CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 30 Perintah



Tepat di lobby apartemen yang ditempati Cassandra, Iwan menghentikan mobil. Security yang mengenal mobil-mobil tuan mudanya, bergegas membukakan pintu mobil. Tanpa mengatakan apapun, tiga orang di dalam mobil segera keluar dan melangkah menuju ke dalam apartemen. Customer service segera keluar dan mengikuti mereka sampai ke depan lift.


"Tuan muda.. tuan Alex.. wardrobe untuk tuan berdua, sudah kami masukkan ke dalam ruangan apartemen yang ditempati nona Cassandra." mendengar perkataan customer service tersebut, Cassandra merasa kaget. Bagaimana bisa, tanpa meminta ijin pada penghuninya, customer service itu bisa memasuki kamarnya tanpa ijin. Melihat ekspresi wajah Cassandra yang menahan geram, Alexander langsung berkata..


"Besok lagi tidak perlu sampai membawanya ke dalam ruangan, Tunggu sampai kami datang, atau paling tidak nona Cassandra ada di tempat. Tidak sopan, masuk ke ruangan seseorang tanpa meminta ijin terlebih dulu.." teguran Alexander sedikit melegakan hati Cassandra, Berarti customer service itu melakukan improvisasi sendiri, tanpa perintah dari atasan mereka.


"Baik Tuan Alex.., maafkan kelancangan saya.." sambil menundukkan kepala, petugas customer service itu meminta maaf. Maksud hati, perempuan itu ingin mengambil hati pemimpin tertinggi perusahaan yang menaungi apartemen tempatnya bekerja, tetapi malah terkena teguran.


Tanpa menjawab kedua laki-laki itu segera bergegas meninggalkan perempuan itu. Cassandra mengambil nafas, kemudian mengikuti dua laki-laki di depannya itu. Tetapi tiba-tiba,.


"Sandra.. kamu baru datang...?" suara panggilan Herlambang mengagetkan gadis itu. Cassandra menoleh ke belakang, dan terlihat Herlambang berjalan ke arahnya dengan menenteng satu tas kresek warna putih di tangannya. Cassandra merasa bingung, setelah tersenyum gadis itu melirik  dua laki-laki yang datang bersamanya.


"Mas Herlam sudah lama berada di ruang tunggu.." Cassandra berjalan ke depan untuk menemui Herlambang.


"Sudah beberapa saat, aku akan mengajakmu makan malam bersama Sandra.., ini aku sudah membawa dua porsi nasi goreng kambing Kebun Sirih, Kebetulan, tadi aku membawa penumpang ke arah sana, jadi sekalian aku mampir untuk membeli dua porsi untuk kita.." Herlambang menunjukkan tas kresek di tangannya,


"Cassandra.. ingat kita harus segera bergegas, tuan Steven pasti sudah akan menunggu kita.." tidak diduga, ternyata ALexander sudah berada di belakang gadis itu, dan mengingatkannya,


Cassandra terkejut dan tidak bisa berbicara, gadis itu seperti bingung menghadapi ketiga laki-laki itu. Di depannya adalah Herlambang yang selalu memberinya pertolongan sejak awal mereka bertemu, sedangkan di belakangnya adalah kedua pemimpin tertinggi di tempatnya bekerja.


"Sandra.. hurry up.." Andreas Jonathan yang sejak tadi diam saja, tiba-tiba dengan suara keras memanggil Cassandra.


"Cassandra ada acara..? berkemaslah Sandra.. aku tidak apa-apa, pergilah." seakan tahu posisi yang sedang dihadapi gadis itu, Herlambang memutuskan untuk mengalah. Meskipun dalam hati, laki-laki itu kecewa, tetapi dengan baik Herlambang bisa menutupinya,


"Terima kasih pengertiannya mas Herlam.., maafkan ya, karena kami ada schedull bertemu client malam ini" sambil menangkupkan kedua tangan di depan dadanya, Cassandra meminta maaf pada laki-laki itu.


Herlambang tersenyum dengan kecut, laki-laki itu kemudian membalikkan badan dan meninggalkan Cassandra dengan dua laki-laki bersamanya. Melihat kepergian laki-laki itu, dalam hati Cassandra seperti memiliki rasa bersalah. Tetapi dia tidak memiliki waktu untuk memikirkannya, gadis itu segera bergegas mengikuti dua atasannya masuk ke dalam lift.


******


Herlambang Flash back On #


Baru saja Herlambang menyandarkan punggungnya di sandaran mobil, tiba-tiba kaca mobilnya diketuk dari luar. Laki-laki itu kemudian kembali meluruskan punggung dan membuka kaca ke bawah.  Terlihat di depannya, dua orang gadis sedang berdiri di luar pintu mobilnya.


"Yap.. mas ini pacarnya Cassandra bukan..?" salah satu dari gadis itu bertanya to the point pada laki-laki itu.


Tanpa berpikir panjang, karena ingin mengetahui ada maksud apa sampai dua gadis itu mendatanginya, Herlambang menganggukkan kepalanya. Mata laki-laki itu memandang wajah dua gadis itu dengan penuh perhatian.


"Ditunggu sampai besok pagipun mas.., Cassandra tidak bakalan muncul lagi di perusahaan ini. Masnya ini apa belum tahu, ataukah memang terlalu polos? Lebih baik memilih untuk merayu CEO dan wakil CEO yang lebih memiliki asset dan kekayaan yang banyak, daripada menunggu masnya datang." dengan sinis, salah satu gadis itu memanasi Herlambang.


"Sebentar, sebentar.., kalian berdua ini bicara apa. Jangan main fitnah dengan Cassandra, gadis itu bukan seperti yang ada dalam otak kalian.." tidak tahu sebabnya, tiba-tiba Herlambang menanggapi perkataan dua gadis itu dengan sengit.


"Itu hak anda mas, percaya atau tidak percaya dengan omongan kita. Tetapi untuk saat ini, Cassandra sudah pergi dibawa CEO dan wakil CEO perusahaan. Hampir semua karyawan di perusahaan ini tahu bagaimana track record gadis itu. Berasal dari kampung.., dengan cara kampungan pula merayu dan memanjat tempat tidur pemimpin tertinggi." sahut salah satu gadis.


"Strategi beb,, untuk bisa bertahan hidup di kota besar seperti ini.. Apalagi kekayaan tuan muda dan tuan Alex tidak akan habis sampai tujuh turunan. Meskipun dengan resiko sih, setelah itu siap-siap saja ditendang." teman satunya ikut berkomentar,


Mendengar kedua gadis itu terus menjelek-jelekkan Cassandra, Herlambang menjadi semakin marah. Keinginannya hanya satu, yaitu mengusir kedua perempuan itu dari hadapannya.


"Maaf mbak.., mbak.. saya tidak memiliki uang receh untuk meladeni kalian berdua. Pergilah dari hadapan saya, atau mungkin ada pesan sponsor yang ingin kalian sampaikan pada saya." dengan wajah jutek, Herlambang berbicara dengan sedikit keras.


"Pelet.. pelet.., paling sudah kena pelet dari Cassandra. Sudahlah.., kita kembali saja, percuma sudah memberi tahu orang yang sudah termakan pelet perempuan gatel itu.." merasa marah ditegur Herlambang dengan nada keras, kedua gadis itu pergi meninggalkan Herlambang sendiri.


Speninggalan dua perempuan itu, Herlambang mengambil nafas panjang untuk menenangkan kembali pikirannya. Laki-laki kemudian turun dari dalam mobil, untuk mencari tahu keberadaan Cassandra. Dia akan menceritakan kabar baik, jika ujian pendadaran yang sudah dilakukannya tadi pagi, berhasil dengan sukses. Meskipun tidak bisa cum laude, namun nilai skripsinya mendapatkan nilai A.


"Selamat sore mas.. bisakah saya numpang tanya..?" dengan sopan, Herlambang bertanya pada security muda yang bertugas di lobby.


"Iya boleh, tentang nona Cassandra kah? Jika iya, nona Cassandra sedang menemani tuan muda dan tuan Ales, untuk menghadiri undangan dari KADIN. Driver nya yang tadi bercerita pada saya.." belum ditanya, ternyata security sudah bisa menebak apa yang akan ditanyakan oleh Herlambang. Hal itu karena hampir setiap sore, laki-laki itu selalu berusaha untuk menjemput Cassandra.


"Betul mas.., terima kasih ya. Jika begitu, saya nanti langsung ke apartemennya saja. Mungkin dari KADIN, Cassandra tidak balik ke perusahaan ini lagi. Terima kasih mas, permisi," dengan sopan, Herlambang berpamitan pada security itu.


Flashback Off... #


*********