CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 199 Jalan-jalan



Cassandra terkejut mendengar kata-kata Edward pada putranya, dan perempuan muda itu melihat ke arah laki-laki muda itu dan memelotot kepadanya. Edward hanya tersenyum dan mengangkat kedua tangan dengan menangkupkannya, sebagai isyarat jika laki-laki muda itu minta maaf. Altezza terlihat sangat gembira mendengar ajakan dari Edward, dan sontak anak kecil itu melihat ke wajah mommy nya. Cassandra berusaha mengalihkan pandangan, agar putranya tidak mengejar untuk meminta ijin padanya, namun tangan kecil Altezz menarik baju yang dikenakan oleh perempuan muda itu..


"Mommy... bolehkan Altezz pergi dengan Uncle Ewad...? Altezz mau ke play ground mommy..." seperti mendapat tawaran menarik, Altezza merayu untuk diijinkan pergi oleh mommy nya.


"Hmm.., bagaimana jika kita tunggu sampai papa datang Altezz.., kan mommy janji mau ajak Altezz ke Disney land." Cassandra berusaha mengalihkan fokus keinginan putranya.


"Aaaaaaa... masih lama mommy.. Papa masih di Indonesia, belum datang, datang. Ayolah mommy... come on.., ada Uncle Ewad yang akan menjaga ALtezz.." Altezza malah merajuk, memaksa pada mommy nya untuk memberinya ijin. Cassandra menjadi bingung, karena selama ini dia sangat hati-hati dalam mengasuh putranya. Jarang, dirinya menolak apa yang diinginkan oleh anak kecil itu.


"Miss Sandra.. trust me.. Aku akan menjaga ALtezza dengan sangat baik Miss, I.m promise you.. Ijinkan ALtezz pergi dengan saya nanti siang, kasihan anak ini. Hanya berada di dalam mansion, bermain di halaman setiap harinya, saya saja tidak sampai hati melihatnya.." bukannya ikut membujuk Altezza agar menunda keinginannya, tetapi malah Edward ikut merayu Cassandra.


"Edward... bukannya kamu ikut membujuk Altezz, tetapi kenapa kamu malah ikut meminta padaku. Kami ini baru berada di kota ini Edward, bahkan negara ini.. Kamu tidak tahu bukan, atas alasan apa kami sampai bisa berada di Switzerland, bahkan suami saya, papanya Altezza saat ini berada di negara asal kami Indonesia.." Cassandra berbicara dengan nada agak tinggi.


Melihat mommy nya berbicara dengan nada berbeda seperti biasanya, terlihat Altezza seperti ketakutan. Anak kecil itu melepaskan sendok dan garpu yang ada di kedua tangannya, dan diam dengan kepala tertunduk ke bawah. Tampak ada kekecewaan di wajah Altezza. Melihat hal itu, karena berada lebih dekat dengan Altezza, Edward memeluk Altezza dan mengusap-usap punggung anak kecil itu.


"Miss Sandra.. tenanglah. Kata-katamu menakuti Altezza, mungkin kamu bisa memilih cara lain, untuk menolak permintaan anak ini. Ingat.. Altezza ini masih anak-anak, jangan libatkan anak-anak dalam permasalahan orang tua. Dia masih dalam masa tumbuh kembang, jadi jangan rampas kebahagiaanya dengan memaksakan untuk mengikuti keinginan orang tua.." dengan nada sarkasme, Edward berbicara pada Cassandra.


Cassandra terdiam, sebenarnya dalam hati perempuan muda itu merasa jengkel dan tersindir dengan kata-kata yang diucapkan oleh anak muda itu. Tetapi setelah memikirkannya beberapa saat, sepertinya apa yang diucapkan oleh Edward itu benar adanya. Apalagi melihat putranya Altezza yang tampak ketakutan, dan bersembunyi dalam dekapan anak muda itu, membuat hati kecil Cassandra merasa tertotok.


"Altezz sayang, maafin mommy ya nak.. Bukannya mommy melarang, tetapi bisakah Altezz menunda, kita bisa mencari hari lain untuk pergi.." dengan suara lembut, Cassandra mencoba merayu putranya.


"Ga.., ga mau.. Altezz maunya hari ini.." tanpa mengangkat wajahnya, Altezza menjawab pertanyaan Mommy nya. Anak kecil itu masih bersembunyi di dada Edward.


Cassandra terkejut melihat respon putranya, perempuan itu mengambil nafas panjang dan berpikir beberapa saat.


"Hmm.. baiklah putra mommy.. Nanti siang mommy akan menemanimu.." akhirnya untuk menyapih keadaan, Cassandra mengijinkan putranya pergi, dan bahkan berjanji akan menemaninya. Edward tersenyum menganggukkan kepala.


*******


Setelah Altezza tidur siang, akhirnya Cassandra menemani anak kecil itu untuk berjalan di mall yang berada di wilayah Inter laken. Untuk menjaga omongan, Cassandra mengajak Suster Rosanna untuk ikut bersama pergi dengannya. Terlihat Edward dengan ditemani dua pengawal sudah siap menunggu di samping mobil, dan Cassandra dengan menggandeng tangan Altezza turun dari teras mansion menuju ke arah mereka.


"Selamat siang nona muda, tuan kecil.., silakan masuk." pengawal mengucapkan sambutan pada nona mudanya.


Cassandra tidak menjawab, hanya tersenyum kemudian mengajak Altezza untuk masuk ke dalam mobil. Suster Rosanna duduk di belakang nona muda dan tuan kecilnya. Pengawal duduk di depan, dan yang satunya segera mengambil alih kemudi. Terakhir Edward masuk, tetapi ketika laki-laki itu mau duduk di belakang, Altezza menahannya dan meminta laki-laki itu untuk duduk di sampingnya. Untuk menyenangkan hati putranya, Cassandra membiarkan Edward duduk di samping Altezza.


"Nona muda.. tujuan kita ke MM Shopping Mall, atau Alpin Center Interlaken. Agar saya tidak keliru untuk mengambil arah perjalanan.." dari depan, pengawal yang juga merangkap sebagai sopir bertanya pada Cassandra.


Edward terdiam tidak menjawab, hanya melihat ke arah Cassandra. Sepertinya anak muda itu cukup tahu diri, untuk tidak masuk dalam ranah itu, sehingga memberi kesempatan pada perempuan muda itu menetapkan tujuan mereka. Padahal tujuan mereka pergi ke mall, adalah untuk mengajak Altezza bermain.


"Hmm... kalian kan seharusnya tahu. Sejak aku tiba di negara ini, aku belum pernah sekalipun datang ke tempat keramaian, apalagi mall di kota ini. Kalianlah yang lebih tahu.." dengan sabar Cassandra memberikan tanggapan.


"Jika boleh usul nih, tujuan kita pergi kali ini kan untuk mengajak Altezz ke wahana permainan. Saya menyarankan jika ki pergi ke MM Shopping mall saja. Alpin Center Interlaken terlalu dingin untuk Altezza, di MM ada heater yang akan mempertahankan suhu hangat sehingga membuat pengunjung merasa lebih nyaman." merasa tidak ada yang mengusulkan tujuan, Edward akhirnya berbicara.


"Bagaimana nona muda.. apakah kita mengikuti usulan Edward.." dari depan pengawal kembali bertanya.


"Yap, aku dan Altezza ikut saja., Kalianlah yang lebih tahu dan paham dengan kota ini. Kami hanya pendatang yang belum banyak tahu tentang kota Inter Laken." akhirnya Cassandra mengiyakan.


"Siap nona muda.." sahut pengawal, yang kemudian menginjak pedal gas dan mengarahkan ke tempat tujuan.


Untung mobil yang membawa mereka menyalakan heater, jadi meskipun suhu udara di kota Interlaken sangat rendah, mereka masih merasa tetap hangat di dalamnya. Tidak ada yang bersuara sepanjang perjalanan, Cassandra melihat keluar kaca mobil, ternyata kota tempat mereka tinggal memiliki pemandangan yang sangat bagus. Pada waktu dari arah bandara menuju ke kota ini, waktu itu malam hari jadi Cassandra tidak begitu melihat perjalanan dengan jelas. Kali ini memandang pemandangan sekitar, dengan didominasi oleh pemandangan alam, penampakan gunung dengan salju di atasnya membuat hati Cassandra merasa nyaman dan sejuk.


*********