
Cassandra sedang berjemur dengan Altezz di taman yang ada di roof top, sesekali celotehan dan tertawa nyaring Altezz terdengar memenuhi taman. ART dan pengasuh ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang dinikmati nona mudanya sejak tadi. Suara tawa Altezz dan suara nona muda mereka seperti menjadi obat mereka. Ibu dan anak itu tidak sadar, jika ada sepasang mata gadis yang ikut tersenyum melihatnya.
"Selamat pagi penyemangat hari Altezz keponakan auntie..." suara Stevie terdengar di telinga Cassandra. Mata Altezza mengerjap dan mencari suara sang penyapanya. Melihat gadis yang tersenyum dan menatapnya, Altezza tediam sebentar, namun tidak lama kemudian anak itu ikut tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Stevie.. dengan siapa kamu kesini sayang.." Cassandra berdiri menyambut kedatangan Stevie. Gadis itu mengulur tangan untuk mengajak kakak iparnya berjabat tangan, dan keduanya saling berpelukan.
"Sendiri saja kak.. tadi rencana mau ajak mama kesini, ternyata mama sudah pergi duluan jalan-jalan. Kira-kira aman tidak ya kak.., jika mama pergi jalan sendiri..?" dengan agak khawatir, Stevie bertanya tentang keselamatan mamanya.
"Tidak perlu khawatir.. di setiap sudut hotel ini dalam pengawasan dan pantauan kakakmu, kak Andre dan kak Alex. Pengawal sudah ditempatkan dimana-mana oleh mereka, mama pasti dalam keadaan aman. Lagian sudah lebih dua puluh tahun, mama meninggalkan negara ini karena kesalah pahaman, pasti mama merindukan tempat-tempat yang biasa dia kunjungi.." Cassandra menenangkan adik iparnya.
Stevie dan Cassandra kembali duduk, dan mereka kembali melihati Altezza yang sedang bermain sendiri. Terlihat ART mengantarkan dua gelas juice dan beberapa potong cake di meja kecil tempat kedua gadis muda itu duduk.
"Minumlah dulu Stevie.. kakak kebetulan juga sudah merasa haus sejak tadi.." sambil mengangkat gelas dan menyeruput isinya, cassandra menawarkan pula pada adik iparnya.
Tidak lama kemudian, Stevie juga mengikuti apa yang dilakukan oleh kakaknya. Kedua perempuan itu kemudian bicara panjang lebar, dan Cassandra berjanji akan mengajak Stevie akan jalan-jalan, dengan catatan suaminya Andreas Jonathan mengijinkannya. Sudah lama juga, Cassandra tidak jalan-jalan sendiri semenjak kembali ke Jakarta. Hari-harinya dihabiskan untuk menjaga dan bermain dengan Altezza.
"Benarkan kak.., nanti Stevie juga akan menawarkan pada mama kak. Sepertinya akan seru jika kita jalan bertiga kak, sekalian nanti Altezz kita ajak.." terlihat Stevie menyambut baik tawaran dari kakak iparnya.,
Keduanya kembali melanjutkan pembicaraan, tiba-tiba ponsel Cassandra berdering.. Melihat siapa yang melakukan panggilan, dengan cepat gadis itu langsung menggulir ponselnya dan menerima panggilan masuk tersebut,
"Ya kak.. ini Sandra sedang berjemur dengan ALtezz di taman yang ada di Pent House. Ada juga Stevie yang barusan datang dan bergabung dengan kami.." terdengar keceriaan dan kebahagiaan Cassandra menerima panggilan masuk, yang ternyata dari suaminya Andreas Jonathan,
"Ada mama tidak disitu honey.." Andreas Jonathan tiba-tiba bertanya tentang mamanya,
"Tidak ada kak, tadi kata Stevie mama sedang jalan-jalan. Rencana tadi mau diajak Stevie juga main kesini, tapi mama sudah jalan duluan. Oh iya.. by the way.. bagaimana kak pekerjaan di perusahaan, pasti mengasyikkan ya..?" tiba-tiba Cassandra menyinggung tentang pekerjaan di perusahaan,
"Hmm.. i know you so well honey... baiklah, persiapkan dirimu. Mulai bulan depan, honey bisa kembali ke perusahaan, tapi tidak boleh jauh-jauh dari tempatku bekerja. Nanti Alexander akan membuat pengaturan, tapi jangan dekat-dekat juga dengan anak itu, tidak boleh seperti dulu lagi. Ingat.. honey hanya milikku selamanya, tidak ada yang lain.." tidak diduga, Andreas Jonathan memberikan kesempatan untuk istrinya join lagi di perusahaan,
"Terima kasih kak... Sandra sangat senang melihatnya. Oh iya kak.. satu lagi. Sandra minta ijin sama kakak, jika diijinkan tapi. Rencana Sandra mau ajak mama sama Stevie untuk ke Senayan City.. apakah dibolehkan kak.. Sudah lama, Sandra tidak jalan ke mall. Lama banget malahan... semenjak ke Jakarta." tiba-tiba Cassandra menyampaikan keinginannya.
"Jam berapa mau ke Senayan City.. nanti biar diatur pengamanan oleh Alexander, Aku tidak bisa menemanimu, karena ada proses negosiasi dengan calon rekanan. Hati-hati.., dan jaga Altezz dengan baik.." akhirnya Cassandra mengantongi ijin untuk pergi berjalan-jalan dengan mama mertua dan adik iparnya.
"Nanti Sandra kasih kabar kak.., lagian selagi kak Alex kerja, Sandra bisa ajak pengawal di hotel, untuk memberikan pengawalan pada kami.." sahut Cassandra dengan muka cerah.
Tidak berapa lama akhirnya Andreas Jonathan mengakhiri panggilannya. Dan dengan senyum kebahagiaan, Cassandra menyampaikan berita kebahagiaan pada adik iparnya.
"bersiaplah Stevie.. tapi cari mama dulu. Sebentar lagi kita akan berangkat, kak Andre sudah mengijinkan untuk kita jalan-jalan. Kita juga bisa membawa Altezz untuk pergi ke Senayan City.. jika bukan hari libur, mall itu lumayan sepi.." Cassandra segera meminta Stevie untuk segera bersiap.
***********
Stevie dengan muka cerah kembali turun ke suites room untuk mencari keberadaan mamanya. Kali ini, Stevie merasa memiliki sebuah keluarga yang normal, dimana mereka keluar bersama-sama, untuk belanja maupun melakukan kegiatan lainnya. Selama ini, dalam pertumbuhannya Stevie merasa kehilangan kebahagiaan berkumpul dengan keluarganya, dan baru kali ini akan bisa terobati keinginannya.
Tiba-tiba pintu lift terbuka, dan seorang laki-laki paruh baya yang tadi berpapasan dengannya di depan pintu lift keluar dari dalam lift. Dengan kening berkerut laki-laki tua itu menatapnya..
"Siapa kamu..., dan bagaimana bisa kamu berada di area Pent House..? Tempat ini tidak dibuka untuk umum, hanya yang memiliki akses yang bisa masuk ke tempat ini.." dengan suara tegas Tuan Wijaya bertanya pada Stevie.
"Hmm.. kalau anda punya aturan, akupun juga punya aturan tuan. Tidak akan memberi tahu orang asing, apa tujuanku, dan siapa yang baru saja aku temui. Jika para pengawal saja tidak ada yang melarangku untuk masuk ke area sini, berarti bukankah aku ini orang penting..." tidak diduga, Stevie berani menanggapi perkataan tuan Wijaya dengan sinis.
Laki-laki itu terkejut melihat sikap gadis muda yang berdiri di depannya, namun tiba-tiba saja Wijaya teringat, jika sikap gadis muda itu mengingatkannya pada seseorang. Tetapi ketika laki-laki tua itu masih berpikir, ternyata gadis itu sudah menyelinap masuk ke dalam pintu lift.,. dan melesat turun.
"Sheilla... apakah gadis muda tadi adalah putramu.. Beberapa perilakunya sangat dominan, dan sangat mirip dengan perilakumu. Maafkan aku.." bibir Wijaya tersenyum, tiba-tiba saja laki-laki tua itu merasa merindukan wajah perempuan yang dulu pernah diusirnya karena kesalah pahaman.
"Kenapa aku dulu sangat dibutakan oleh Sandrina.. padahal Sheilla adalah pilihanku sendiri. Penyesalan memang selalu datang terlambat dan belakangan.." tuan Wijaya bergumam sendiri. Laki-laki itu kemudian berjalan meninggalkan area depan lift.
**********