CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 183 Tempat yang Baru



Melalui bandara di Frankfurt untuk menuju Zurich salah satu kota besar di Switzerland, hanya dibutuhkan waktu kurang dari satu jam dengan menggunakan private jet. Andreas Jonathan dan Cassandra tidak mau membuang waktu, langsung meminta mobil yang sudah siap menjemput mereka untuk mengantarkan ke Interlaken. Kota ini berlokasi di jantung Bernese Oberland, dan bertempat di antara dua danau yang bernama Danau Thun dan Danau Brienz. Kota ini juga dikelilingi oleh beberapa puncak tertinggi di Swiss, yang membuatnya memiliki pemandangan menakjubkan di segala arah. Andreas Jonathan memilih kota ini untuk tempat tinggal mereka selama berada di negara ini. Udara yang bersih, dengan pemandangan indah di sekitarnya sangat cocok untuk tumbuh kembang Altezza.


"Masih berapa lama lagi kak perjalanan, agar kita sampai di rumah.." di dalam mobil, Cassandra bertanya pada suaminya,


"Jika lancar, sekitar dua jam maksimal kita sudah akan sampai honey.. Jika honey capai, masih cukup waktu tersebut untuk beristirahat, tidurlah dulu.." Andreas Jonathan meminta istrinya untuk beristirahat.


"Hmm.. tidak kak, masak baru pertama kali sampai di negara orang, dan kota-kotanya malah ditinggal tidur. Apalagi Sandra dan Altezz juga akan berada di kota ini, sangat disayangkan bukan.." sambil tersenyum, Cassandra menolak permintaan suaminya.


"Baiklah honey.. semua yang membuat hati istriku senang, silakan dilakukan. Aku minta ijin sebentar ya untuk membuka gadget, ada pesan penting dari Alexander yang belum sempat untuk aku buka. Jadi.. untuk sementara aku tidak bisa menemani melihat-lihat pemandangan sekitar.." Andreas Jonathan segera mengambil gadget dari dalam tasnya, dan tidak lama kemudian laki-laki itu sudah terlihat fokus dan masuk dalam dunia maya.


Dari samping laki-laki itu, Cassandra hanya tersenyum melihatnya. Perempuan muda itu segera mengarahkan pandangan keluar kaca mobil. Air sungai yang terlihat hijau seperti air laut, sangat membuat tertarik Cassandra untuk melihatnya . Namun karena beberapa saat tadi, suaminya sudah berpesan akan bekerja melalui gadget, perempuan muda itu tidak berani untuk mengganggunya. Beberapa kali Cassandra mengambil ponsel, kemudian memotret beberapa pemandangan yang menurutnya sangat eksotik.


"Hmm.. betul-betul bisa menyegarkan pandangan mata, dan sebagai tempat healing yang sangat indah tempat ini. Aku bersyukur, ternyata suamiku memilih tempat ini sebagai tempat tinggal kami untuk sementara. Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini..., aku harus memanfaatkannya dengan baik." Cassandra berpikir sendiri, tidak mengganggu suaminya.


"Rumah-rumah disini juga cukup unik, kebanyakan mereka menjulang ke atas, tidak ada halaman luas seperti kebanyakan rumah di Indonesia, Tapi bisa jadi, karena ini masih kawasan perkotaan, tidak tahu bagaimana rumah yang nanti akan menjadi tempat tinggal kami, apakah sama bentuknya seperti itu, ataukah berbeda dengan rumah-rumah ini." kembali Cassandra berpikir.


"Mom... mommy..." tiba-tiba Altezza terbangun, dan melihat ke belakang mencari mommy nya.


"Ihhhh putra mommy... ayuk nak duduk sama mommy..." Cassandra mengulurkan dua tangannya, untuk mengambil Altezza dan membawanya untuk duduk bersamanya. Suster Rosanna membantu perempuan muda itu, dengan mengangkat anak kecil itu, dan membawanya ke pangkuan mommy nya.


"Putra mommy capai ya.. sabar ya nak. Tidak lama lagi, kita sudah akan sampai ke rumah kita sayang, sabar ya.. Lihatlah di samping sayang... itu ada sungai besar, lihat airnya berwarna hijau kebiruan, seperti air laut. Bening lagi.., Altezz mau tidak kapan-kapan main dan berenang di sungai itu.." Cassandra mengajak putranya berkomunikasi, untuk mengurangi kejenuhan dalam perjalanan mereka.


"Mau mommy.. Tezz mau berenang di sungai bareng mommy..." wajah Altezza terlihat cerah mendapat penawaran dari mommy nya. Andreas Jonathan tersenyum, dan laki-laki itu melihat ke arah putra dan istrinya sejenak, kemudian melanjutkan kembali konsentrasinya.


******


"Syukurlah.. kita sudah sampai honey, Altezza putra papa.. Kita sudah sampai di rumah Altezz, ayuk kita masuk ke dalam.." Andreas Jonathan segera menyimpan kembali gadget di tangannya, kemudian mengajak istri dan putranya untuk segera turun ke bawah.


Driver membukakan pintu mobil, dan Andreas Jonathan keluar lebih dulu kemudian membantu mengangkat Altezza dan membawanya turun. Setelah itu juga memegangi Cassandra sampai perempuan muda itu turun ke bawah. Berdiri di samping mobil, Cassandra tidak segera beranjak meninggalkan tempat itu, namun perempuan muda itu malah tersenyum sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling. Udara sejuk yang menerpanya, dihirupnya sambil memejamkan mata, dan terlihat sekali jika perempuan muda itu sangat menikmati tempat tersebut.


"Kita masuk dulu honey.. jika hanya sebentar udara di sini bersih dan enak menyegarkan, Namun lama kelamaan, honey akan kedinginan, demikian juga dengan Altezza, Makanya kita masuk dulu, minum teh manis panas, ambil jaket baru kita berjalan-jalan berkeliling tempat ini.." Andreas Jonathan mengingatkan kondisi di tempat itu.


"Iya kak .., tidak perlu menggunakan AC jika berada di tempat ini. Udara juga sangat sejuk, tapi memang benar sih kak, lama kelamaan udara terasa dingin di kulit.." Cassandra tersenyum sambil nyengir.


Andreas Jonathan juga tersenyum melihat sikap istrinya, laki-laki itu kemudian merangkul perempuan muda itu, kemudian membawanya masuk ke dalam rumah. Altezza digandeng Suster Rosanna, dan anak kecil itu juga tidak rewel, malah terkesan ikut menikmati keberadaan mereka di tempat yang baru tersebut.


"Selamat datang di rumah ini tuan muda Andreas Jonathan, nona muda Cassandra, dan tuan kecil Altezza. Kami maid yang akan melayani tuan dan nona muda selama berada di kota ini. Silakan masuk.." para maid itu memberikan sambutan pada keluarga Andreas Jonathan.


"Terima kasih.." Cassandra menjawab sambil tersenyum, namun suaminya segera mengajak istrinya masuk ke dalam rumah.


Perabotan mahal dan dengan tampilan elegan terpampang di depan mata Cassandra, dan terlihat jika gadis muda itu sangat menyukainya. Andreas Jonathan tersenyum melihat hal itu, dan membawa istrinya untuk masuk ke dalam sebuah kamar. Laki-laki itu mengajak istrinya untuk naik melalui tangga berputar yang ada di depan mereka. Sebelum masuk ke dalam kamar, Andreas Jonathan memberi isyarat pada maid untuk mengantarkan putranya beserta suster pengasuh untuk mendapatkan kamar tempat mereka beristirahat.


"Ini kamar kita honey, aku harap kamu menyukainya. Namun jika kamu kurang cocok, untuk sementara tinggallah di tempat ini, barulah kita akan berganti kamar di lain hari.."


"Tidak kak.., Sandra sangat menyukainya. Ranjang di kamar ini juga sangat luas, jadi jika Altezz bergabung untuk tidur di kamar ini, masih cukup. Juga ada balkon di luar ruangan, yang pastinya akan sangat indah untuk melihat pemandangan keluar kamar." Cassandra menyatakan jika merasa puas dengan penempatan kamar untuk mereka beristirahat.


**********