
Cassandra kaget ketika sampai di PIK 2, ternyata Andreas Jonathan mengajaknya untuk tinggal satu kamar dengannya, dan akan menempatkan Altezz pada kamar yang berada di samping kamar mereka. Masih merasa jengah, karena belum bisa menganggap orang yang sudah menghancurkan hidupnya itu sebagai suaminya, Cassandra menolak, Sejak mereka menikah, belum sekalipun gadis itu mengajak laki-laki CEO PT. Indotrex, Tbk itu bicara, tetapi demi tidak mau dipisahkan dengan putranya, Cassandra mengajak CEO itu bicara.
"Tuan muda.. tolong jangan pisahkan Sandra dengan Altezz tuan muda.." gadis itu mendatangi tuan mudanya yang duduk di sofa dalam kamar mereka. Sebuah kamar yang sangat besar dengan tema coklat dan hitam itu, menjadi kamarnya saat ini.
"Hmm.. apa yang kamu katakan honey.., kamu memanggilku apa? Aku ini suamimu honey.., tidak layak jika dirimu memanggilku tuan muda.. Bisakah kamu merubah panggilanmu kepadaku.." Andreas Jonathan melihat ke arah istrinya. Laki-laki itu berjalan mendekati Cassandra, kemudian meletakkan jarinya di dagu gadis itu.
Cassandra tiba-tiba saja merasa gugup, tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Rasa deg-degan, jantung berdebar yang entah karena takut, atau karena alasan yang lain, gadis itu juga tidak bisa menterjemahkan maknanya.
"Sandra tidak mau berpisah kamar dengan Altezz.." kembali gadis itu mengulang permohonan pada suaminya, Matanya seperti puppy eyes yang penuh harap menatap ke arah Andreas Jonathan.
Andreas Jonathan tersenyum melihat kegugupan gadis polos di depannya. Dalam hati, laki-laki itu bersyukur bisa menikahi dan sudah memiliki putra dengan gadis itu. Tiba-tiba muncul ide untuk memaksa gadis itu agar tetap bersamanya, tidak meninggalkannya. Toh.. kamar yang ditempatinya saat ini, sangat luas, dan ada space untuk menempatkan box bayi disitu.
"Tolong tuan muda.., tolong Sandra. Altezz adalah bayi yang Sandra kandung selama sembilan bulan lebih, jangan paksa bayi itu untuk terpisah dengan Sandra tuan muda.. Sandra janji, tidak akan mengganggu kebebasan tuan muda.." melihat sikap diam suaminya, Cassandra terus berharap. Tanpa henti, gadis muda itu terus meminta pada suaminya itu..
"Honey.. kita ini suami istri sayang.. Tidak ada niatanku sedikitpun untuk memisahkan Altezz denganmu, hanya saja aku ingin melatih kemandirian Altezz sejak dini, dan juga memberimu kesempatan untuk lebih mengenalmu. Bagaimana kita akan menjadi lebih akrab sebagai pasangan, sebagai suami istri jika Altezz menjadi hal yang utama untukmu. Tapi karena dirimu juga masih butuh adaptasi, aku bisa mempertimbangkan untuk memberimu waktu tiga bulan, untuk menempatkan Altezz di kamar kita. Sesudah itu, Altezz harus segera berlatih sendiri.." dengan suara pelan tetapi tegas, Andreas Jonathan memberi pengertian pada istrinya.
Cassandra terdiam sebentar, berusaha mencerna apa yang diucapkan oleh suaminya. Tetapi daripada dia langsung terpisah dengan Altezz, padahal hatinya masih menolak laki-laki itu, akhirnya gadis itu menganggukkan kepalanya.
"Okay deal.., tapi masih ada satu syarat lagi honey.. Call me daddy.. apakah kamu sanggup," perkataan terakhir dari Andreas Jonathan itu sangat mengejutkan Cassandra. Gadis itu merasa, tubuhnya mendadak menggigil, merasa paranoid dengan laki-laki yang ada di depannya itu.
Andreas Jonathan tersenyum, kemudian menaikkan wajah Cassandra, dan keduanya bertatapan. Tidak sanggup beradu pandang dengan laki-laki di depannya itu, gadis itu mengalihkan pandangannya, tapi dengan cepat Andreas Jonathan menggerakkan kembali wajahnya pada posisi semula,
"Bagaimana honey.. call me daddy.." dengan suara lembut, Andreas Jonathan mengulang pertanyaannya,
"Hmm... daddy.. aku setuju.." dengan muka merah seperti kepiting rebus, Cassandra mengucap kata perlahan.
Tidak diduga saking bahagianya, tiba-tiba Andreas Jonathan menjadi seperti anak kecil. Laki-laki itu tanpa sadar mengangkat tubuh istrinya dan mencium wajah Cassandra berulang kali,
*********
"Daddy... Sandra mau ke kamar mandi sebentar. Bisakah daddy membantu Sandra untuk mengawasi Altezz sebentar saja?" dengan sikap malu-malu, Cassandra bertanya pada Andreas Jonathan.
CEO perusahaan yang masih melakukan koreksi atas kerjaan kantor yang dikirimkan Alexander kepadanya itu, meletakkan gadget di tangannya ke atas meja. Laki-laki muda itu memandang wajah istrinya, kemudian berdiri dan melangkahkan kaki menuju box bayi tempat Altezza.
"Pergilah.. aku akan menjaga Altezz sementara honey ke kamar mandi." dengan suara pelan, Andreas Jonathan meminta Cassandra untuk menuntaskan urusannya di kamar mandi.
"Terima kasih.." Cassandra langsung bergegas menuju ke kamar mandi, di bawah tatapan Andreas Jonathan.
"Altezz.. doakan daddy nak.. Daddy yakin, suatu saat mommy akan bisa membuka hatinya untuk daddy. Semuanya karenamu sayang.." tiba-tiba tidak diduga, Andreas Jonathan mengangkat bayinya ke atas. Altezza yang masih tertidur hanya diam tidak merespon perkataan yang diucapkan Daddy nya.
Tidak lama kemudian, Cassandra sudah menyelesaikan urusan di kamar mandinya. Gadis muda itu kaget melihat suaminya Andreas Jonathan sedang menggendong Altezza, tetapi melihat cara menggendong dan juga melihat Altezza merasa nyaman dalam dekapan suaminya, akhirnya Cassandra tidak menegur suaminya. Gadis muda itu malah berjalan menuju ke atas sofa, dan duduk di atasnya.
Andreas Jonathan tersenyum melihat istrinya yang duduk di atas sofa, perlahan laki-laki itu membaringkan kembali putranya ke dalam box bayi. Setelah memastikan Altezza tetap merasa pulas tidurnya, Andreas Jonathan kemudian berjalan menghampiri istrinya. Melihat laki-laki itu datang mendekatinya, Cassandra berdiri dan hendak meninggalkan laki-laki itu. Namun rupanya Andreas Jonathan bertindak lebih cepat, laki-laki itu langsung memegang Cassandra, dan menarik istrinya untuk duduk di pangkuannya.
"Honey.. jangan tolak aku, Kita ini sudah menikah, kita ini pasangan suami istri, tidak baik jika kita terus berjauhan. Kita harus merekatkan hati kita, agar semakin dekat satu sama lainnya, untuk mengasuh dan mendidik putra kita." Andreas Jonathan berbisik di telinga istrinya.
Hembusan nafas hangat di belakang telinga, tubuh Cassandra merasa merinding. Andreas Jonathan menurunkan wajahnya, dan tanpa permisi laki-laki itu mendaratkan bibirnya di bibir Cassandra. Gadis muda itu kembali merasa terkejut, tidak tahu apa yang akan dilakukannya. bibirnya kaku dan menutup dengan rapat, sehingga bibir Andreas Jonathan tidak bisa masuk ke area bibirnya.
"Honey.. bukalah bibirmu sedikit sayang\, hargai suamimu.." kembali Andreas Jonathan berbisik\, dan tanpa sadar Cassandra membuka mulutnya. Gadis itu terkejut ketika lidah suaminya sudah merangsek ke dalam bibirnya\, dan tanpa sadar Cassandra menikmati pagut**an demi pa**gutan yang diberikan suaminya kepada gadis muda itu.
*********