereka melihat bagaimana pasangan suami istri saling menyuapi di depan papa mertua yang senyum-senyum melihat mereka, dan mama mertua yang terlihat kesal.
*********