CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 21 Barang-barang Mahal



Tanpa berkedip, Andreas Jonathan menatap wajah cantik Cassandra yang sudah mengalami make over. Wajah gadis itu dengan penampilan fashionnya mengalahkan artis ibukota yang sudah memiliki nama. Alexander tersenyum, laki-laki itu tidak mengganggu tuan mudanya terkagum-kagum melihat kecantikan penampilan dan wajah Cassandra.


"Kemana tujuan kita sekarang tuan muda.., apakah kita jadi pergi ke supermarket..?" Cassandra yang merasa bingung dengan ekspresi tuan mudanya, gadis itu mencoba mengajak bicara laki-laki itu. Karena ketika gadis itu mencoba konfirmasi dengan Alexander, laki-laki itu malah hanya mengangkat kedua bahunya ke atas.


"Ikuti saya.." tidak banyak bicara, Cassandra malah terhenyak seperti tanpa sadar, Andreas Jonathan menarik tangan Cassandra kemudian membawa gadis itu ke Pancious Restaurant Senayan City.


Tapi baru beberapa langkah mereka masuk ke restaurant, tiba-tiba ada seorang gadis berlari dan langsung memeluk Andreas Jonathan. Cassandra langsung melepaskan dirinya dari tangan laki-laki itu, dan gadis itu mundur beberapa langkah ke belakang untuk menjauh dari Andreas Jonathan. Setelah melihat siapa gadis yang memeluk, ternyata Jennifer. Tuan muda mengibaskan pelukan dari Jennifer dan melihat ke belakang, terlihat marah dengan Cassandra.


"Siapa yang mengijinkanmu pergi mundur ke belakang.." suara penuh intimadasi terdengar di telinga Cassandra. Gadis itu dengan wajah panik, memberanikan diri menatap wajah Andreas Jonathan.


Jennifer terhenyak, gadis itu melihat ke belakang mengikuti arah Andreas Jonathan menatap ke belakang. Melihat gadis cantik dengan penampilan elegan, Jennifer mengerutkan dahi. Gadis itu seperti mengenali perempuan yang datang bersama tuan muda, tetapi pikirannya tidak bisa menebak siapa perempuan itu. Dengan muka judes, Jennifer memandang wajah Cassandra.


"Alex.. aku jadi malas makan di resto ini, kita ganti restaurant saja.." melihat kemunculan Jennifer, mengurangi mood Andreas Jonathan makan di Pancious Restaurant Senayan City. Cassandra menengok ke arah jarum jam untuk melihat waktu, dan ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.00 wib. Berpikir tentang tujuan utamanya, Cassandra memberanikan diri menyela pembicaraan tuan muda dan wakit CEO perusahaan.


"Tuan muda.. tuan Alex.. menurut saya, apakah tidak sebaiknya kita langsung ke supermarket saja. Sandra khawatir, jika kita mencari tempat makan, supermarket sudah terlanjur tutup. Jadi Cassandra tidak jadi membeli vegetables untuk mengisi kulkas di apartemen." Cassandra menyampaikan apa yang diinginkannya.


Andreas Jonathan melihat sejenak ke arah gadis itu, tetapi tidak diduga, akhirnya laki-laki itu menerima keinginan gadis itu. Tanpa memberi tahu Alexander, Andreas Jonathan kembali berjalan mendatangi Cassandra kemudian menarik tangannya membawa gadis itu menuruni escalator. Sambil senyum-senyum sendiri, Alexander mengikuti dua orang di belakang mereka.


Tiba-tiba Jennifer akhirnya menyadari jika yang diajak oleh tuan muda Andreas dan Alexander adalah sekretaris eksekutif perusahaan, dan hal itu membuat gadis itu menjadi emosi.


"Damn it.. bagaimana bisa perempuan sun**dal itu jalan bersama tuan muda. Mana penampilannya bisa seelegan itu." Jennifer mengumpat dengan nada keras, ketika mengetahui jika gadis itu adalah Cassandra.


"Apakah mereka punya hubungan.. tapi.. no.. no.. no.. mereka pasti sedang ada urusan pekerjaan perusahaan. Jadi mereka dengan terpaksa pergi bertiga, dan untuk mengimbangi penampilan tuan muda dan tuan Alex, sekretaris itu di make over agar tidak memalukan.." Jennifer menyimpulkan sendiri. Betul-betul tampak ketidak sukaan di wajahnya melihat Andreas Jonathan berlalu dengan menarik pergelangan tangan Cassandra.


********


Di supermarket tanpa bertanya dan bicara apa-apa, Andreas Jonathan mengambil barang-barang berkualitas tinggi dan memasukkan ke dalam trolly. Cassandra berpikiran positif, jika laki-laki itu hanya mengambil barang dan menitipkan di trolly yang dibawa Alexander. Tetapi yang membuat gadis itu terdiam, ketika dirinya mengambil barang dengan melihat harga diskon, tanpa bertanya apapun, barang itu akan dikeluarkan oleh Andreas Jonathan,


"Kenapa ini dikeluarkan tuan muda.., atau kita berpisah trolly saja, jika tuan muda merasa berkeberatan kalau barang kita tercampur." sambil bertanya, Cassandra berjalan mundur untuk mengambil trolly untuk menaruh barang-barang dipilihnya.


"What.. tapi tuan Alex.. Barang-barang yang diambil tuan muda adalah barang-barang impor, harganya hampir sepuluh kali lipat dari barang-barang produk lokal. Dari mana saya memiliki uang untuk membayarnya tuan.. Please deh.. lihat dompet saya.." dengan nada kesal, Cassandra memprotes tindakan arogan itu.


"Berisik.. siapa yang tadi mengajak ke supermarket duluan. Kita harus segera makan malam.." bukannya mendapatkan penjelasan, tuan muda malah bicara dengan nada lebih tinggi.


Akhirnya Cassandra hanya mengambil nafas panjang, dan berniat untuk belanja sendiri di minimarket Indoma**ret yang ada di dalam komplek apartemen. Cassandra hanya mengambil kebutuhan pribadinya yaitu kapas, dan pembalut wanita. Tanpa bicara, gadis itu berjalan menuju ke kasir dengan maksud untuk membayar barang belanjaannya.


"Sudah cukup Sandra barang-barang yang dibawa ke apartemen..?" tiba-tiba suara Alexander mengagetkan Cassandra yang akan menuju ke kasir.


"Ini saja tuan Alex.. besok saya tak belanja sendiri, jika belanja saya ternyata mengganggu belanjaan tuan muda." tanpa menutupi kekesalannya, Cassandra menjawab perkataan Alexander.


"Ha.. ha.. ha.., what happend Sandr..? Tuan muda itu memilih barang bagus dan berkualitas bukan untuk kebutuhan di mansion tuan muda, tetapi itu semua dipilihkannya untukmu. Bangga dong, setinggi itu tuan muda menghargaimu.. jarang lho ya tuan muda sampai mau menemani seseorang bahkan perempuan berbelanja di supermarket." Alexander tertawa terbahak.


"Apa tuan Alex.. harus bangga.. what??? Sudah ah.. malas saya harus berdebat dengan tuan Alex. Saya mau ke kasir duluan saja, mau membayar barang-barang ini." Cassandra menunjukkan barang-barang yang ada di tangannya.


Melihat barang yang ditunjukkan oleh gadis itu kepadanya, senyum Alexander mengembang dan tidak mau berkomentar tentang barang-barang itu.


"Barang di tanganmu itu tidak akan pernah terpikirkan oleh tuan muda, begitu juga denganku. Sangat benar sekali jika kamu mengambilnya sendiri Sandra.." sambil menahan senyum, ALexander mengomentari juga akhirnya. Cassandra tersenyum malu, tapi bagaimanapun barang itu merupakan kebutuhan pokok setiap bulannya.


Tidak lama kemudian, Andreas Jonathan berjalan menghampiri mereka, kemudian menatap ke wajaj Cassandra yang terlihat kebingungan.


"Sudah cukupkah, jika sudah kita segera keluar dari supermarket. Kita akan keluar untuk makan malam." tidak diduga, laki-laki itu bisa juga berbicara dengan pelan.


Cassandra hanya menganggukkan kepala, karena tidak tahu apa yang ada di trolly itu memang barnag-barang yang dibutuhkannya. Tetapi karena tidak mau berdebat dengan laki-laki arogan itu, akhirnya Cassandra hanya bisa menganggukkan kepala. Alexander segera mendorong trolly ke kasir, dan untung tidak ada antrian disitu. Dengan cekatan, Alexander segera menurunkan barang, dan kasir segera melakukan scanner.


"Tujuh juta tujuh ratus lima puluh ribu tuan.." mendengar perkataan kasir, Cassandra hanya melongo, dan melihat Alexander mengeluarkan black card dan membayar barang-barang tersebut.


********