CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 293 Kebahagiaan Lengkap (TAMAT.....)



Setelah tiga hari berada di rumah sakit, akhirnya Alexander membawa kembali istri  dan putranya ke hotel Bulgari. Di Pant House, Andreas Jonathan dan Cassandra sudah menyiapkan pesta kecil penyambutan keponakan dan adik iparnya kembali ke hotel. Yang lebih tampak membahagiakan, ada sepasang suami istri yang turut menyambut kebahagiaan itu, dan senyuman tidak pernah lepas dari bibir mereka.


"Mama... papa.., kalian berdua sudah berada di hotel ini..." melihat kedua orang tuanya berdiri di depannya dengan senyuman manis, Stevie berteriak pada keduanya.


Menyadari kondisi putrinya yang baru saja pulang dari rumah sakit, dan rasa perih belum sepenuhnya menghilang, pasangan suami istri itu segera mendatangi putrinya. Nyonya Sheilla dengan penuh rasa haru memeluk tubuh putrinya, dan tuan Wijaya memeluk tubuh menantunya Alexander.


"Selamat untuk kalian berdua, putri dan menantuku. Kalian saat ini sudah lengkap untuk menyandang sebagai seorang papa dan mama, dengan hadirnya putri kalian berdua. Rawatlah dengan baik, karena akan sulit menjaga dan mengarahkan anak perempuan. Sekali lagi selamat..." dengan suara bergetar, karena tidak percaya di usia tua mereka bisa mendapatkan kebahagiaan yang sangat lengkap, tuan Wijaya menyampaikan ucapan selamat pada putri dan menantunya itu.


"Terima kasih pa... Inshaa Allah kamu berdua akan mewujudkan keinginan papa dan mama. Restui dan doakan kami.." dengan suara pelan dan tercekat, Alexander menanggapi kata-kata dari papa mertuanya,


Perlahan Nyonya Sheilla mengajak putrinya Stevie untuk duduk di kursi. Dengan sigap, Cassandra mengambil bayi mungil yang sangat cantik itu dari tangan adik iparnya. Perempuan muda itu membawa bayi mungil itu, kemudian mengajaknya duduk di sofa. Altezza berlari mendatangi mommy nya yang sedang menggendong adik sepupunya.


"Mommy... adiknya funny mommy... Namanya siapa mommy..?" Altezza duduk di samping mommy nya, dan anak kecil itu banyak bertanya tentang keponakannya.


"Nama adiknya baru dipikirkan Uncle Alex... nanti akan ada acara untuk pemberian nama adik cantik ALtezza ini." dengan sabar, Cassandra menjawab pertanyaan dari putra pertamanya. Fazwan sedang berada di gendongan eyang putrinya Dhini. Andreas Jonathan tersenyum melihat keutuhan keluarganya saat ini.


Terlihat ada kedamaian yang tampak di depannya, dan merasa jika kebahagiaan itu sangat lengkap. Ada harapan di dalam hati laki-laki muda itu untuk membawa semuanya berkumpul menjadi satu di dekatnya. Laki-laki muda itu juga berpikir, dengan mereka berkumpul akan dapat saling menguatkan dan saling membantu jika ada masalah yang menimpa salah satu dari mereka, Andreas Jonathan senyum-senyum sendiri...


"Ada apa kak Andre... apa yang kakak rasakan saat ini..?" melihat senyuman suaminya, Cassandra bertanya dengan suara pelan.


Andreas Jonathan melihat ke arah istrinya, kemudian laki-laki muda itu duduk di sampingnya.


"Aku merasa bahagia honey..  dan kebahagiaan ini akan semakin lengkap, jika kita bisa berkumpul menjadi satu. Aku minta tolong padamu honey, rayu dan ajak mama Dhini serta Armand untuk mau ikut bersama kita di Inter Lakern Swiss. Jadi kita bisa berkumpul menjadi satu, dan tidak terpisah agar kita bisa saling menjaga dan menguatkan.." Andreas Jonathan berucap lirih, menyampaikan keinginan pada istrinya.


"Nanti kak, Sandra akan mencoba menyampaikan dan membicarakan pada mama Dhini, dan juga Armand. Semoga saja mama bisa menangkap maksud baik kita, dan Sandra juga tidak ada kekhawatiran memikirkan mama Dhini dan Armand di Kalasan. Karena mereka juga hanya tinggal berdua disana..." sambil tersenyum pula, Cassandra menyampaikan jawaban yang melegakan hati suaminya.


"Terima kasih honey..."


***********


Setelah mendapatkan pertimbangan dan arahan dari Dokter, bayi mungil perempuan yang bernama Alexien itu diijinkan untuk melakukan perjalanan kembali ke Swiss. Apalagi ketika Alexander mengatakan pada dokter, jika mereka tidak menggunakan pesawat komersil untuk melakukan perjalanan, mereka menggunakan private jet untuk melakukan perjalanan ke negara Swiss. Untuk keperluan pulang ke negara Swiss, Andreas Jonathan memperbarui private jet mereka menjadi Boeing 747-8 VIP, dengan alasan agar semua bisa masuk dalam satu jet.


"Kak Andre.. Sandra sudah bicara dengan mama Dhini dan juga Armand. AKhirnya mereka berdua bersedia, dan akan mengikuti kita untuk pergi ke negara Swiss. Untuk sementara visa yang dimiliki mama dan Armand, hanya visa kunjungan, karena alasan kehabisan form dan bukunya. Tapi segera, setelah kita sampai di Swiss kita akan bisa merubah menjadi Visa bertempat tinggal. Kita bisa mengurusnya di Embassy.." Cassandra menyampaikan berita baik pada suaminya.


"Benarkah honey... terima kasih sekali honey. Karena honey berperan mewujudkan kebahagiaan kita, sehingga semuanya menjadi lengkap.." mendengar kata-kata istrinya, ANdreas Jonathan sampai ternganga karena hampir tidak percaya.


"Kak Andre... Sandra, semua sudah siap masuk ke helikopter. Tapi karena Altezz dan Fazwan ikut bersama kami, kak Andre dan kak Sandra masuk ke helikopter yang ada di belakang.." tiba-tiba Alexander muncul dan mengingatkan mereka untuk segera bergegas.


"Baik kak... berangkatlah lebih dulu, kami akan segera masuk ke helikopter di belakang. Biarkan suster pengasuh anak-anak terbang bersama kami, kak Alex bareng dengan helikopter pertama saja.." Cassandra menanggapi informasi dari suami adik iparnya itu.


"Okay.." ALexander kemudian membalikkan badan, dan meninggalkan mereka berdua. Cassandra dan Andreas Jonathan kemudian mengikuti laki-laki itu.


"Kita langsung masuk helikopter saja honey.. tidak perlu menunggu helikopter pertama itu berangkat.." merasa tujuan mereka sama, Andreas Jonathan mengajak istrinya untuk segera masuk ke dalam helikopter.


Tanpa menjawab, Cassandra segera mengikuti ajakan suaminya. Keduanya segera masuk ke dalam, dan setelah dua majikannya masuk, dua suster pengasuh segera mengikutinya masuk ke dalam. Tidak lama kemudian, dua helikopter itu sudah mengudara untuk menuju ke bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar.


Mereka terbang dalam diam, tapi ada rasa kepuasan, dan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Memiliki dua putra, dengan dikelilingi semua anggota keluarganya, dan bisa hidup di negara dengan tingkat keamanan terbagus di dunia, menjadi sesuatu yang banyak diinginkan oleh keluarga lainnya.


"Honey... keinginan apa yang menurut honey masih kurang.. Mama Dhini dan Armand, papa Wijaya dan mama Sheilla, Stevie dan Alexander, semua sudah berada di sekeliling kita. Apakah masih ada yang belum lengkap?" tiba-tiba Andreas Jonathan bertanya pada istrinya.


Cassandra tersenyum, kemudian..


"Secara materi, kehidupan yang semua sudah kita miliki tidak ada kak Andre... Hanya saja, Cassandra merasa masih ada yang kurang dalam kehidupan kita. Dan jika kita bisa melengkapi dan menunaikannya, maka kebahagiaan sesungguhnya akan dapat kita rasakan.." Cassandra menjawab pelan sambil tersenyum.


Andreas Jonathan mengerutkan kening, bingung dengan perkataan istrinya.


"Apa itu honey.. aku akan segera melengkapinya.." sahut Andreas Jonathan.


"Hemm... terima kasih kak jika kak Andre siap untuk memenuhinya. Sebagai insan dan makhluk beragama kak, kita masih kurang interaksi kita dengan Allah, atau dalam hal agama sering dikatakan sebagai Habluminallah. Sudah saatnya kak, kita untuk mendekatkan diri pada - Nya, dan perlu untuk menjalankan rukun kelima kak, Ibadah Haji.." ucap Cassandra lirih.


Selama ini perempuan muda itu merasa takut untuk mengatakan hal tersebut pada suaminya, namun kini Cassandra merasa yakin untuk menyampaikan hal itu.


"Terima kasih honey... dalam waktu dekat kita akan segera melakukannya." dengan penuh kasih, Andreas Jonathan tersenyum dan memberikan ciuman di kening istrinya.


Pasangan suami istri kemudian kembali berdekatan, dan Andreas Jonathan dengan pasti dan yakin, memeluk tubuh istrinya. Ke depan, pasangan suami istri itu akan melengkapi sisi dari kekurang lengkapan kewajiban hidup mereka di dunia ini.


**********


TAMAT