
Malam Harinya
Karena sudah sejak siang berada di luar hotel, akhirnya malam hari ini Cassandra dan Andreas Jonathan hanya berada di dalam kamar hotel. Karena Altezza sudah sejak sore, sudah diambil oleh mamanya Mrs. Sheilla dan Stevie, di dalam kamar hanya ada Cassandra dan Andreas Jonathan berdua. Sejak tadi, laki-laki muda itu berusaha dekat-dekat dengan Cassandra, dan karena membaca gelagatnya, Cassandra berusaha untuk menghindar.
"Honey.. apa yang kamu lakukan sayang.. Kita sudah sejak pagi, sampai menjelang sore, capai beraktivitas di luar. Sudah saatnya kali ini kita akan memanjakan diri,. Mendekatlah padaku sayang.." dengan bahasa gombal. Andreas Jonathan berusaha merayu istrinya.
"Bentar ya kak.. Sandra mau ke kamar mama sebentar. Mau lihat, apakah Altezz menangis atau tidak.." Cassandra berusaha membuat ulasan untuk menghindari sikap intim yang diberikan oleh suaminya.
"Biarkan Altezz dengan oma dan aunty nya. Lagian, banyak sudah ASI yang dibawa mama ke kamarnya tadi sore. Honey tidak perlu mengkhawatirkan Altezz, apalagi sudah saatnya Altezz berada di dalam kamarnya sendiri." Andreas Jonathan tidak mau mengalah. Laki-laki muda itu malah mendekati Cassandra kemudian memeluk gadis itu sambil berdiri.
Beberapa saat, Andreas Jonathan dan Cassandra saling berpelukan dengan erat, dan berkali-kali laki-laki muda itu memberikan ciuman di pucuk kepala gadis itu. Setiap kali suaminya mendekat, tubuh Cassandra seperti merasa terpasung, dan gadis itu tidak dapat bergerak, dan Andreas Jonathan malah tersenyum smirk melihat sikap dan perilaku istrinya.
Tanpa Cassandra sadari, ternyata dengan sigap suaminya sudah mengangkat tubuhnya dalam dekapannya. Dengan bridal style, ternyata Andreas Jonathan sudah membopong istrinya, dan perlahan membawa tubuh Cassandra ke atas king size bed. Dengan tatapan sayu, Cassandra menatap wajah suaminya, dan laki-laki itu malah mencium mata dan seluruh wajah gadis itu dengan perlahan.
"Kak... ugh... mmmm..." begitu bibir dan lidah Andreas Jonathan bermain di setiap inchi wajah, kemudian turun ke leher dan dalam waktu yang cukup lama, terus berputar-putar di area itu, tanpa sadar bibir Cassandra melenguh.
Mendengar lenguhan itu, malah menjadikan seperti obat mujarab untuk memompa hasrat laki-laki muda itu. Kedua tubuh pasangan suami istri itu sudah saling menyatu, dan terpaut, tidak mau melepaskan satu sama lainnya. Beberapa saat lalu, tubuh Cassandra yang masih berada di bawah tubuh Andreas Jonathan, saat ini sudah berada di atas tubuh laki-laki itu tanpa sadar.
********
Jakarta
Dengan membayar uang jaminan yang tidak sedikit, akhirnya Jennifer dan Sandrina berhasil keluar dari dalam penjara. Kedua perempuan itu segera berlari meninggalkan kota Jakarta dengan perjalanan darat, karena ternyata posisi perjalanan mereka dengan menggunakan pesawat terbang masih dalam posisi diblokir oleh Andreas Jonathan.
"Dimana kita akan bersembunyi tante.. aku yakin, jika masih dalam keadaan seperti ini tante, masih banyak orang yang akan dapat mengenali kita. Jenni takut.. ada yang akan melaporkan keberadaan kita tante.." sambil tiduran di dalam mobil pada kursi tengah, Jennifer bertanya pada Sandrina. Saat ini mereka sudah dalam posisi meninggalkan Jawa Barat, dan sebentar lagi sudah akan memasuki Jawa tengah.
"Kita akan ke kota Lombok lewat darat Jenni.. dan kita bisa bersembunyi di lereng Sembalun. Tante pernah membeli sebuah villa kecil disana. Kita bisa menempatinya sementara, sambil menyusun strategi bagaimana menghancurkan keluarga itu..": dengan tatapan penuh dendam, Sandrina menjawab pertanyaan Jennifer.
"Diamlah kamu Jenni.. sejak tadi kamu katakan, jika kamu tidak memiliki ide untuk kita, Namun malah sejak tadi kamu ceriwis, membuat usul yang aneh-aneh. Saat ini yang terpenting Jenni.. kita bisa melarikan diri dari pulau Jawa. Jadi masih ada dua selat yang akan kita lewati yaitu dari Ketapang ke Gilimanuk, dan dari Padang bay Lombok." Nyonya Sandrina memotong perkataan gadis itu.
"Baik tante.. Jenni akan diam.." akhirnya Jennifer menutup mulutnya. Gadis itu malah akhirnya selain mulut, juga menutup matanya dengan menyandarkan kepala pada sandaran kursi. Tidak lama kemudian, gadis muda itu sudah mulai tertidur. Dari sampingnya, Nyonya Sandrina hanya geleng-geleng kepala melihat sikap dan kelakuan Jennifer.
"Dasar bocah *****.. nempel dimanapun, pasti endingnya akan molor." Nyonya Sandrina bergumam sendiri, namun ketika melihat nyenyaknya Jennifer, akhirnya perempuan tua itu juga tertarik mengikuti perempuan muda itu.
Dari kaca cermin di depan, driver menengok ke belakang, dan melihat dua penumpangnya sudah tidak berdaya, keduanya memejamkan matanya. Laki-laki itu terus menginjak pedal gas, dan akan mengikuti instruksi dari perempuan itu, jika mereka akan beristirahat di rest area jika malam sudah menjelang.
********
Beberapa saat berkendara, akhirnya driver menghentikan mobilnya di daerah Ngawi. Meskipun di tengah hutan jati, namun ada rest area yang cukup tersembunyi, dan tidak banyak orang yang mampir untuk beristirahat disitu. Akhirnya karena melihat Nyonya Sandrina dan Jennifer masih lelap tertidur, makanya driver juga langsung memarkirkan mobilnya.
"Aku akan istirahat sebentar di selasar mushola saja, biar dua perempuan itu tetap tidur di dalam mobil. Aku tidak kuat jika harus istirahat sendiri.." laki-laki itu bergumam iri, melihat nyenyaknya dua perempuan yang berjalan bersamanya, dalam keadaan tidur pulas.
Laki-laki itu kemudian keluar dari dalam mobil, dan sebelumnya membuka kaca mobil sedikit untuk memberikan ventilasi, agar kedua perempuan itu tetap bisa bernafas dengan tenang. Agar tidur keduanya tetap terlelap, meskipun kaca mobil dibuka sedikit, namun pendingin ruangan atau AC mobil masih tetap dinyalakan. Tidak lama kemudian, karena sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya, akhirnya driver itu segera membaringkan tubuhnya di selasar musholla, hanya dengan beralaskan jaket saja.
Malam semakin menjelang, dan sebenarnya melihat nasib keadaan dua perempuan itu, tampak mengenaskan. Seorang dewi, dan seorang artis harus mengalami keadaan yang memilukan, dan harus melarikan diri dari kota metropolitan untuk menyembunyikan diri, Beberapa saat kemudian..
"Ada dimana ini, kenapa sepertinya mobil dalam keadaan berhenti.." tiba-tiba Jennifer merasa terbangun, karena kepanasan. Ternyata jika mesin mobil mati, AC juga akan ikutan mati,
Gadis itu kemudian melihat keluar, namun belum berani untuk membuka pintu. Namun ketika melihat driver yang membawanya, saat ini sedang tidur di selasar musholla akhirnya gadis itu mengambil nafas lega. Perlahan Jennifer bangkit, kemudian membuka pintu mobil secara perlahan. Karena suasana di luar gelap, dan hanya ada lampu temaram, gadis itu berani untuk sekedar melakukan stretching, untuk meluruskan punggungnya.
***********