CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 230 Pergi dari Rumah



Setelah beberapa saat mendengarkan kakak iparnya berbicara, Alexander kembali berjalan meninggalkan Andreas Jonathan. Hari sudah malam, dan tanpa disadarinya beberapa jam laki-laki muda itu menghabiskan waktu untuk berbincang di halaman belakang. Bahkan Cassandra yang tadi terlihat ada di dekat mereka dengan Altezza, sudah tidak terlihat lagi, mungkin sudah masuk dan kembali ke kamarnya. Laki-laki muda itu terus berjalan masuk ke dalam, dan maid yang berpapasan dengannya menganggukkan kepala memberinya penghormatan. Namun Alexander tidak menanggapinya, dia terus berjalan masuk ke dalam kamar,


"Sayang.. dimana kamu..?" begitu masuk ke kamar, dahi Alexander berkerut karena tidak melihat keberadaan istrinya. Tadi ketika laki-laki muda itu meninggalkannya sendiri, Stevie sedang berbaring dengan menutupi wajahnya dengan menggunakan bantal. Tetapi saat ini, gadis itu tidak kelihatan lagi.


Alexander masih mencoba menahan perasaannya, laki-laki muda itu bergegas menuju ke arah bath room, dan langsung memutar handle pintu untuk mencari istrinya di dalam bath room tersebut. Tetapi begitu pintu bath room terbuka, Alexander tidak melihat siapapun ada di dalamnya. Melihat hal itu, sedikit demi sedikit kepanikan mulai menghampiri Alexander. Tanpa sadar, mata laki-laki itu melihat ke dekat wardrobe, dan melihat trolly bag cabin yang biasa dibawa kemana-mana oleh istrinya, saat ini tidak ada di tempatnya.


"Stevie..., where are you baby....?" Alexander mulai dilanda kepanikan, laki-laki itu bergegas berlari keluar, untuk memastikan keberadaan istrinya di dalam mansion itu.


"Susy.. apakah kamu melihat ada dimana istriku sekarang, Stevie tiba-tiba tidak ada di dalam kamarnya..?" melihat maid bernama Susy, Alexander berteriak bertanya pada perempuan itu.


"Mohon maaf tuan Alex.., saya tidak mengetahui dimana keberadaan nona muda..." sambil menundukkan wajah, Susy tidak melihatnya.


Tanpa kata, Alexander segera berlari ke ruang tengah, dan disanapun laki-laki itu tidak menemukan keberadaan istrinya. Laki-laki itu kemudian berpindah ke ruang lainnya, seperti ruang baca, gym.. dan semua tempat yang ada di ruangan itu, sampai suara kaki berlarinya terdengar menggema ke seluruh ruangan. Dari arah kamar yang ditempati tuan Wijaya dan nyonya Sheilla, tiba-tiba terbuka dari dalam. Melihat Nyonya Sheilla yang baru saja keluar dari dalam kamar, Alexander bergegas menghampiri perempuan paruh baya itu.


"Mam..., apakah mama melihat ada dimana Stevie saat ini..? Alex tidak dapat menemui gadis itu, hampir semua ruang sudah Alex datangi.." sambil tetap menahan emosinya, dengan suara pelan Alexander bertanya pada mama mertuanya.


"Waduh.. kebetulan sejak sore, mama hanya menemani papamu di dalam kamar Alex. Jadi mama belum melihat Stevie sejak siang.." tanpa berprasangka, Nyonya Sheilla menjawab pertanyaan menantunya.


"Terima kasih mam.., Alex akan mencoba bertanya pada penjaga, atau kak Andre.." tidak mau membuat mama mertuanya panik, Alexander kemudian berpamitan meninggalkan perempuan paruh baya itu.


Alexander mulai menata hatinya, dan dalam hati berdoa agar Stevie ada di dalam rumah, dan hanya sedang melakukan sesuatu. Laki-laki itu langsung berjalan cepat menuruni tangga dari lantai atas, untuk ke depan bertanya pada penjaga mansion. Tetapi baru saja laki-laki itu sampai di tangga bawah, terlihat Cassandra menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Kak Alex.. apa yang kakak lakukan, barusan Sandra bertanya pada maid, menanyakan siapa yang langkah kakinya menggema di dalam mansion. Maid mengatakan jika melihat kak Alex berlari-lari, apa yang terjadi?" Cassandra langsung bertanya pada anak muda itu.


"Stevie tidak ada di dalam kamarnya Sand.. demikian juga di setiap ruangan yang ada di dalam mansion ini. Aku sedang mencari keberadaan istriku saat ini.." dengan wajah panik, Alexander menjawab pertanyaan Cassandra.


"Baik Sandra.. terima kasih.." Alexander bergegas keluar mencari istrinya di luar mansion.


Sesaat suasana di dalam mansion Andreas Jonathan terlihat panik, bahkan suami dari Cassandra itu ikut keluar dari dalam kamar. Demikian juga dengan tuan Wijaya, dan nyonya Sheilla. Beberapa saat kemudian, tampak dua orang penjaga masuk bersama dengan Alexander.


"Bagaimana kak Alex.., apakah sudah mendapatkan kabar ada dimana Stevie saat ini..?" Cassandra langsung bertanya pada adik iparnya itu.


"Maaf nona muda.. kira-kira sejaman yang lalu, nona Stevie keluar dengan membawa driver nona muda Cassandra. Tetapi ketika saya telpon baru saja, driver itu ternyata ponsel tidak aktif, berada di luar jangkauan." sebelum Alexander menjawab, penjaga itu sudah mendahului untuk menjelaskan apa yang terjadi.


"Nomor ponsel Stevie juga tidak aktif kak, aku sudah menghubungi beberapa kali. Mungkin gadis itu sengaja mematikan saluran ponselnya, untuk membuatku panik dan khawatir.." wajah Alexander tampak letih. Baru kali ini, Cassandra yang terbiasa melihat laki-laki itu dalam keadaan tegar, berubah menjadi terpuruk seperti itu. Jelas sekali, terlihat dengan kepergian Stevie bisa membuat laki-laki itu menjadi sangat down.


Cassandra terdiam, gadis muda itu mengingat apa yang terjadi sore tadi ketika melihat Alexander membopong tubuh istrinya masuk ke dalam mansion. Dengan menyembunyikan wajah di  dada suaminya, Cassandra menduga sedang terjadi keributan antara pasangan suami istri muda itu. Namun.. karena berpikir jika konflik dalam rumah tangga itu merupakan hal yang biasa terjadi, akhirnya Cassandra tidak berpikir lebih. Ketika suaminya Andreas Jonathan masuk, laki-laki itu menceritakan konflik dalam keluarga adik kandungnya. Tetapi sekali lagi, karena mereka berpikir itu masalah yang biasa terjadi dalam usia perkawinan yang masih sangat muda, akhirnya pasangan suami istri itu mengabaikannya.


"Papa... ada dimana Stevie pa, anak itu belum pernah bepergian sendiri di luar negeri, Apalagi saat ini, kota ini sedang memasuki musim dingin.., cari Stevie pa,..." tiba-tiba terdengar suara nyonya Sheilla yang panik, dan meminta suaminya Wijaya untuk mencari putrinya.


"Tenanglah Sheilla... kita harus berpikir dengan kepala dingin semuanya. Saat ini, putri kita tidak sedang sendiri, Stevie pergi dengan membawa driver, jadi ada orang yang menemani putri kita..." Wijaya terdengar menenangkan istrinya yang mulai panik, karena mendengar putrinya pergi.


Tiba-tiba terlihat Alexander akan berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Mau kemana kamu Alex..., apakah kamu juga mau bertindak konyol seperti istrimu. Main pergi dari rumah tanpa ada perencanaan sama sekali.." tiba-tiba suara Andreas Jonathan menggelegar di ruangan itu.


Semua mata memandang ke arah suami dari Cassandra itu. Wajah Andreas Jonathan seperti biasanya, terlihat dingin, dan tampak dari sorot matanya menunjukkan ada kemarahan melintas.


*********