CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 277 Salah Strategi



Seperti yang tadi dikatakan pada Stevie, menjelang sore Alexander mengajak istrinya untuk berkunjung ke mansion kakak iparnya. Begitu maid membukakan pintu, pasangan suami istri itu segera masuk ke dalam dan bertanya pada maid yang menyambutnya itu ada dimana keberadaan kakak iparnya.


"Tuan muda dan nona muda sedang berada di halaman belakang tuan Alex.. Tadi tuan kecil mengajak papanya untuk melihatnya bermain sepeda, jadi bersama dengan nona muda ke belakang untuk menemani tuan kecil.." sambil membungkukkan badan, maid menanggapi pertanyaan dari adik ipar tuan muda.


"Sayang.., kita langsung ke belakang saja, bergabung dengan kak Andre dan Cassandra disana.." Alexander segera memegang bahu istrinya, dan keduanya kemudian berjalan menuju ke pintu belakang. Maid juga segera meninggalkan ruangan itu, dan kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan.


Baru saja pasangan suami istri itu keluar, terlihat di depan mereka Altezza sedang menaiki sepeda dengan ditemani oleh pengawal. Di pinggir kolam, terlihat Andreas Jonathan sedang duduk sambil memangku Fazwan, dan istrinya Cassandra duduk di dekatnya. Melihat keduanya datang, terlihat fokus pandangan dari kakak iparnya melihat ke arah mereka berdua.


"Hai Auntie Stevie.., Uncle Alex... kemari bergabung dengan kami disini. Kita sedang melihat bagaimana Altezz naik sepeda, ternyata sudah lancar.." Cassandra segera berteriak memanggil keduanya untuk datang mendekat. Stevie langsung datang menghampiri kedua kakaknya.


"Fazwan...gendong auntie yukk.., dah lama kita ga bertemu.." Stevie mengulurkan tangan ingin mengambil keponakannya dari gendongan kakak kandungnya, namun dengan cepat Andreas Jonathan melarangnya.


"Sadar diri dengan perut buncitmu.. aku tidak akan ijinkan Fazwan bersamamu untuk saat ini. Terlalu beresiko tinggi.." ucap Andreas jonathan dengan judesnya.


"Aaawww... kak Sandra please, tolong Stevie...!" Stevie langsung merajuk, dan minta tolong pada kakak iparnya.


Cassandra tersenyum, kemudian mengambil Fazwan dari pangkuan suaminya dan mendudukkan di pangkuannya sendiri.


"Sini Stevie... benar yang dikatakan kakakmu. Perutmu saat ini sudah besar, jika terjadi guncangan akan bisa menyebabkan kontraksi, jadi tidak boleh untuk angkat-angkat yang berat dulu. Stevie duduk disini saja, di dekat kak Sandra, kan bisa pegang Fazwan juga.." sambil memangku Fazwan, Cassandra menepuk space kosong di sampingnya.


Stevie terdiam, tapi beberapa saat akhirnya perempuan muda itu akhirnya bisa mengerti dan menyadarinya. Melihat istrinya sudah duduk di samping Cassandra, dan tangannya memegang jari-jari tangan Fazwan, ALexander tersenyum. Andreas Jonathan sepertinya menyadari jika Alexander akan menyampaikan sesuatu yang penting kepadanya. Laki-laki muda itu kemudian berdiri, dan meninggalkan istrinya. Alexander menepuk bahu Stevie, memberi tahu pada perempuan itu, dan kemudian berjalan mengikuti kakak iparnya.


"Tidak perlu kepo kak Sandra... Stevie tahu apa yang akan mereka bicarakan. Paling agar kita para istri tidak merengek untuk ikut dengan mereka ke Indonesia, tepatnya di pulau Bali." tanpa ada yang bertanya, Stevie memberi tahu kakak iparnya.


"Pulau Bali.. apa maksudmu Stevie..? Apakah akan ada rencana liburan ke pulau Bali, tanpa kak Andre memberi tahuku.." Cassandra penasaran, dan mengejar adik iparnya itu.


"Bukan begitu kak,,, tapi itu rencana perusahaan. Tadi ada salah satu perwakilan dari perusahaan di Jakarta memberi tahu kak Alex, jika perusahaan akan mengadakan meeting, FGD sekaligus acara healing untuk para manajer di bawah PT. Indotrex. Tbk. Tetapi keinginan dari Jakarta, bukan hanya para manajer saja, melainkan semua anggota keluarganya juga ikt sehingga ada kebersamaan dengan para keluarga lainnya." akhirnya Stevie menceritakan apa yang tadi didengar dari suaminya.


*********


Sampai malam hari menjelang tidur, Andreas Jonathan tidak bicara apa-apa pada istrinya Cassandra. Padahal perempuan muda itu sejak tadi ingin membuka pembicaraan hal itu, tetapi suaminya terlihat tidak berbicara sedikitpun. Cassandra terlihat gelisah, perempuan muda itu masih duduk di sisi ranjang. Padahal biasanya, jika Fazwan dan Altezz sudah tidur, Cassandra segera akan mengikuti mereka untuk istirahat di kamarnya sendiri. Namun demi ingin mengatakan keinginannya untuk datang ke Indonesia, Cassandra rela menunggu suaminya mengajaknya untuk bicara.


"Mmm.. kak Andre.., sudah malam, kenapa kak Andre belum beristirahat.." melihat suaminya yang masih fokus pada gadget di tangannya, Cassandra mencoba mengajak laki-laki itu untuk berkomunikasi.


"Masih ada yang perlu aku bereskan honey, tidurlah dulu jika sudah mengantuk.." tetapi terdengar Andreas Jonathan tidak menggubrisnya, karena menanggapinya tetapi tidak mengalihkan pandangan dari gadget di depannya.


Cassandra terdiam, dan mencoba menunggu untuk bersabar sampai suaminya selesai bekerja. Namun.. sampai beberapa waktu berlalu, laki-laki itu masih mengacuhkannya, dan Cassandra sudah menjadi tidak sabar untuk mengajaknya berbicara.


"Hemm... aku harus menggoda suamiku malam ini.. Biarlah tabu, kan kami sudah menikah, tidak masalah bukan jika sekali ini saja aku yang memulai lebih dulu.." dengan muka merah, Cassandra berpikir sendiri. Hanya dengan cara yang terlintas dalam pikirannya barusan, akan berhasil meluluhkan hati suaminya.


Tiba-tiba Cassandra berdiri di samping suaminya, kemudian melepaskan kimono satin di bagian luarnya. Aroma tipis parfum yang dikenakannya menyapu indera penciuman dari laki-laki muda itu. Dengan mata menyipit, Andreas Jonathan mengangkat wajahnya ke atas dan dengan mata redup laki-laki itu melihat ke arah istrinya dengan penuh keinginan.


"Honey... what are you doing ..?" dengan mata berbinar, Andreas Jonathan segera melemparkan gadget dan berdiri memegang kedua bahu istrinya, Kulit putih bersih Cassandra yang ada di depan matanya, tidak bisa mengalihkan pandanganya. laki-laki itu menundukkan wajah, dan memberikan ciuman di bahu terbuka istrinya.


"Hmmph... sshhh... kak..." Cassandra yang pada awalnya hanya ingin menggoda suaminya, kali ini malah dialah yang menikmati sentuhan dari Andreas Jonathan. Nafas lembut suaminya ketika terpapar di leher gadis muda itu, tanpa sadar membuatnya terlena.


"Honey mau menggodaku.." dengan pandangan sayu, dan suara serak Andreas Jonathan segera bergerak aktif. Dengan satu tangannya, laki-laki muda itu mengangkat pinggang Cassandra kemudian membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang. Perasaan mati rasa, dan tidak tahu apa yang akan dilakukannya melanda Cassandra. Saat ini, perempuan muda itu hanya memejamkan mata, dan beberapa kali mulutnya mengeluarkan de**sahan yang menambah panas suasana di dalam kamar itu.


"Aku akan membawamu ke tempat yang honey inginkan..." setelah berbisik. Andreas Jonathan segera beraksi. Laki-laki muda itu terus menghujani tubuh polos istrinya dengan ciuman dan kecupan, dan Cassandra hanya bisa merintih dan mende**sah, serta menginginkan sesuatu yang lebih.


*************