
Melihat kemarahan Andreas Jonathan, Nyonya Sheilla dan Tuan besar Wijaya menjadi diam tercekat, dan tampak ketakutan di wajah Stevie. Padahal kehidupannya di negara Singapura keras, namun melihat kemarahan kakak kandung yang baru bertemu dengannya belum lama, hati gadis itu merasa remuk. Tiba-tiba rasa takut kehilangan saudara tampak menguasai gadis itu.
"Tenanglah Stevie.. ada aku di sampingmu.." Alexander berbisik di telinga gadis itu, sambil menggenggam tangannya. Wajah pucat Stevie mengindikasikan jika pada gadis itu sedang tidak baik-baik saja, dan untungnya Alexander dengan cepat memahami gejolak padanya.
Cassandra menoleh ke arah adik iparnya, dan perempuan muda itu mendekat kemudian menggandeng tangannya. Alexander segera melepas genggaman tangan pada gadis itu.
"Kita pulang saja dulu, tidak baik jika kita menjadi pusat tontonan disini. Jika mau menyelesaikan masalah, bisa kita lakukan di hotel." Cassandra dengan nada sarkasme segera mengajak Stevie pulang. Perempuan muda itu juga tidak menyangka jika akan terjadi kekacauan di mall antara papa dan mama mertuanya. Alexander melihat punggung dua perempuan di depan yang berjalan meninggalkannya.
Nyonya Sheilla melangkah perlahan, diikuti tuan besar Wijaya di belakang. Ketika melihat Cassandra akan menuju meja kasir, Andreas Jonathan menoleh pada Alexander..
"Nona muda.. saya saja yang membereskan bill nya.." Alexander segera mendahului Cassandra.
"Yap.. terima kasih kak Alex.." Cassandra segera melangkah keluar dari restaurant.
Orang-orang itu sudah tidak memiliki minat lagi untuk berjalan-jalan, ternyata kedatangan tuan Wijaya menghilangkan mood semua orang. Apalagi terlihat kekecewaan di wajah Nyonya Sheilla, dan terlebih Stevie.., karena sedikitpun Tuan Wijaya tidak memandang apalagi mendekatinya. Padahal sudah dipastikan , jika laki-laki itu adalah papa kandungnya. Namun gadis itu juga tidak kemudian bersikap ramah dan mencoba dekat dengan tuan Wijaya, malah hal terbalik yang terjadi padanya.
Andreas Jonathan mengajak istri dan putranya langsung menuju ke arah lobby, dan begitu mereka sudah sampai di depan lobby, ternyata mobil sudah menunggu mereka, Laki-laki muda segera membantu istri dan putranya untuk masuk ke dalam mobil, namun mengabaikan mama dan papanya. Stevie seperti tahu diri, merasa kasihan dengan mamanya, akhirnya gadis itu mendekati perempuan paruh baya itu kemudian mengajaknya masuk ke mobil yang dibawa Alexander. Tinggallah Tuan Wijaya yang akhirnya merasa tidak enak, akhirnya Alexander menunggunya, dan laki-laki paruh baya itu masuk di dalam mobil Alexander.
"Tuan besar... kita akan langsung pulang ke hotel, apakah tuan besar keberatan..?" di perjalanan, Alexander membuka pembicaraan.
"Aku ikut dengan kalian Alex.., aku datang ke mall didrop pengawal, dan aku memintanya untuk kembali pulang mengamankan hotel." tuan Wijaya menanggapi perkataan Alexander. Laki-laki itu kemudian menyandarkan punggung dan kepala di kursi, sambil menurunkan kursi mobil yang didudukinya.
"Siap tuan besar.., kita akan langsung ikuti mobil tuan muda Andre dan nona muda Sandra." sahut Alexander yang segera menjalankan mobil ke arah pulang, Terlihat di depan mereka, dengan kecepatan tinggi mobil yang digunakan membawa keluarga Andreas Jonathan sudah melesat meninggalkan mereka.
Kedua perempuan yang ada di dalam mobil lebih dahulu itu diam, mereka sama sekali tidak ikut campur bicara dalam permbicaraan antara dua laki-laki di depan mereka. Tuan Wijaya terlihat berpikir bagaimana akan memulai pembicaraan dengan mantan istrinya itu. Luka yang ditinggalkan pada perempuan itu terlalu dalam, dan kala itu tuan Wijaya sudah dibutakan dengan keberadaan Sandrina,
********
"Tuan.. kita sudah melihat sasaran dan keluarga memasuki hotel. Mereka dalam formasi lengkap tuan.. hanya saja kami tidak memiliki akses dan sangat sulit untuk masuk ke dalam. Beberapa pengawal tampak berjaga di lobby, dan ketika kami berpura-pura untuk masuk hotel, tempat tinggal keluarga itu tidak bisa sembarangan untuk didekati." terdengar seseorang dari mereka melaporkan dengan menggunakan ponsel,
"Beri pengawasan terus, jika mereka lengah kita akan bergerak. Sudah terlalu lama, mereka besar kepala, aku akan acak-acak keluarga itu..!" seseorang terdengar memberikan arahan.
"Siap tuan.. tapi untuk kali ini kita belum bisa bergerak, kita belum berani untuk kasih tindakan apa-apa. Pengawasan mereka di sekitar hotel tempat mereka tinggal, dan di setiap mereka pergi dan keluar, sepertinya diperkuat oleh Alexander. Orang-orang kita susah untuk menembus penjagaan mereka saat ini.. Asisten pribadi Andreas Jonathan yang bernama Alexander itu ternyata sangat teliti, dan detail dalam mengatur dan menjaga semuanya." lanjut si pelapor.
"Baik.. terus amati keadaan, seperti kataku tadi. Jika mereka lengah, langsung hantam.. kita akan berikan peringatan untuk keluarga itu.." orang langsung mengakhiri panggilan ponselnya.
*********
PT. Infotrex. Tbk
Herlambang yang akhirnya bersedia bergabung dengan perusahaan itu, bisa menunjukkan jika memang dirinya memiliki kapabilitas. Anak muda itu selalu berusaha untuk mencari tahu tentang kabar dari Cassandra, namun ternyata tidak semua orang tahu jika gadis itu sudah menikah dengan tuan muda Alexander Jonathan. Keluarga itu rupanya sangat ketat menutupi pernikahan, dan bahkan informasi kelahiran putra penerus keluarga Andreas Jonathan juga tidak ada yang tahu.
"Cathy.. apakah benar sebagai orang lama, dan juga memiliki posisi penting dalam human resourcer division, Cathy juga tidak punya akses pada keluarga Tuan muda..?" ketika berkesempatan discuss dengan Cathy, Herlambang bertanya pada perempuan itu, Sebenarnya Herlambang hanya ingin tahu tentang keadaan keluarga sahabatnya, bukan untuk mencari-cari kesempatan.
"Herlam.. informasi pernikahan tuan muda dengan Cassandra mantan sekretaris eksekutif di perusahaan ini, tidak ada satupun karyawan yang pernah mendengarnya. Aku tahu, juga karena hanya menduga-duga saja, ketika tuan Alexander memberi perintah untuk memasang lukisan di meeting room, dan ruang kerja tuan muda Andreas Jonathan. Kehidupan tuan muda, sejak dulu memang pernuh misteri Herlam.. Hanya tuan Alexander yang bisa masuk dan mengetahui semua informasi tentang keluarga tuan muda.." Cathy memberikan informasi.
"Untuk apa kamu terlalu ingin mencari tahu tentang kabar dari keluarga tuan muda Herlam.., kamu ini anak baru disini. Harusnya kamu itu cukup berterima kasih, dimana baru beberapa bulan masuk ke perusahaan sudah mendapatkan posisi satu tingkat di bawahku. Jujur Herlam..., menurutku kamu itu terlalu Kepo.." Cathy melanjutkan, dan mengkritik sikap Herlambang.
Anak muda itu tersenyum sinis, berpikir apakah akan memberi tahu bagaimana hubungan kedekatannya dengan nona muda perusahaan itu, dan bagaimana dirinya yang memberikan pertolongan ketika perempuan itu mengandung.
**********