CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 95 Ke Bogor



Di dalam kamar, dengan tetap saling berpandangan mata, perlahan dan dengan hati-hati, Andreas Jonathan membaringkan tubuh Cassandra di atas king size bed. Gadis muda itu sudah tidak mampu untuk berpikir, karena detak jantung menguasai dadanya sehingga otaknya tidak mampu mencerna informasi. Sambil tersenyum smirk, Andreas Jonathan memberikan kecupan di kening Cassandra, kemudian turun ke dua mata gadis muda itu, dan terakhir memberikan kecupan sekilas di bibir Cassandra.


"Tunggulah honey.. aku akan mandi terlebih dahulu, tunggulah aku. tubuhku masih kotor, karena sudah seharian bekerja di kantor, dan dalam perjalanan pulang.." tiba-tiba Andreas Jonathan menghentikan  gerakannya, laki-laki itu berbisik untuk memberi tahu Cassandra jika akan membersihkan diri terlebih dahulu.


Cassandra tidak mampu menjawab, gadis itu hanya tersenyum malu dan mengganggukkan kepalanya. Jantung dan hatinya kembali berdegup kencang serta berdebar-debar. Ada keinginan alami untuk diperlakukan secara lebih oleh laki-laki itu, sebuah keinginan yang baru kali ini dirasakannya. Pipi gadis itu tiba-tiba memerah ketika mengingat pikiran kotor yang berkelebat dalam pikirannya. Meskipun sudah tiga bulan lebih mereka menikah, baru kali ini suaminya memperlakukannya dengan intim seperti tadi.


Tidak lama kemudian\, pintu kamar mandi terbuka dan ANdreas Jonathan keluar dari dalam kamar mandi\, hanya dengan sebuah handuk melilit di pinggangnya. Dada laki-laki itu dibiarkan terbuka dan te***lanjang. dengan struktur dada kotak-kotak seperti enam roti sobek tersusun di dada bidang Andreas Jonathan. Kembali pipi Cassandra merah menahan malu\, dan hatinya kembali berdesir melihat pemandangan yang memabukkan itu.


"Honey.. aku tidak bisa menahanmu jika kulitku bersentuhan denganmu sayang.." kembali bisikan dan tiupan lembut di belakang telinga gadis itu, dilakukan oleh Andreas Jonathan.


"Arrghh.. kak Andre.." de**sahan terlolos dari bibir gadis itu, ketika lidah Andreas Jonathan menjilat belakang telinganya beberapa kali.


Suara de**sahan yang keluar dari bibir Cassandra, memacu adrenalin Andreas jonathan, dan seakan memompa hasrat purba dalam dirinya. Lidah Andreas terus menjulur dan menjilat setiap kulit gadis itu, dan tidak lama kemudian lidah itu sudah menyergap masuk ke mulut gadis itu.


"Honey.. kamu maduku honey.." kembali bisikan serak terlontar dari bibir Andreas Jonathan, sebelum lidahnya masuk menerobos dan membelit lidah Cassandra. Ciuman dan pa**gutan berpalun terjadi ketika dua bibir itu saling mendekat dan saling menyatu. Saliva pasangan suami istri itu saling menyatu, dan hal itu berlangsung selama beberapa saat, dan baru dilepaskan ketika nafas keduanya mulai tersengal.


Bibir Andreas Jonathan merambat turun dari bibir gadis itu, kemudian merambah area leher jenjang Cassandra yang tidak pernah tersentuh oleh laki-laki. Gadis itu sudah tidak bisa bertahan lagi, apalagi ketika tangan Andreas mulai melepaskan kancing baju yang dikenakan Cassandra satu persatu. Nafas Cassandra tidak teratur, pandangan mata kabur yang akhirnya diputuskan untuk ditutup, dan bibirnya tidak berhenti mengeluarkan lenguhan dan de**sahan, terutama ketika lidah itu berada di tulang selangka dan berhenti beberapa saat disana.


"Honey.. apakah kamu mengijinkanku sayang.. aku sudah tidak bisa menahannya lagi..." Andreas Jonathan melepaskan gerakannya, kemudian meletakkan kedua tangan di rahang kanan dan kiri Cassandra, dan dengan suara serak serta mata sayu bertanya pada gadis itu.


Cassandra tidak mampu untuk bertatap mata dengan suaminya, namun sebelum mengalihkan pandangan, Cassandra menganggukkan kepalanya dengan mantap. Merasa mendapatkan ijin dari istrinya, Andreas Jonathan melanjutkan aktivitas untuk melakukan eksplorasi ada setiap jengkal kulit tubuh Cassandra.


************


Keesokan harinya


Melihat Andreas Jonathan sudah berangkat ke perusahaan dengan dijemput oleh Alexander, Nyonya Sandrina mengatur janji dengan Jennifer untuk berangkat ke tempat paranormal. Kedua perempuan itu berniat untuk mendapatkan jawaban atas dugaan mereka, jika Cassandra menggunakan pengaruh secara mistis untuk mendapatkan Andreas Jonathan. Tadi malam Jennifer sudah mengatur janji dengan paranormal tersebut, karena gadis itu sudah mengenal sebelumnya. Jennifer dan beberapa teman gadisnya juga mendatangi paranormal itu, ketika mereka memutuskan untuk mencoba mencari peruntungan untuk menjadi seorang artis.


"Tante.. apakah kak Andre sudah berangkat kerja tante..?" setelah Jennifer sampai di ruang tengah, gadis itu bertanya pada Nyonya Sandrina.


"Syukurlah.. jika begitu kita langsung berangkat saja tante. Khawatir jika nanti hujan, karena tempat tinggal paranormal ini ada di kota Bogor tante, yang terkenal sebagai kota hujan." Jennifer segera mengajak mamanya Andreas Jonathan untuk segera berangkat.


"Baiklah jika begitu, ayuk.."


Kedua perempuan itu kemudian bergegas keluar dari dalam mansion, dan karena ada rasa kekhawatiran jika ada orang yang mengetahui niat buruk mereka, Jennifer dan Nyonya Sandrina memutuskan untuk tidak mengajak sopir. Jennifer menyopiri sendiri mobil yang dibawanya, dan mamanya Andreas Jonathan duduk di sampingnya. Setelah penjaga mansion membukakan pintu gerbang, mobil yang dikendarai Jennifer itu langsung melesat pergi meninggalkan mansion.


"Apakah kamu hafal jalan menuju ke kota Bogor Jenni..?" Nyonya Sandrina merasa ragu dengan kemampuan menyopir Jennifer.


"Percaya pada Jenni.. tante. Beberapa kali, Jenni pernah diajak sama teman-teman seprofesi untuk menemui paranormal itu tante. Jangan khawatir.. Jenni sangat hafal jalannya untuk menuju kesana." sahut Jennifer dengan tetap mengemudikan mobilnya.


Nyonya Sandrina terdiam, takut jika obrolannya dengan Jennifer akan mengganggu konsentrasi gadis itu dalam menyetir. Akhirnya perempuan paruh baya itu hanya memperhatikan jalan di depan, yang akan dilewati oleh Jennifer. Gadis itu memahami apa yang dilakukan oleh nyonya Sandrina, tetapi gadis itu tidak mempedulikannya.


Setelah hampir dua jam perjalanan karena mereka terkendala macet, akhirnya mobil yang disetiri Jennifer masuk ke sebuah pedesaan. Tetapi setelah mereka berada di tengah desa, Jennifer tidak menghentikan mobilnya. gadis itu masih terus menyetir dan mencoba mengingat-ingat jalan yang akan mereka lalui.


"Apakah masih jauh Jenni..?" dengan sedikit panik, Nyonya Sandrina bertanya pada gadis itu.


"Tidak akan lama lagi tante, kira-kira satu pengkolan lagi setelah desa ini, kita baru akan menemukan rumah orang pintar tersebut.." Jennifer menjawab pertanyaan perempuan paruh baya itu.


Nyonya Sandrina kembali diam, dan setelah mereka melewati jalanan di tengah desa itu, akhirnya mereka masuk ke areal persawaha. Tidak lama kemudian, setelah area persawahan terlewati, Jennifer menyetir dalam kondisi jalanan menanjak, dan setelah satu putaran, perlahan Jennifer membawa mobilnya memasuki sebuah gerbang yang sudah terbuka, seakan-akan sudah menunggu kedatangannya.


"Kita sudah sampai Jenni..?" karena Jennifer menghentikan mobilnya, Nyonya Sandrina bertanya pada gadis muda itu.


"Benar tante.. kita turun saja dan langsung menuju ke teras, Jenni yakin pak paranormal sudah menunggu kita.." jawab Jennifer sambil membuka central lock, kemudian membuka pintu mobil. Kedua perempuan itu segera turun dari dalam mobil.


**************