CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 194 Keamanan Bermasalah



Seusai acara pernikahan Alexander dan Stevie, Andreas Jonathan baru tahu jika ada ucapan selamat dari Armansyah. Laki-laki muda itu meminta anak buahnya untuk mencari florist yang mengirimkan, dan melacak asal usul kedatangan ucapan tersebut. Tampak ketegangan terlihat di wajahnya, karena hotel maupun ball room yang sudah dikerahkan pengawalan dnegan ketat, merasa terbobol dengan munculnya ucapan itu. Andreas Jonathan sengaja tidak mau mengganggu asisten pribadinya yang tengah menikmati masa bulan madu, sehingga menyelesaikan sendiri masalah tersebut.


"Tuan Muda..., ucapan dikirimkan oleh Angelina's Florist. Mereka tidak tahu asal usul dari ucapan itu, karena tidak ada yang aneh dari pesanan bunga tersebut. Tidak ada pesan untuk memberikan material berbahaya, atau apapun yang bisa membahayakan penyelenggara pesta. Jadi pihak florist kemudian mengirimkannya ke hotel tuan muda.." pengawal yang sudah menemukan florist yang membuat dan mengirimkanya, kemudia melaporkan hasil penemuan itu pada tuan mudanya.


Andreas Jonathan diam tidak menanggapi laporan itu. Tiba-tiba muncul kesadaran dalam pikiran laki-laki muda itu, mengingat bagaimana proses tumbuh kembang adiknya Stevie, sebelum bertemu dengannya dan juga papanya Wijaya. Armansyah sepertinya tetap mengakui dalam hati siapa Stevie baginya, sehingga turut berandil bagian dalam pernikahannya, meskipun raganya tidak dapat hadir.


"Baiklah.. kembalilah ke tempat dimana seharusnya kalian bertugas. Tetap perketat keamanan, dengan masuknya ucapan bunga itu ke acara pernikahan Alexander dan Stevie, menandakan jika keamanan kita dengan mudah sudah dibobol oleh pihak musuh. Jangan sampai hal itu terjadi lagi, kalian harus memastikannya.." akhirnya Andreas Jonathan tidak mau memperpanjang masalah tersebut,


Beberapa saat kemudian, laki-laki itu berjalan meninggalkan lokasi ball room, dan kembali ke atas untuk menuju kamarnya di Pant House. Tampak ada garis kelelahan yang terlihat di wajah tampan laki-laki itu,. dan tempat untuk berbagi masalah yang dimilikinya. Selama ini, Alexander menjadi tangan kanan, sahabat dan juga sebagai asisten pribadinya. Namun dalam kondisi masa bahagia  wakil CEO dengan adik kandungnya, Andreas Jonathan berniat tidak akan mengganggu anak muda itu.


"Tuan muda.. tuan muda, apakah saya boleh bertanya..." ketika Andreas Jonathan hendak berjalan menuju pintu lift, tiba-tiba di belakangnya Herlambang sedang berjalan mengikutinya.


Andreas Jonathan berhenti, dan ada tanda tanya melihat karyawan di perusahaannya berani menghentikan langkahnya. Namun tiba-tiba Andreas Jonathan mengingat betapa besarnya jasa anak muda itu bagi istrinya Cassandra, dan juga putranya Altezza. Akhirnya dengan menahan nafas, laki-laki muda itu menunggu dan melihat ke wajah Herlambang,


"Ada apa Herlambang, apakah ada sesuatu hal penting..?" dengan suara besarnya, mata Andreas Jonathan menyelidik melihat ke arah laki-laki di depannya itu.


"Jika penting dan mendesak sepertinya tidak tuan muda, namun saya masih ingat dengan janji tuan muda pada saya. Tuan muda mengatakan jika mengijinkan saya untuk berkunjung ke tempat tinggal tuan muda, dan tadi kata beberapa pengawal jika tuan muda dan sahabat saya Cassandra tinggal di tempat ini. Apakah boleh  saya main ke tempat tuan muda..?" dengan agak pucat melihat bagaimana tuan mudanya bereaksi, Herlambang memberanikan bertanya pada anak muda itu.


CEO PT. Indotrex. Tbk itu mengambil nafas panjang, kemudian dengan wajah lelah dan kesal memandang laki-laki muda itu.


"Ikutlah denganku ke atas, tapi aku tidak akan menjawab hal apapun kepadamu. Cari tahu sendiri apa yang akan kamu dapatkan, tetapi jika kamu memiliki niat jahat, saat itu pula tubuhmu akan tercabik-cabik." dengan nada penuh ancaman, Andreas Jonathan menjawab perkataan Herlambang.


Dengan penuh kesombongan, terlihat Andreas Jonathan berjalan meninggalkan Herlambang. Setelah mendengar kata-kata dari tuan mudanya, Herlambang mengikuti langkah laki-laki itu.


***********


"Luar biasa.. aku sama sekali tidak menyangka, ternyata tempat ini memiliki fasilitas sama dengan kehidupan di bawah. Bahkan aku tidak melihat sedikitpun, dan merasakan jika aku sedang berada di ketinggian, di lantai dua belas seperti ini." Herlambang berbicara pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba anak muda itu melihat pelayan yang sedang membersihkan koridor dekat taman bunga. Merasa tidak akan mungkin mengajukan pertanyaan pada tuan mudanya, laki-laki muda itu berjalan mendatangi pelayan tersebut, untuk bertanya tentang keberadaan Cassandra dan putranya.


"Permisi mbak... apakah saya bisa numpang tanya.." Herlambang menyapa pelayan perempuan itu.


Melihat ada laki-laki muda yang tidak biasa dia lihat bertanya padanya, perempuan muda itu kaget. Seperti ada ketakutan terbayang di wajahnya, dan merasa jika keamanan tempat itu sudah terbobol.


"Hem.. jangan takut mbak, kedatangan saya ke tempat ini sudah mendapatkan ijin dari tuan muda, dan tadi malah beliau mengajak saya kesini. Saya juga kakak angkat dari nona muda Cassandra, dan pernah tinggal bersama ketika nona muda mengandung tuan kecil Altezza." Herlambang segera menjelaskan siapa dirinya, agar pelayan itu tidak menjadi takut melihatnya.


Mendengar penjelasan tersebut, pelayan perempuan itu perlahan baru kehilangan kecemasannya. Karena dari protokol keamanan yang sudah diatur tuan Allexander dan tuan Andreas Jonathan, tidak mungkin akan bisa mengijinkan laki-laki muda itu untuk masuk ke dalam.


"Baiklah mas.. hal apa yang akan anda tanyakan pada saya. Tetapi jangan panjang dan lama-lama, karena saya harus segera menyelesaikan pekerjaan saya.." akhirnya pelayan perempuan itu sudah mengurangi rasa ketakutannya.


"Iya mbak, saya ingin bertemu  dengan nona muda Cassandra, dan juga keponakan saya Altezza. Apakah saat ini mereka ada di dalam..?" tidak mau banyak membuang waktu, Herlambang langsung ke pokok permasalahan.


"Oh itu ya mas.. kalau bertanya tentang nona muda dan tuan kecil saat ini, berarti masnya salah sasaran. Sudah beberapa hari yang lalu, nona muda dan tuan kecil pergi keluar negeri, dengan diantarkan sendiri oleh tuan muda Andreas Jonathan. Negara mana yang mereka tuju, tidak ada satupun dari kami pelayan, bahkan pengawal tidak ada yang boleh mengetahuinya mas. Jadi.. masnya salah sasaran jika bertanya pada saya.." jawaban pelayan perempuan itu seperti melemaskan semangat anak muda itu.


Sebenarnya informasi itu sudah didapatkan sejak tadi di ball room dari pengawal keluarga tuan muda Andreas Jonathan, tetapi anak muda itu tidak begitu mempercayainya. Untuk mengobati rasa penasaran, akhirnya memberanikan diri bertanya pada tuan mudanya.


**********