
Benar apa yang sudah diprediksikan Cassandra, para petinggi KADIN ikut menemui kedatangan Andreas Jonathan dan Alexander. Mereka tampak mengekspresikan kegembiraan mereka, dan ternyata orang-orang dari Dinas Kemenkop serta beberapa dari kantor pajak turut hadir dalam acara tersebut. Melihat datangnya CEO PT. Indotrex. Tbk. yang sebelumnya sangat jauh dijangkau oleh mereka, orang-orang itu tampak takjub, dan merasa akan mendapatkan berbagai kesepakatan dengan pengusaha itu.
"Dari PT. Indotrex. Tbk, mungkin ada yang akan disampaikan, setelah tadi kita dengarkan arahan dari Kementerian, dan Kantor pajak.." Ketua Umum KADIN memberi kesempatan pertama pada PT. Indotrex. Tbk. untuk menyampaikan suara.
"Sandra.. bisa wakili kami berdua untuk berbicara..?" Alexander berbisik pada gadis itu. Memahami CEO perusahaan yang sangat mahal suaranya, Cassandra menganggukkan kepalanya. Sebenarnya sangat besar amanah yang dia tanggung dengan memintanya mewakili perusahaan, tetapi gadis itu tidak mengeluh apalagi menolak permintaan yang disampaikan wakil CEO.
"Terima kasih atas kesempatan untuk kami. Perkenalkan saya Cassandra, sekretaris eksekutif PT. Indotrex. Tbk, yang akan berbicara atas nama CEO kami Tuan muda Andreas Jonathan, dan wakil CEO Tuan Alexander. Pada dasarnya, kami menyambut baik atas itikad untuk mengembangkan UMKM yang sejalur dengan usaha yang dihasilkan oleh perusahaan kami. Namun demikian, ada baiknya bentuk pengembangan kita lakukan dengan melakukan pembinaan, memberikan pelatihan, agar kita bisa memberikan kail dan sedikit stimulus umpan, agar mereka menjadi lebih lihai atau lebih pandai dalam mencari tangkapan." kata-kata tegas yang keluar dari bibir gadis itu, mengejutkan semua yang ada dalam ruangan itu.
"Perusahaan kami siap untuk menampung beberapa UMKM yang in line dengan perusahaan, dan akan memberikan kesempatan pada mereka untuk berkembang bersama. Terkait dengan pajak, mungkin bisa disikapi untuk tidak melakukan pemungutan pajak terlebih dahulu, dan jangan terkesan melakukan ekstensifikasi perpajakan. Mereka perlu kita bina, kita bantu, jika perlu berikan mereka stimulus untuk dapat mengembangkan perusahaan, jangan malah membebani mereka dengan pungutan pajak, yang dapat menghambat pertumbuhan mereka. Tetapi jika pajak akan ditetapkan pada perusahaan besar, it.s okay.. semua tidak akan menjadi masalah." lanjut Cassandra.
Semua terdiam mendengar kata-kata tegas yang disampaikan oleh gadis itu, beberapa saat kemudian, orang dari kantor pajak menyela percakapan.
"Bisa diperjelas apa maksud perkataan nona Cassandra, apakah nona berpikir jika pajak itu bisa menghambat pertumbuhan UMKM..?" salah satu perwakilan dari KPP turut bicara. Laki-laki itu memandang Cassandra.
Cassandra tersenyum mendengar pertanyaan itu, tidak tampak ada rasa grogi ataupun takut dengan klarifikasi yang diminta dari perkataan yang telah diucapkan terdahulu.
"Menurut saya jelas jawabannya YESS.., karena pajak memang dipungut dari besarnya penghasilan yang diperoleh UMKM. Kita bisa melihat bapak-bapak.., siapa pasar UMKM, rakyat kecil bukan?? Dengan adanya tambahan pungutan pajak, akan menambah beban pengeluaran mereka, yang impact nya akan dibebankan sebagai biaya operasional. Besarnya biaya operasional ditambah dengan margin keuntungan yang diharapkan, akan membentuk Harga Pokok Penjualan. Bagaimana UMKM akan menjual produknya, jika HPP sudah relatif tinggi?" dengan tegas, Cassandra memperjelas perkataannya.
Perdebatan kemudian terjadi, beberapa pengusaha yang turut diundang, menyetujui usulan yang dipaparkan oleh Cassandra. Perwakilan dari kantor pajak, pada awalnya merasa terintimidasi dari hal itu, namun lama kelamaan mereka bisa menerima penjelasan yang disampaikan oleh Cassandra, dan diperkuat dengan turun bicaranya para pengusaha yang lain. Andreas Jonathan dan Alexander hanya diam menyaksikan perdebatan itu, dua laki-laki itu seperti sudah yakin dengan perkataan dan usulan yang disampaikan oleh sekretaris eksekutif mereka.
"Baik.. saya rasa cukup diskusi kita sore ini. Untuk sementara saya akan simpulkan hasil dari brain storming kita siang sampai sore ini. Kepada perwakilan dari KPP, untuk saat ini masalah pungutan pajak untuk UMKM, harus ditunda dulu pemungutannya. Toh pada saatnya nanti.., perusahaan kecil mereka akan bisa tumbuh menjadi perusahaan besar, dan pada saat itulah mereka diwajibkan tentang pengenaan pajak." Ketua Umum KADIN akhirnya mempertegas wacana adanya pungutan pajak untuk UMKM.
Semua yang hadir dalam acara bincang bersama KADIN, Kementerian dan juga KPP bertepuk tangan, menyetujui apa yang disampaikan oleh Ketua Umum. Karena sudah menjelang petang, Ketua Umum mengumumkan untuk mengajak semua peserta brain storming untuk makan malam bersama. Namun dengan sopan, Cassandra mewakili Andreas Jonathan dan Alexander menolak ajakan tersebut, karena sudah memiliki janji untuk keluar dengan mitra mereka dari SIngapore.
********
"Tuan muda.. Tuan Alex.. sepertinya Sandra bisa naik ojek online saja deh, karena sepertinya waktu kita tidak akan cukup, jika mobil harus berputar-putar mengantar kita bertiga.." gadis itu memberanikan diri untuk berpisah dengan kedua laki-laki itu.
"Iwan.. antar kami ke apartemen Ghrha Cemerlang sekarang juga.." tanpa menjawab perkataan Cassandra, suara Andreas Jonathan terdengar memberikan perintah pada driver.
"Siap tuan muda.." sahut driver dari depan.
Cassandra merasa bingung, dan memberanikan diri melirik ke samping, namun CEO perusahaan itu sedikitpun tidak memperhatikannya. Sedangkan duduk di kursi depan, terlihat Alexander hanya senyum-senyum sendiri tidak memberikan tanggapan.
"Tuan Alex.. maksud saya bukan begini. Kita bisa berpisah disini, karena kita harus sampai restaurant tepat waktu bukan. Sandra tidak sedikitpun minta untuk diantarkan ke apartemen tuan.." merasa takut, jika perkataannya barusan seakan meminta mereka untuk mengantarkannya ke apartemen, Cassandra mencoba untuk meluruskan.
"Tenanglah Sandra.. kamu tidak perlu khawatir. Kita memang bermaksud untuk bersiap-siap di apartemenmu. Lagian ada dua kamar kan di apartemen, kita bisa menggunakan satu kamar untuk bersiap. Kita sudah menyiapkan pakaian untuk nanti malam, sudah ada pengawal yang mengirimkan pakaian untuk kamu di lobby apartemen." dengan cepat, ALexander menanggapi perkataan Cassandra.
"Oh begitu tuan.. tidak masalah juga sih. Kita bisa menghemat waktu.." merasa setuju dengan perkataan Alexander, tanpa sedikitpun prasangka terhadap laki-laki itu, Cassandra dengan cepat menyetujui perkataan itu.
Iwan mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh, karena menghitung jam kedatangan mereka untuk sampai di restaurant. Tuan muda dan tuan Alexander, tidak menyukai ketidak tepatan waktu setiap laki-laki itu mengantarnya kemanapun. Apalagi acara malam ini adalah malam jamuan untuk rekan bisnis mereka dari negara Singapore. Tinggallah Cassandra yang merasa bingung dengan kedua petinggi perusahaan yang saat ini sedang bersamanya itu. Mereka seperti tidak mempermasalahkan keberadaan kamar apartemen Cassandra yang terlihat kecil.
***********