CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 283 Kejutan Tidak Terduga



Setelah mandi, pasangan suami istri itu, Cassandra dan Andreas Jonathan keluar dari dalam kamar mereka. Cassandra segera mencari Altezza dan Fazwan, dan merasa bersalah karena jam 08.30 wita baru mencari kedua putranya. Namun beberapa kali Cassandra berkeliling Pant House, perempuan muda itu tidak menemukan keberadaan kedua putranya. Untung saja, Cassandra melihat kelebatan Alexander sesama ipar dalam keluarga itu.


"Kak Alex.. apakah Fazwan dan Altezz sedang bersama Stevie kak.. Sejak tadi, Sandra mencari mereka tetapi belum bisa menemukannya." Cassandra segera mendatangi Alexander, dan bertanya tentang kedua putranya.


"Hemm... ga Stevie, ga kamu Sandra.. Sejak tadi Stevie juga mencari Fazwan dan Altezz, tapi juga belum ketemu dengan mereka berdua. Para pengawal juga tidak terlihat, hanya ada satu saja, sekarang sedang minta ijin untuk breakfast di restaurant hotel. Ataukah kedua anak itu, bersama dengan suster pengasuh, dan mengajak para pengawal untuk berjalan-jalan ke sekeliling hotel." Alexander menanggapi pertanyaan Cassandra.


Kening Cassandra berkerut, perempuan muda itu seperti tidak percaya jika suster pengasuh, berani membawa pengawal untuk menemaninya. Tetapi karena merasa yakin dengan pengamanan dan pengawalan di hotel Bulgari, akhirnya Cassandra mencoba untuk menenangkan sendiri perasaannya,


"Ya sudah kak Alex.., coba Sandra akan bertanya pada kak Andre. Siapa tahu, mereka sudah berpamitan dengan kak ANdre, hanya saja kak Andre lupa memberitahukan pada Sandra.." akhirnya Cassandra segera meninggalkan ALexander, kemudian mencari suaminya yang sejak tadi berada di ruang makan sedang memeriksa gadget.


"Dari mana honey, kenapa keluar tidak mengajakku.." melihat kedatangan  istrinya, Andreas Jonathan bertanya pada perempuan muda itu. Laki-laki muda itu meletakkan gadget di atas meja, kemudian melihat ke arah istrinya. Andreas Jonathan sengaja belum sarapan pagi, karena menunggu kedatangan istrinya.


"Sandra baru saja pergi untuk mencari Altezz dan Fazwan kak... tapi keduanya juga suster pengasuh, para pengawal sedang tidak ada di tempat. Apakah kak Andre mengetahui kemana mereka..?" seperti mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Cassandra langsung bertanya pada suaminya.


"Hemm... santailah honey, nikmati masa liburanmu. Keamanan hotel Bulgari sangat terjaga, dan terjamin di seluruh dunia. Mereka masih ada di dalam hotel ini, sekarang temani suamimu ini untuk sarapan pagi. Sebentar lagi, pasti mereka akan datang dan mencari mommy nya." seperti tidak ada masalah apa-apa, Andreas Jonathan menjawab dengan santai. Sama sekali tidak terlihat ada kepanikan di wajah laki-laki muda itu.


Cassandra mengambil nafas dalam, dan akhirnya karena melihat bagaimana ketenangan suaminya, akhirnya Cassandra menenangkan dirinya sendiri. Perempuan muda itu segera menyiapkan piring, sendok dan garpu, serta pisau makan, dan mengisinya dengan makanan kesukaan suaminya.


"Kak Andre mau disiapkan apa untuk sarapan pagi..?" Cassandra bertanya terlebih dahulu, sebelum mengambilkan makanan.


"Hot plate beef steak saja honey.. Pakai wedges potatos, untuk minumnya siapkan orange juice.." tanpa melihat ke arah istrinya, Andreas Jonathan menjawab.


"Okay kak, tunggu sebentar lagi Sandra siapkan." dengan cepat, Cassandra segera menyiapkan menu yang dipilih suaminya. Setelah mengambilkan dua potong beef steak dari hot plate, kemudian meletakkan di atas piring saji, Cassandra segera memberikan pada suaminya. Tidak lama kemudian, dengan cekatan Cassandra menyiapkan orange juice..


"Kamu juga segeralah makan honey... sebentar lagi, aku akan mengajakmu jalan-jalan. Kita akan melakukan diving, dengan mengajak dua putra kita, untuk mengenalkan mereka dengan biota laut sejak dini." sambil memotong steak du piringnya, Andreas Jonathan meminta Cassandra untuk segera mengikutinya makan.


"Iya kak.., ini Sandra juga sudah ambil dua slice tuna sandwich. Untuk minumnya, pakai avocado juice.." sambil menunjukkan piringnya, Cassandra menanggapi. Pikiran perempuan muda itu memang masih memikirkan Altezza dan Fazwan.


**********


"Eyang putri... kapan eyang dan Uncle Armand akan ke Inter Laken, di negara Swiss..?? Jika Uncle datang ke sana, Altezz akan punya teman uncle.." tiba-tiba Cassandra mendengar suara putra pertamanya tampak berbicara dengan seseorang. Cassandra samar-samar mengenali suara itu, namun hanya saja perempuan muda itu belum sepenuhnya yakin.


Perlahan Cassandra beranjak dari tempat duduknya, dan ketika perempuan itu keluar sampai di depan pintu, Cassandra seperti tidak mempercayai apa yang dilihat di depan matanya. Terlihat mama Dhini menggendong Fazwan, dan adiknya Armand tampak menggandeng tangan Altezza. Kedua suster pengasuh tampak berjalan memberikan pengawalan pada mereka.


"Mama... Armand.." Cassandra berteriak, dan setengah berlari mendatangi dua orang yang selalu dirindukannya itu. Seperti tanggap, suster pengasuh segera memgambil Fazwan dari gendongan Nyonya Dhini, dan perempuan paruh baya itu segera berpelukan dengan putrinya.


"Sejak kapan mama datang, kenapa tidak membangunkan Cassandra..?" dengan berlinang air mata kebahagiaan, Cassandra bertanya pada perempuan paruh baya itu.


"Tadi malam putriku... tetapi pukul satu malam, kami baru saja sampai. Suamimu menelpon mama, sejak dua hari yang lalu, dan private jet menjemput kami tadi malam Cassandra.." sambil menangis pula, Nyonya Dhini menjawab pertanyaan Cassandra. Perempuan paruh baya itu tampak penuh haru, bisa bertemu dengan putrinya, dan juga kedua cucu laki-lakinya.


"Mama.. maaf baru bisa menemui mama pagi ini.." tiba-tiba terdengar suara Andreas Jonathan di belakang Cassandra.


Perempuan muda itu melepaskan pelukan dari mamanya, kemudian membalikkan badan dan melihat ke belakang. Pukulan di dada suaminya, merupakan bentuk protes Cassandra atas rencana suaminya itu. Tetapi tangan Andreas Jonathan lebih cepat menangkap tangan istrinya, kemudian dengan lembut memberi ciuman di depan mertuanya. Setelah itu, Andreas Jonathan dan mama Dhini berjabat tangan..


"Ayolah kita masuk ke dalam.., masak kita berbicara di depan pintu seperti ini.." merasa mereka bicara sambil berdiri, akhirnya Andreas Jonathan mengajak semua untuk masuk ke dalam.


Altezza tidak mau melepaskan diri dari pegangan tangan Armand, anak kecil itu merasa memiliki teman bermain. Sedangkan Fazwan segera kembali diambil oleh Nyonya Dhini dari gendongan suster pengasuh. Orang-orang itu segera masuk ke dalam, kemudian menuju ke ruang tengah dan duduk disana.


"Bagaimana ma... perjalanannya tadi malam..?" Andreas Jonathan basa basi menanyakan tentang penerbangan.


"Enak Nak Andre, apalagi mama dan Armand kan belum pernah naik pesawat. Ketika dulu main ke Jakarta, mama dan Armand menggunakan kereta api, dan dijemput nak Alex di stasiun. Jadi yah.. tidak bisa membandingkan dengan penerbangan yang lain.." dengan polosnya, mama Dhini menjawab pertanyaan dari menantunya.


************