
PT. Indotrex. Tbk.
Alexander yang baru saja tiba dari luar negeri segera mendatangi ruang kerja Andreas Jonathan, karena CEO perusahaan itu berkali-kali memintanya untuk kembali ke perusahaan. Merasa jika ada sesuatu yang gawat terkait perusahaan, Alexander segera bergegas menemui Andreas Jonathan. Tanpa mengetuk pintu, Alexander langsung masuk dan mendatangi CEO perusahaan di depan meja kerjanya.
"Tuan muda.. saya sudah kembali. Apa ada sesuatu yang akan kita diskusikan." Alexander menyapa tuan mudanya. Laki-laki itu kemudian duduk di depan Andreas Jonathan.
Andreas Jonathan meletakkan berkas yang sedang diperiksanya, laki-laki itu kemudian menatap Alexander dengan pandangan mata tajam.
"Periksa semua apartemen, kost - an yang ada di kota Bandung, cari informasi apakah Cassandra ada di kota ini. Beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja aku ketemu dengan laki-laki yang sering antar jemput Cassandra ketika masih bekerja di perusahaan ini. Meskipun laki-laki itu tidak mau berbicara jujur, dan malah pergi meninggalkanku, aku yakin dia sudah menyembunyikan sesuatu." tanpa ada introduction terlebih dulu, Andreas Jonathan menyampaikan perintah baru pada ALexander.
Alexander menghela nafas, dipikirnya ada hal penting terkait ekspansi yang akan dibicarakan oleh tuan mudanya, ternyata lagi-lagi terkait masalah perempuan. Tetapi tidak ada yang bisa ditentang oleh Alexander, jika Andreas Jonathan sudah memberinya perintah.
"Baik tuan muda.. saya akan segera buat pengaturan. Data di Disperindag dan UMKM serta data pada asisoasi pengusaha apartemen, hotel maupun kost-kostan akan segera kita search. Setelah itu, secara besar-besaran akan saya kirimkan pengawal untuk melakukan sweeping." Alexander menyanggupi perintah yang tidak masuk akal itu.
"Okay, segera buat pengaturan. By the way.. apa yang kamu dapatkan di negara Jepang selama beberapa waktu, apakah ada importir yang tertarik dengan produk yang dihasilkan perusahaan kita..?" dengan cepat, setelah membuat pengaturan, Andreas Jonathan mengalihkan pembicaraan pada perkembangan perusahaan.
"Ada satu perusahaan tuan muda, tetapi ada persyaratan yang diajukan olehnya. Perusahaan itu bersedia menjadi importir, hanya saja kita tidak boleh menerima atau memberikan kesempatan pada perusahaan lain, untuk memegang licensi produk perusahaan kita di negara Jepang. perusahaan itu menginginkan hak privielege, private dimana hanya perusahaan itu yang memilikinya." Alexander menjelaskan,
Dengan antusias, Andreas Jonathan berpikir sejenak, mencoba mempertimbangkan apa yang disampaikan oleh asisten pribadinya sekaligus wakil CEO itu. Setelah beberapa saat,
"Menurutku tidak masalah Alex.. hanya saja mereka harus membayar kepemilikan privielege dengan harga premium. Tawarkan pada mereka.." merasa bisa menetapkan harga khusus, sehingga profit perusahaan bisa meningkat. Andreas Jonathan segera menanggapi informasi yang disampaikan oleh Alexander.
"Sudah tuan muda.. ketika kami berbincang samping dinner, pernyataan itu sudah pernah saya singgung, meskipun saya belum memberikan kepastian jawaban untuk mereka. Mereka menyatakan tidak masalah, karena merasa akan memiliki hal monopoli untuk memasarkan produk perusahaan ke seluruh antero negara Jepang." dengan cepat, ALexander menyampaikan tanggapan,
Ekspansi yang dilakukan oleh PT. Indotrex. Tbk akhir-akhir ini memang lebih difokuskan pada pasar luar negeri. Orang-orang mitra perusahaan mereka yang akan bekerja keras untuk mencari pasar, tetapi perusahaan hanya menyiapkan produk untuk dikirim ke perusahaan di negara tujuan.
"Okay good job Alexander. Atur pertemuan mendadak dengan para pemegang saham mayoritas, dan juga adakan rapat Dewan Direksi. Kita harus menyampaikan pada mereka tentang rencana ekspansi pasar di luar negeri kali ini." akhirnya dengan cepat, Andreas Jonathan membuat persetujuan, dan menetapkan langkah tindak lanjut mereka.
*************
Sore Harinya
apa-apa, Alexander sangat piawai dan bisa diandalkan untuk menangani permasalahan-permasalahan yang sulit.
"Beberapa waktu yang lalu, sebenarnya sebagian kecil pengawal sudah melakukan beberapa pemeriksaan tuan. Kami memeriksa kots-an yang dekat dengan tempat tinggal yang ditinggali saudara Herlambang. Namun sepertinya, anak muda itu memang tidak terkait dengan keberadaan nona Cassandra." penanggung jawab pengawal yang digunakan Andreas Jonathan itu memberikan tanggapan.
"Lakukan lagi, sisir dengan rapi, dan lakukan secara smooth. Yang perlu untuk kalian perhatikan, ini bukan mencari keberadaan seorang penjahat, namun yang akan kita cari adalah gadisnya tuan muda. Perlakukan dengan baik, jangan pernah ada kekerasan untuk mendapatkan miss Sandra kembali. Buat laporan sedetail mungkin, jika kalian mendapatkan informasi." Aleander kembali membuat arahan.
"Siap tuan muda.. tetapi kita hanya mampu menjangkau wilayah perkotaan saja,. Karena untuk keberadaan kost-an di wilayah pedesaan, kita tidak mendapatkan datanya." kepala pengawal itu menanggapi
"Yap.. lakukan dulu, dan segera berikan laporan kepadaku, mengenai upaya apa yang sudah kalian lakukan." Alexander segera berdiri setelah mengucapkan kalimat terakhir.
"Baik tuan Alex.. saya dan tim segera bekerja serapi mungkin." kepala pengawal itu melihat Alexander berjalan meninggalkan ruangan, dan hanya menatap punggung laki-laki itu sampai tidak terlihat lagi.
**********
Alexander menemani Andreas Jonathan di Musk Bar, menghabiskan waktu dengan menikmati live music. Seperti orang yang sudah mati rasa, kedua anak muda itu sama sekali tidak memiliki ketertarikan melihat gadis-gadis muda yang disiapkan owner bar untuk menggoda keduanya, Hanya gertakan yang terdengar ketika para gadis itu mendekat pada laki-laki itu.
"Sedikitpun apakah kamu belum dapat kabar tentang keberadaan Cassandra.. Alex.." sambil mengangkat gelas sloki dan menyesap isi di dalamnya, Andreas Jonathan bertanya pada Alexander,
"Belum tuan muda.. semua informasi sedikitpun tidak ada yang terbuka. Gadis muda itu betul-betul seperti hilang ditelan bumi, bahkan mamanya di Jogja juga tidak mengetahui keberadaan putrinya dimana. Begitu juga dengan adiknya.." Alexander menanggapi perkataan Andreas Jonathan.
"Hah.. Sandra.. please forgive me.. Aku akan bertanggung jawab padamu Sandra.. please come back to me.." Andreas Jonathan berucap pelan.
Alexander melihat reaksi tuan mudanya dengan tatapan prihatin, seakan ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh atasannya itu. Bahkan Nyonya besar Sandrina, dan tuan besar Abraham tidak bisa mempengaruhi keteguhan laki-laki muda itu. Kedua orang tua dari laki-laki muda itu sudah berusaha, bahkan mempressure Andreas Jonathan, namun anak muda itu masih keukeuh dengan pendiriannya.
"Tuan muda sudah terlalu banyak minum, jangan diteruskan lagi tuan muda. Akan berbahaya untuk kesehatan lambung tuan muda.." melihat Andreas Jonathan yang kembali menuangkan anggur di dalam gelas slokinya, Alexander mencoba mengingatkan,
"Jangan larang aku Alex.. hanya minuman ini yang tahu betapa kepedihan yang aku rasakan. Aku akan berhenti mengkonsumsi minuman ini, jika aku sudah menemukan keberadaan Cassandra." ucap Andreas Jonathan yang langsung menenggak minyman langsung dari sloki yang sudah diisinya penuh.
*********