CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 292 Bayi Perempuan



Melihat keadaan yang terjadi pada istrinya, muncul penyesalan pada diri Andreas Jonathan. Tanpa sadar, laki-laki itu sudah bersikap tidak sabar pada istrinya. Cassandra hanya terdiam, perempuan muda itu terbenam dalam pelukan suaminya. Keduanya kini duduk di ruang tunggu pasien, dan Andreas Jonathan mengambil botol air mineral, kemudian membukannya dan memberikan pada istrinya. Perlahan Cassandra minum beberapa teguk langsung dari botolnya, kemudian meletakkan botol itu kembali ke atas meja. Perempuan muda itu terlihat sudah bisa menguasai hati dan perasaannya,


"Maafkan kata-kataku tadi honey, aku panik melihatmu tidak ada di hotel Bulgari. Begitu mendapatkan kabar, aku langsung menyusulmu ke rumah sakit ini..." Andreas Jonathan bicara perlahan pada istrinya.


"Tidak ada yang salah kak, tadi Sandra gugup dan panik melihat Stevie, dan sepertinya tanda-tanda melahirkan sudah dialami oleh Stevie. Tanpa pikir panjang, karena Stevie menginginkan Sandra turut menemaninya, tanpa pamit pada kak Andre, Sandra langsung naik ke helikopter dengan kak Alex..." Cassandra menceritakan alasan.


"Hemm.. tidak perlu diperpanjang lagi honey... Aku paham apa yang kamu rasakan, meskipun kamu dengan luar biasanya sudah melahirkan Altezz dan Fazwan, rela menahan sakit dengan persalinan normal. Namun ketika melihat kondisi perempuan lain yang akan melahirkan, ternyata kamu tidak kuat.." Andreas Jonathan mencoba menenangkan istrinya.


"Iya kak... proses yang dialami Stevie tiba-tiba mengingatkan Sandra ketika akan melahirkan Altezz kak.. Kala itu, tanpa ada sanak saudara, Sandra berusaha untuk melahirkan sendiri, dan membawa pergi Altezz kemanapun di ujung bumi ini. Tapi ternyata... kak Andre sudah berada di rumah sakit dengan kak Alex, dan memperlancar proses kelahiran Altezz kala itu.." Cassandra kembali mengingatkan saat-saat dirinya melahirkan ALtezza.


Mendengar kata-kata istrinya, tiba-tiba Andreas Jonathan merasa sesak, karena perempuan muda yang sudah menjadi istrinya itu, menderita karena ulahnya. Tidak diduga, laki-laki muda itu kemudian menjatuhkan kedua kakinya di atas lantai, dan bersimpuh sambil mencium kedua kaki Cassandra.


"Kak Andre... apa yang kakak lakukan.. Sandra tidak menyukainya, seharusnya yang melakukan ini adalah Cassandra, yang punya kewajiban tunduk dan patuh pada suami. Buka malah kak Andre yang melakukan tindakan ini." Cassandra menjauhkan kakinya, dan memegang kedua bahu suami untuk mengangkat ke atas Namun tubuh tinggi besar, dan tegap Andreas Jonathan tidak mampu untuk diangkatnya.


Beberapa saat kemudian, Andreas Jonathan kemudian mengangkat wajahnya. Ada air mata menggenang di pelupuk mata laki-laki muda itu, dan dengan cepat tangan Cassandra menghapus genangan air mata itu. Cassandra tersenyum, kemudian meminta laki-laki muda itu untuk berdiri.


"Terima kasih honey... sudah mau menerimaku untuk menjadi pendamping hidupmu, dan melahirkan dua pangeran untukku, Fazwan dan Altezz.." dengan suara tercekat, Andreas Jonathan mengucapkan terima kasih pada istrinya.


"Jangan bicara seperti itu, kak... Cassandra juga sama-sama mengucapkan terima kasih. Keberadaan kak Andre dan juga anak-anak, menjadi penguat dan pelengkap hidup Cassandra. Semoga Allah selalu memberikan limpahan berkah dan kasih sayang untuk keluarga kita kak.." pasangan suami istri itu kembali berpelukan untuk waktu yang cukup lama.


"Semuanya sudah berlalu honey.., kita tunggu disini saja. Semoga tidak lama lagi, adikku Stevie melahirkan bayi yang dikandungnya dalam keadaan sehat. Honey tidak perlu menunggu di samping bed, itu biarlah menjadi tugas dari Alexander selaku suaminya. Aku sudah menghubungi papa dan mama di Swiss, dan mereka berdua segera mengambil flight dengan private jet untuk menuju ke pulau Bali.." akhirnya Andreas Jonathan mengajak istrinya untuk duduk di kursi.


Keduanya duduk berdampingan, dan dengan penuh kasih sayang, Andreas Jonathan meletakkan kepala istrinya di dada. Sambil berdoa, Cassandra mencoba memejamkan mata, menunggu kabar baik dari Stevie dan Alexander.,


***********


Beberapa saat kemudian...


Dengan pakaian yang banyak bercak darah di atasnya, Alexander mendatangi Cassandra dan kakak iparnya Andreas Jonathan di ruang transit. Wajah laki-laki itu terlihat sembab, namun ada aura cerah yang terpancar dari wajah laki-laki itu.


"Syukurlah Sandra.. Stevie sudah melahirkan seorang bayi mungil yang sangat cantik. Saat ini Stevie sedang beristirahat, aku akan mandi dulu untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Bayi kami juga sedang dibersihkan oleh perawat.." dengan senyum cerah, ALexander menceritakan kebahagiaanya.


"Selamat Alex... akhirnya kamu juga menjadi bapak sepertiku. Mandilah dulu.. aku dan istriku tidak mau memberikan ucapan selamat padamu, tapi dirimu masih kotor seperti itu. Cepatlah masuk ke kamar mandi, kami akan melihat keadaan istrimu.." dengan wajah bahagia juga, ANdreas Jonathan mengucapkan kata selamat. Cassandra tersenyum mendengar reaksi suaminya.


Tanpa menjawab dan membantah, ALexander segera masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruang transit tersebut. Andreas Jonathan segera mengajak istrinya untuk mendatangi kamar perawatan adik kandungnya.


***********


Tidak lama kemudian, Andreas Jonathan dan Cassandra sudah berada di sisi ranjang yang digunakan Stevie istirahat. Meskipun masih nampak pucat, tapi Stevie terlihat tersenyum bahagia melihat kedatangan kakak kandung dan kakak iparnya. Cassandra langsung mendatangi dan memeluk Stevie yang masih terbaring di atas ranjangnya...


"Selamat Stevie.. kamu sudah menjadi seorang mommy sepertiku sekarang. Bayimu sangat cantik, jujur aku iri bisa memiliki bayi perempuan sepertimu.." dengan tulus, Cassandra memuji bayi adik iparnya,


"He.. he.. he.., kak Andre, isyarat kak Sandra bisa ditangkap kak..?? Ternyata Fazwan dan Altezz masih dirasa belum lengkap, karena belum ada si cantik yang akan melembutkan kedua hati saudaranya, dan juga hati keras kak Andreas.." Stevie berceletuk menggoda kakak kandungnya.


"Hemm... aku sudah menyiapkan semuanya Stevie.. Setelah kami pulang ke hotel, malam ini juga aku akan membantu mewujudkan keinginan istriku. Bukankah itu yang kamu mau honey... I.m ready..." dengan tersenyum smirk, Andreas Jonathan menggoda istrinya.


Bukannya menjawab dengan kata-kata, Cassandra mencubit pinggang suaminya dengan keras sampai laki-laki muda itu meringis.


"Tumben honey... cubitanmu kali ini terasa sakit. Jangan khawatir, kita akan segera pulang dan melakukannya." bukannya berteriak sakit, Andreas Jonathan malah semakin menggoda istrinya, dan pipi Cassandra bersemburat merah menahan rasa malu,


"Kenapa ya, Cassandra dulu mau, dinikahi oleh laki-laki yang tidak punya rasa malu seperti ini. Hemmm.." akhirnya Cassandra berceloteh berkomentar tentang sikap suaminya.


"Jika aku punya malu honey.. maka aku pasti tidak akan bisa mendapatkan Cassandra untuk menjadi istriku, menjadi penguat dan juga penghiburku.." sambil memberikan ciuman di pipi istrinya, Andreas Jonathan malah semakin menggoda istrinya.


Stevie yang masih merasa perih, hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala, menyaksikan bagaimana kedekatan dan romantisnya kehidupan pernikahan kakak kandungnya.


***********