CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 275 Rencana Healing



Hari-hari berlalu, dan kesibukan serta keriuhan di mansion Andreas Jonathan sudah menyatu menjadi kehidupan sehari-hari keluarga itu. Cassandra yang memang mudah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan apapun, dengan mudah menikmati pekerjaan sebagai seorang anak yang merangkak usianya menuju ke arah remaja, dan dari seorang bayi yang akan menanjak menjadi seorang anak kecil. Andreas Jonathan, seorang tuan muda yang dalam masa kecilnya tidak menikmati masa-masa seperti kedua putranya, juga sangat menikmati hal-hal baru dalam kehidupan dengan wanita yang sangat dicintainya.


"Honey... hari ini aku pulang agak malam, karena harus ke Zurich untuk pertemuan dengan mitra perusahaan dari Perancis. Kebetulan Tuan Edward sedang berlibur dengan keluarganya di negara ini, kemudian mengajak bertemu untuk membicarakan renacana launch produk baru di negaranya. Alexander juga ikut mendampingiku nantinya.." setelah sarapan pagi, sebelum berangkat bekerja, Andreas Jonathan memberi tahu rencananya hari ini pada istrinya.


"Tidak masalah kak, anak-anak juga penurut sama Sandra jika kak Andre tidak ada di rumah.. Mereka sepertinya tahu, jika mommy mereka tidak didampingi suster pengasuh seperti dulu, ketika ALtezz masih kecil.." tanpa ada maksud apapun, Cassandra menanggapi ucapan suaminya,


"Bagaimana jika aku datangkan suster pengasuh hari ini, dari dulu honey selalu menolaknya sejak suster pengasuh Altezz kembali ke Indonesia.." ternyata Andreas Jonathan memiliki persepsi lain. Laki-laki muda itu berpikir jika istrinya kecapaian mengasuk dua putra mereka.


"Eits.. untuk apa kak, Sandra sangat menikmati peran Sandra sebagai mommy bagi mereka. Sangat menyenangkan dan menghibur hati Cassandra ketika bisa bermain, menyentuh kelembutan kulit mereka, dan menemaninya dalam keadaan apapun. Lagian banyak maid yang siap siaga untuk membantu dan melayani kita. Tidak perlulah kak.." selalu dengan alasan yang sama, Cassandra menolak tawaran suaminya.


"Ya sudah... terserah honey sajalah, karena honey sendiri yang menjalani dan mengukur kekuatan diri sendiri. Hanya saja, aku tidak ingin mendengar istriku kelelahan atau kecapaian. Cepat katakan padaku, jika honey mengalami kelelahan fisik maupun psikhis.." sambil menatap ke wajah istrinya, Andreas Jonathan mengikuti keinginan Cassandra.


Perempuan muda itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Melihat suaminya sudah selesai menikmati sarapan paginya, Cassandra segera mengambilkan air minum untuk penghilang dahaga. Laki-laki itu kemudian mengambil gelas dan meminumnya beberapa teguk.


"Sudah cukup honey.. aku akan segera berangkat. Panggil putra kita, aku akan mengucapkan selamat tinggal pada mereka," Cassandra segera berdiri dan berbalik badan meninggalkan ruang makan sebentar. Tidak lama kemudian, perempuan muda itu sudah datang sambil mendorong stroller Fazwan, dan disamping stroller terlihat Altezza juga datang sambil tangannya memegangi stroller adiknya.


Andreas Jonathan duduk berjongkok dan memegang stroller, kemudian melihat ke arah Altezza..


"Altezz.., Fazwan.. papa mau berangkat kerja, tapi untuk hari ini papa harus pulang malam, dan papa tidak tahu akan sampai rumah jam berapa. Uncle Alex juga akan bersama dengan papa, jadi papa harap... terutama Altezz ya karena lebih besar dari Fazwan. Jaga mommy, dan jangan buat masalah untuk mommy ya.." sambil tersenyum, Andreas Jonathan mengusap kepala ALtezza.


"Iya pap... jangan khawatir, Altezz sudah besar dan akan membantu mommy, serta menjaga mommy dan adik Fazwan.. Papa harus bekerja untuk mencari uang yang banyak..." dengan lucunya, Altezza menanggapi kata-kata yang diucapkan papanya.


Cassandra tersenyum melihat interaksi suami dan putra pertamanya. Andreas Jonathan kemudian memegang Fazwan kemudian mengangkatnya ke atas. Setelah memberikan ciuman ke pipi kanan dan kiri bayi kecil itu, laki-laki muda itu kemudian meletakkan kembali Fazwan ke dalam stroller.


************


Di Jakarta


Herlambang terlihat sibuk, karena selama tidak adanya tuan muda ANdreas Jonathan dan tuan Alexander, tidak tahu alasannya anak muda itu diminta untuk handle semua urusan perusahaan yang ada di Indonesia. Tetapi laki-laki muda itu tidak kemudian menjadi sombong atau jumawa, dan memanfaatkan peluang yang diperolehnya saat ini. Meskipun keputusan yang bisa diambil alih tanpa persetujuan tuan mudanya, namun laki-laki muda itu tidak mau melanggar batasan. Keputusan apapun yang diambilnya, selalu dikonsultasikan dan diinformasilkan pada Tuan muda dan tuan Alexander,


"Pak Herlam.. bagaimana rencana untuk menyelenggarakan rapat besar tahun ini. Karena tidak hanya perusahaan PT. Indotrex. Tbk yang ada di Indonesia saja yang akan menghadiri pertemuan, namun semua anak cabang termasuk yang berada di luar negeri ikut datang untuk menghadiri rapat ini.." manajer operasi berkonsultasi pada Herlambang. Di awal-awal penyerahan delegasi wewenang pada Herlambang, memang terjadi cibiran dan penolakan dari berbagai lini dalam organisasi. Namun seiring berjalannya waktu, melihat kepiawaian dan keluwesan Herlambang, ternyata anak itu memang sangat bisa untuk diandalkan.


"Terima kasih sudah mengingatkan kembali.. Menurut rencanaku, tapi kalian bisa memberikan koreksi jika ada yang kurang tepat. Aku berencana akan mengadakannya di pulau Bali, alasan aku memilih tempat itu ada beberapa. Pertama, wilayah Bali tidak begitu luas, sehingga kita bisa menyiapkan keamanan berkeliling di pulau tersebut. Kedua, para wakil perusahaan dari negara lain bisa menikmati keindahan pulau tersebut, sehingga tujuan utama mereka tidak hanya untuk meeting, namun juga menikmati keindahan alam wisata di negara kita. Akan ada pemasukan  devisa bagi negara kita.. Tapi aku juga belum menyampaikan rencanaku dengan tuan muda Andreas, dan juga tuan Alex sih.." Herlambang memberikan tanggapan.


"Setuju pak Herlam.. tidak hanya itu sebenarnya. kita dan tim di PT. Indotrex. Tbk jarang mengadakan acara healing seperti ini. Untuk beberapa hari, ada baiknya SDM kita Off kan sementara, tetapi kita kasih mereka untuk sejenak me refresh otak mereka dengan kegiatan ini.." salah satu manajer menimpali perkataan Herlambang,


Beberapa orang di dalam ruangan itu kemudian membicarakan secara teknis, bagaimana pelaksanaan forum grup discussion yang akan  mereka desain dengan kegiatan healing. Di akhir pertemuan mereka, Herlambang yang diberikan peran sebagai nara hubung untuk menyampaikan rencana mereka dengan tuan muda mereka Andreas Jonathan. Anak muda itu bisa dengan mudah berkomunikasi dengan siapapun, sehingga dalam penilaian mereka, Herlambang akan bisa dengan mudah menyampaikan rencana mereka pada Tuan muda.


"Hemm... kenapa harus saya ya, padahal di ruangan ini banyak senior yang sudah paham bagaimana karakter dari tuan muda. Apakah kalian tidak khawatir jika semua akan menjadi sesuatu yang runyam, jika saya yang harus menyampaikannya." sambil merendah, Herlambang menyampaikan penolakan dengan cara yang halus.


"Tidak perlu ada penolakan mas Herlam.. kamulah yang paling kita harapkan. Kamu orang yang dengan mudah bisa mempengaruhi orang lain dengan kharismamu. Kami semua yakin, akan dengan mudah tuan muda Andreas Jonathan akan menyetujui konsep yang akan kamu sampaikan. Good luck.. kami bersamamu di belakang Herlam.." Herlambang tidak bisa berbuat apapun, melihat kekompakan teman-temannya menjerumuskan.


*********