
Berita kehamilan Stevie akhirnya terdengar sampai ke telinga Cassandra dan suaminya Andreas Jonathan. Pasangan suami istri itu ingin merayakan berita bahagia itu dengan mengadakan pesta barbeque di rumah pasangan suami istri itu. Alexander segera mendatangkan chef dari Ox Restaurant & Grill, yang sudah teruji menghasilkan berbagai masakan barbeque yang sangat lezat dan empuk. Selalu menu grill, keluarga Alexander juga menyediakan menu sea food dengan mendatangkan Korean BBQ Restaurant Aare untuk menyiapkan berbagai produk sea food yang sangat memanjakan lidah.
"Honey... apakah mau aku bawakan steam boat kesini.. sangat lumayan untuk menghangatkan badan. Lihatlah Altezz, dengan Uncle nya sangat menikmati iga bakar di sisi sebelah sana," melihat Cassandra yang hanya duduk sendirian, Andreas Jonathan segera berjalan mendekati istrinya. Banyak tamu yang datang ke rumah ini, karena dari perusahaan rintisan baru di kota Inter Laken, semua manajer divisi dan supervisor ikut datang menghadiri acara yang diadakan secara mendadak itu.
"Boleh kak.. tapi udangnya dikurangi ya, jika ada sayatan daging kambing bisa ditambahkan agar cita rasa steam boat menjadi lebih unik. Pao nya juga kak, sepertinya kita berada di negara Korea, menikmati menu itu langsung dari negara tersebut." Cassandra menanggapi.
"Hemm... apakah ini isyarat nih, jika istri dan putraku jarang aku ajak berlibur. Tapi jangan khawatir, setelah putra kedua kita terlahir, aku akan membawa kalian untuk mengelilingi dunia. Honey perlu tahu bagaimana keadaan orang-orang di Afrika.., kita akan melihat mereka. Dan juga melatih kepekaaan Altezz akan kepedulian, dan rasa humanity pada sesama.." dengan bersemangat, Andreas Jonathan ikut menanggapi pula.
"Iya kak... tapi mana steam boatnya, tadi menawarkan pada Sandra. Tapi sepertinya sudah terlupakan ya.." dengan maksud menggoda suaminya, Cassandra mengingatkan steam boat yang dijanjikan.
"Ups... I.m sorry honey..." Andreas Jonathan segera berlari mendatangi Korean BBQ Restaurant Aare, di bawah iringan suara tawa Cassandra.
Dari tempatnya duduk, Cassandra melihat jika banyak orang ikut meramaikan dan menikmati acara perayaan tersebut. Terlihat ALexander juga sibuk melayani Altezza dan istrinya, sepertinya auntie dan keponakannya itu sengaja membuat repot laki-laki itu. Tiba-tiba dari arah pintu masuk, terlihat tuan WIjaya dan Nyonya Sheilla tergopoh-gopoh masuk. Kedua orang tua itu terlambat datang, karena sedang tidak berada di Inter Laken. Keduanya sedang berkeliling ke Eropa, dan tempat terakhir mereka berada adalah di Italia. Ketika mendengar kabar baik, dengan segera kedua orang itu terbang kembali ke Zurich dengan mengendarai private jet.
"Papa... mama.., selamat datang di rumah Stevie.." Cassandra segera berdiri dan menyambut kedatangan mertuanya itu sambil memegangi perutnya.
"Hai putri menantu mama yang pertama, duduklah. Mama tidak tega melihatmu dalam keadaan hamil besar, berdiri dan menyambut kedatangan kami.." nyonya Sheilla segera mendudukkan kembali Cassandra di kursinya. Perempuan muda itu hanya tersenyum kecut, karena dirinya memang sering merasa terlupa dengan kondisinya saat ini. Padahal menurut hitungan dokter, kehamilannya saat ini sudah memasuki usia 9 bulan, dan sudah mendekati masa HPL. Untuk melupakan ingatan itu, dan untuk mengurangi kepanikan, Cassandra memang lebih suka mengisi waktu kosong dengan kesibukan.
"Papa.. mama, sudah datang.." Andreas Jonathan yang mengawal pramusaji mengantarkan steam boat ke meja depan tempat duduk istrinya, menyapa dua orang itu. Laki-laki muda itu memberikan salam, dan menyalami keduanya.
"Iya.. barusan papa sampai ke rumah ini. Untungnya pilot dan pramugari siap, jadi begitu papa menghubungi mereka, langsung bisa mengantarkan papa dan mama kembali ke Zurich." tua Wijaya menanggapi ucapan putranya.
Terlihat beberapa waiters segera datang untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk menyambut kedatangan pasangan paruh baya itu.
***********
"Bagaimana kamu akan merencanakan kelahiran putra keduamu Sandra.. mau di Inter Laken atau mau pindah ke Zurich untuk sementara waktu.." melihat usia kehamilan menantunya, Nyonya Sheilla bertanya pada Cassandra.
"Cassandra mau di kota ini saja mam.. tidak perlu harus menuju ke Zurich. Setiap kali Cassandra periksa dengan didampingi kak Andre.., fasilitas kedokteran di kota ini sudah sangat maju. Jadi Cassandra tidak perlu harus merasa khawatir, apalagi ini merupakan kelahiran yang kedua. Ketika kelahiran Altezza, Sandra juga melakukannya di kota kecil, di kawasan Jawa Tengah daerah Solo.., dan meskipun terlahir normal, tidak ada hambatan apapun selama proses persalinan." Cassandra menjawab kekhawatiran mama mertuanya.
"Lebih bagus seperti itu Cassandra, dibutuhkan rasa percaya diri yang kuat untuk melepaskan rasa ketakutan. Tidak perlu rumah sakit terkenal, asalkan kita merasa yakin dan kuat, pasti kamu akan bisa melaluinya dengan sangat baik dan lancar." Tuan Wijaya menambahkan.
Mendengar rasa tenang dan lancar, kakak iparnya dalam menanggapi pertanyaan kedua orang tuanya, Stevie terlihat agak khawatir..
"Kenapa kamu bereaksi seperti itu sayang... Ingat, masamu masih lama, masih sekitar delapan bulan lagi.." dari sampingnya. Alexander yang mengamati gerak gerik istrinya, berkomentar pada perempuan muda itu.
"Iya kak... Stevie nervous mendengar jawaban santai dan tanpa beban kak Sandra.. Sepertinya kak Sandra betul-betul sudah siap untuk melahirkan, dan tidak masalah dimanapun rumah sakit yang akan membantu proses persalian." dengan tatapan cemas, Stevie melihat ke arah suaminya.
Mendengar kata-kata Stevie, semua yang duduk di ruang tengah itu melihat ke arah perempuan muda itu. Nyonya Sheilla tertawa melihat reaksi putrinya, yang sejak terlahir sampai besar selalu bersamanya.
"Apa yang perlu kamu khawatirkan Stevie.. Melahirkan seorang anak merupakan tugas mulia seorang ibu. Hampir 90% warga masyarakat perempuan sangat mengharapkan hal itu. Belajarlah dari kakakmu Cassandra, menikmati alur dan prosesnya. Ingat untuk selalu menghilangkan ketegangan, dan menganggap jika hamil dan melahirkan bukan merupakan suatu tugas berat untukmu. Semuanya alami, harus terjadi dan dijalani oleh seorang perempuan di belahan dunia manapun." terdengar nyonya Sheilla menasehati putrinya.
Alexander tanggap, melihat reaksi istrinya yang malah bersikap bingung, laki-laki muda itu segera mendekap perempuan muda itu di dadanya. Ciuman lembut diberikan laki-laki itu di kening Stevie.
"Kamu harus lebih bersyukur Stevie.. lihat kakakmu Cassandra. Memperjuangkan Altezz sendirian di rumah sakit yang ada di kota Solo, tanpa ada pengakuan dari seorang laki-laki yang menghamilinya. Cassandra berusaha tegar menutupi statusnya saat itu, tanpa menganggap jika yang terjadi adalah aib atau sebuah kesalahan. Baru setelah lahir putra kami Altezza, aku baru menikahinya.." tampak Andreas Jonathan menatap dengan penuh kasih istrinya.
Semua yang berada di dalam ruangan tengah itu, seketika mata mereka berkaca-kaca, karena baru beberapa dari mereka yang mengetahui kisah unik percintaan pasangan suami istri yang selalu tampak terlihat saling melengkapi itu.
*************