
Andreas Jonathan memutuskan untuk pergi ke kota Bandung, hal itu dilakukan karena Alexander tidak bisa mewakilinya untuk pergi ke kota itu. Ada calon rekanan baru yang datang dari Australia dan sedang berlibur di kota ini, ingin bertemu dengannya saat ini. Tanpa banyak kata, begitu melihat Alexander pergi ke luar negeri, laki-laki ini akhirnya menyanggupi dan langsung pergi ke kota ini.
"Aku akan bertemu dengan tuan Smith di kota Dago.." Andreas Jonathan berbicara pada dirinya sendiri.
Laki-laki itu melihat pada gadget yang ada di tangannya, untuk melakukan pengecekan dimana dia akan menemui rekan kerjanya. Untung tadu, Andreas Jonathan mau ditemani oleh dua pengawal dan yang satu sekaligus menjadi sopir dari Jakarta menuju kota Bandung.
"Padma Hotel Bandung, hotel itu menjadi tempat menginap tuan Smith, dan sekaligus menjadi tempat pertemuan." ucap Andreas Jonathan.
"Baik tuan muda.. kebetulan jalan yang kita lalui ini, satu jalur dengan arah tujuan ke Dago. Tidak sampai setengah jam, kita akan sampai di halaman parkir hotel tersebut tuan muda.." dari depan, pengawal sekaligus driver menanggapi perkataan Andreas Jonathan.
Andreas Jonathan tidak menjawab, laki-laki itu malah memeriksa schedull pekerjaan yang lain. Tidak tahu kenapa, akhir-akhir ini Andreas Jonathan sangat antusias dalam pekerjaannya. Pekerjaan di saat dulu banyak dilakukan oleh Alexander, untuk saat ini beberapa ditanganinya sendiri. Hal itu dilakukan, karena Andreas Jonathan ingin mencari kesibukan, dengan berusaha untuk melupakan Cassandra,
Beberapa coretan menggunakan pen tab dilakukan Andreas Jonathan di atas iPad bergambar buah apel itu. Matanya sejak tadi terus terfokus pada layar yang ada di depannya, dan sedikitpun tidak terusik dengan macetnya jalan yang dilewatinya. Tiba-tiba saja, driver sudah menghentikan mobil..
"Tuan muda.. kita saat ini sudah berada di Padma Hotel Bandung. Doddy juga sudah booking satu kamar untuk tuan muda istirahat, dan akan menyambut kedatangan tuan muda di lobby hotel.." driver memberikan informasi pada Andreas Jonathan.
Tanpa menjawab, laki-laki muda itu segera turun dari mobil, karena dengan sigap pengawal sudah membukakan pintu untuknya. Dari arah belakang, tampak pengawal membawakan berkas, dan tas yang dimiliki oleh laki-laki itu. Tampak seorang laki-laki muda, menyambut kedatangan Andreas Jonathan di depan pintu lobby hotel.
"Selamat datang di Dago, tuan muda.. Kamar sudah saya bantu untuk check in kan, jika tuan muda akan memasuki kamar sekarang, akan segera saya antarkan.": laki-laki bernama Doddy menunjukkan acces room di tangannya,
"Andri.. jam berapa kita akan bertemu dengan Mr. Smith.." Andreas Jonathan malah bertanya pada pengawal yang sejak tadi bersamanya.,
"Pukul lima sore tuan muda, saat ini sudah menunjukkan pukul dua lebih lima belas menit." pengawal segera menjawab pertanyaan Andreas Jonathan.
Setelah mendengar jawaban dari pengawalnya, Andreas Jonathan. segera melangkahkan kaki menuju ke arah lift hotel. Tetapi baru beberapa langkah berjalan, Andreas Jonathan menghentikan langkah kakinya. Tatapan matanya seperti memandang wajah seseorang dengan antusias..
"Bukannya laki-laki itu yang selalu melakukan antar jemput Cassandra di perusahaan dulu.. Kenapa dia ada di kota ini, dan juga di hotel ini.." Andreas Jonathan melihat Herlambang yang sedang melintas di sampingnya, dengan penuh pertanyaan. Kembali Andreas Jonathan melihat sekali lagi ke arah laki-laki itu, kemudian melanjutkan perjalanannya.
"Tapi.. jangan-jangan, laki-laki itu sedang bersama Cassandra saat ini.." teringat dengan gadis yang sudah menghantui hari-harinya itu, Andreas Jonathan kembali menghentikan langkah kakinya.
"Andri.. cari informasi tentang laki-laki yang barusan berjalan di sampingku tadi. Bawa dia ke kamar hotelku saat ini juga.." Andreas Jonathan langsung memberi perintah pada para anak buahnya.
"Siap tuan muda.." meskipun tidak tahu apa yang menjadi tujuan dari tuan mudanya, para pengawal segera melaksanakan apa yang diperintahkan Andreas Jonathan.
Di lobby hotel
Herlambang yang ternyata bekerja di hotel Padma ini, merasa sangsi dan ragu dengan pikirannya sendiri. Bukannya laki-laki ini tidak tahu, jika barusan berpapasan dengan mantan boss Cassandra itu. Namun.., Herlambang berusaha meyakinkan jika tidak ada hubungan antara perginya Cassandra dengan laki-laki itu.
"CEO PT. Indotrex, Tbk, tempat Cassandra bekerja dulu, Untuk apa laki-laki itu berada di hotel ini, apakah dia yang menyebabkan sampai Cassandra hamil..?" Herlambang berpikir sendiri. Sambil menundukkan wajah, Herlambang mencoba mengarahkan pandangan ke tempat terakhir tadi dia berpapasan dengan laki-laki itu.
"Tapi mana mungkin.. tuan muda itu tertarik pada Cassandra. Bukankah, kehidupan laki-laki muda itu selalu dikelilingi dengan para wanita cantik. Bahkan artis ibukota saja, juga dekat dan sangat mengharapkan untuk bisa memanjat ranjangnya. Akh.. aku terlalu banyak berpikir berlebihan.." kembali Herlambang menganulir pikirannya sendiri.
Laki-laki itu mengambil ponsel dari saku bajunya, kemudian membuka-buka chat di whattsapps. Merasa tidak ada chat yang penting untuknya, Herlambang masuk ke status whatsapps, dan mulai kepo mencermati status yang dibuat oleh teman-temannya. Tiba-tiba laki-laki itu tersenyum melihat nama Cassandra membuat sebuah status.
"Sayur asam ternyata sangat nikmat untuk dinikmati, maka cobalah berdamai dengan kehidupan yang menurutmu asam.." membaca status itu, muncul rasa hangat di hati Herlambang.
"Gadis itu sepertinya sudah terlahir kembali." Herlambang berbicara pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba muncul keusilan pada diri Herlambang, untuk mengomentari status whatsapps yang ditulis gadis itu.
"Hmm.. rasanya pasti nikmat sekali sayur asam itu, apalagi dimasak oleh seorang gadis cantik, calom mommy, yang bisa membedakan mana yang asam dan mana yang manis.." dengan satu kalimat panjang, Herlambang akhirnya berkomentar atas status yang dituliskan Cassandra,
"Pasti nikmat mas herlam... datanglah di hari Minggu. Menu sayur asem dan ikan asin, akan selalu menunggu kedatangan mas Herlambang. Nanti bisa dinilai, apakah kata-kata yang dituliskan mas Herlambang benar adanya. He.. he.. he.." ternyata dengan cepat Cassandra menanggapi komentar Herlambang.
"Really... selalu tunggu dan nantikan aku calon mommy yang sangat luar biasa," dengan cepat Herlambang kembali menanggapi,
Tanpa disadari, pengawal Andreas Jonathan berdiri dan tampak melihati apa yang dilakukan oleh Herlambang. Tiba-tiba..
"Uhuk.. uhuk.." suara batuk yang disengaja, berhasil membuyarkan fokus Herlambang dari layar ponselnya. Laki-laki muda itu mengangkat wajahnya ke atas, dan dengan heran menatap dua laki-laki muda yang tampak menatapnya sejak tadi.
"Apakah kalian berdua ada perlu denganku?" dengan tanpa merasa bersalah, Herlambang bertanya pada dua pengawal itu.
"Hmm.. mohon maaf karena sudah mengganggu kemerdekaan mas. Tuan muda kami ingin bertemu dengan masnya, apakah masnya mau untuk bertemu barang sebentar saja dengan tuan muda kami.." dengan sopan, salah satu pengawal bertanya pada herlambang.
*********