
Dengan kekuatannya, Herlambang berusaha mencari tahu keberadaan Cassandra namun tidak juga menemukan kabar keberadaannya. Akhirnya dengan muka muram, laki-laki itu hanya bisa memanjatkan doa untuk keselamatan gadis itu. Untungnya, rumah yang ditempati Cassandra sudah disewa dalam waktu untuk dua tahun, dan belum genap satu tahun ditempati gadis itu. Herlambang membiarkan dulu barang-barang yang dimiliki gadis itu, dengan harapan gadis itu akan kembali.
"Herlam.. setahuku kamu berasal dari Jawa Timur yah.. perusahaan berencana akan melakukan ekspansi ke Surabaya bagian timur. Daripada kita harus mencari orang baru yang menguasai wilayah pasar di kota ini, aku berencana untuk memintamu memegang tanggung jawa di kota itu. Bagaimana menurutmu..?" tiba-tiba dalam kegalauan, tiba-tiba pimpinan Herlambang di perusahaan menawarkan peluang baru,
Herlambang terdiam, mecoba mempertimbangkan penawaran itu. Antara kebetulan untuk mencari suasana baru, dan siapa tahu dapat menemukan Cassandra di kota itu. Tetapi juga bingung, karena meskipun dekat dengan kotanya sendiri, dirinya sudah terlalu lama sejak SMA berada di kota Jakarta, dan sekarang berada di kota Bandung. Laki-laki itu masih terlihat bingung, ditambah lagi dengan masalah kehilangan Cassandra.
"Bagaimana Herlam.. apakah kamu menyetujuinya. Jika tidak.. aku akan mencoba mencari kandidat lain, atau melakukan recruitment. Karena aku mengenalmu dengan baik, dan kamu termasuk pekerja keras, maka aku memberikan kesempatan pertama ini kepadamu. Namun.. semua aku kembalikan kepadamu, tergantung kepadamu apakah kamu akan setuju atau tidak." kembali pimpinan unitnya mengingatkan laki-laki muda itu.
"Baik pak, saya Inshaa Allah sanggup melakukan tugas baru tersebut. Kapan hal itu akan dilakukan, biar saya segera menyesuaikan tanggung jawab pekerjaan saya di tempat ini." setelah mengambil nafas panjang, akhirnya tanpa ragu Herlambang menerima tawaran itu.
"Good job Herlam.. sekitar tiga minggu lagi pabrik baru sudah akan diresmikan pembukaannya. Jadi minggu depan, kamu harus sudah berada di kota Surabaya untuk dilakukan persiapan pembukaan, Jaga staminamu,," pimpian Herlambang kemudian berdiri dan menepuk bahu anak muda itu tiga kali, kemudian berjalan keluar meninggalkan ruangan.
"Terima kasih pak Boss..." sahut Herlambang singkat,
Mengingat waktu satu minggu merupakan waktu yang pendek, Herlambang segera berbenah untuk menyiapkan laporan pertanggung jawaban, dan tinggal melakukan serah terima pekerjaan kepada penggantinya nanti. Meskipun belum genap satu tahun Herlambang bekerja di perusahaan ini, namun tanpa disadari tugas, pokok, dan fungsi pekerjaan yang dilakukannya lumayan banyak.
*********
PT. Indotrex. Tbk
Andreas Jonathan terlihat lesu, upaya untuk menemukan Cassandra di kota Yogyakarta ternyata tidak atau belum membawakan hasil. Ternyata Nyonya Dhini mamanya gadis itu juga tidak mengetahui keberadaan putrinya, bahkan mengira jika Cassandra masih berada di Jakarta. Perempuan paruh baya itu juga tidak tahu, jika biaya hidup yang setiap bulan diterimanya itu bukan berasal dari Cassandra, namun dari CEO PT. Indotrex. Tbk. Memang Andreas Jonathan tidak lari dari tanggung jawab, sebagai bentuk penyesalan terhadap Cassandra, laki-laki itu menggantikan peran gadis itu untuk menghidupi mama dan adiknya di Yogyakarta.
"Aku tidak peduli Alexander, itu hanya prediksimu. Prediksi kadang diikuti realita sering tidak akan sama hasilnya. KIta harus kerja keras untuk hal itu, dan yang terpenting adalah Cassandra tidak lagi berhutang budi pada laki-laki itu,. yang katamu anak muda bernama Herlambang itu." ternyata perusahaan yang dibeli sahamnya oleh PT. Indotrex. Tbk adalah perusahaan tempat Herlambang bekerja.
Untuk tidak menarik perhatian laki-laki yang sudah diselidiki oleh orang-orang Alexander sebagai penolong Cassandra itu, Andreas Jonathan mengangkat derajat laki-laki muda itu. Dengan negosiasi, akhirnya perusahaan lama, mau menyerahkan sebagian besar kepemilikan kepada CEO itu, dan menempatkan Herlambang sebagai pemimpin perusahaan cabang. Untuk mengurangi resiko perusahaan, di Surabaya untuk sementara waktu hanya sebagao distributor barang-barang yang dipasok langsung dari kota Bandung, Setelah beberapa tahun berjalan, baru akan dilihat apakah bisa diekspansi lagi untuk pemekaran kegiatan produksi di kota itu.
"Sesuai keinginan tuan muda, semua sudah diatur dan disiapkan tuan muda. Dari laporan beberapa menit yang lalu, anak muda itu sudah menyanggupi untuk memegang kepemimpinan perusahaan baru di Jakarta, dan minggu depan sudah akan bertolak ke Surabaya untuk menyiapkan semuanya. Tiga minggu lagi, tuan muda juga bisa datang ke Surabaya untuk kegiatan perusahaan pertama kali." Alexander kembali melaporkan.
"Aku dan dirimu tidak usah pergi ke Surabaya, untuk menjaga perasaan Herlambang. belum saatnya anak muda itu tahu, jika perusahaan itu aku yang menjadi pemiliknya. tugaskan Manajer Operasional dan manajer Pemasaran untuk mewakili kita, untuk memberikan sambutan pembukaan cabang perusahaan. Atur semuanya dengan rapi." ucap Andreas Jonathan mengarahkan.,
"Siap tuan muda.., tetapi mau melaporkan juga tentang upaya pencarian nona Cassandra. Sampai sekarang, pencarian yang dilakukan di kota-kota Yogyakarta, Suarabaya, Madiun belum berhasil menemukan keberadaan gadis itu. Bahkan beberapa orang-orang kepolisian sudah kita libatkan dalam pencarian ini, namun belum juga ada tanda-tanda keberadaan nona Cassandra. kita masih diminta untuk bersabar tuan muda.." berita terakhir yang disampaikan Alexander tidak lagi membuat Andreas Jonathan menjadi terkejut.
Gadis muda yang bernama Cassandra itu memang sudah seperti hilang ditelan bumi, tidak diketahui kemana rimba belantaranya. Upaya yang dilakukan untuk mencari gadis itu, juga sudah tidak kurang-kurang dilakukan. Andreas Jonathan hanya diam tidak memberikan komentar, seperti sudah habis tenaganya untuk berusaha mencari informasi. Penyesalan yang sangat berat kembali terlihat di wajah laki-laki muda itu, ketika kembali membuka koleksi video di memori ponsel, dan terlihat ketika gadis itu keluar dari dalam mobil dengan memegang perutnya. Ingin rasanya laki-laki itu mengusap perut Cassandra, dan membantunya untuk berjalan.
"Apa lagi yang harus lakukan untuk mendapat kata maaf darimu Sandra.. Selama ini, aku seperti terlalu jumawa, terlalu terbuai dengan kesesatan. Sandra... gadis sederhana, kamu telah merubahku, kamu telah merubah jalan hidupku." Andreas Jonathan yang terkenal arogan, tidak disangka kali ini terlihat berekspresi mengenaskan. Bekali-kali laki-laki ini mengusap wajahnya, sambil terus bergumam.
Dari depannya, Alexander tidak berani melakukan tindakan apapun. Laki-laki itu hanya berjaga-jaga dengan melihat tindakan yang dilakukan oleh tuan mudanya. Sebagai orang yang selalu mendampingi tuan mudanya, sejak Andreas Jonathan masih kecil, laki-laki itu sudah hafal bagaimana karakter dan watak tuan mudanya.
**********