
Tepuk tangan kembali bergemuruh di seluruh ruangan ball room, ketika dengan mesra tuan muda ANdreas Jonathan memberikan ciuman pada istrinya Cassandra. Hal itu merupakan pertama kali mereka lihat, seorang pemilik perusahaan tampak tunduk dan taat pada istrinya, padahal beberapa dari mereka tahu dan paham asal usul dari nona muda mereka, Cassandra. Herlambang tampak merah padam wajahnya, meskipun laki-laki itu turut bertepuk tangan, namun hatinya tidak bisa dibohongi. Dan hal tersebut tidak terlepas dari penglihatan Miss Cathy.
"Terima kasih atas kehadiran kalian semua dalam acara undangan perusahaan, dan dari laporan pengawal tadi, tidak ada satupun dari jajaran manajer absen dalam acara meeting kali ini. Sebagai pemilik perusahaan ini, saya merasa bangga dan sangat mengapresiasi kerja keras kalian semuanya. Kita ada, tumbuh dan berkembang, karena kalian ada untuk PT. Indotrex. Tbk.." kata-kata yang diucapkan CEO PT. Indotrex seperti menghipnotis semua tamu undangan yang berada di ball room.
Sikap tuan muda Andreas Jonathan tampak alami, bisa bicara di depan ratusan orang, dengan gestur tubuh yang alami sambil menggendong Fazwan di pinggangnya. Tampak semuanya terlihat secara alami, tidak ada kekagokan dalam memperlakukan keluarga, bahkan putra-putranya. Semua terus mendengarkan apa yang diucapkan oleh CEO mereka, harapan perusahaan ke depan, dan bahkan ucapan terima kasih terus membanjir dalam ucapannya.
"Sekali lagi saya ingatkan, anda ada dan berdiri untuk PT. Indotrex. Tbk karena support system dari keluarga anda. Jadi jangan sia-siakan perhatian mereka untuk kalian semua. Dan bagi para pendamping yang turut hadir dan datang di acara malam ini, jika menemukan karena posisi dan salary suami atau istri kalian semua, membuat mereka berpaling, atau menduakan kalian, laporkan pada perusahaan. Kami akan menindak tegas pada penyimpangan seperti itu." kembali tepuk tangan bergemuruh, memenuhi ruangan tersebut,
Tetapi Andreas Jonathan memahami jika keberadaan para manajer dan keluarganya di pulau Bali, lebih banyak untuk menikmati fasilitas wisata di kota tersebut. Akhirnya di bawah iringan tepuk tangan, Andreas Jonathan mengakhiri pemberian pidato untuk pembukaan acara FGD dan Family Gathering perusahaan. Dengan luwes, laki-laki muda itu merangkul pinggang istrinya dengan satu tangan, dan tangan Cassandra menggandeng tangan Altezza menuruni stage untuk menuju ke tempat duduk yang disediakan khusus untuk mereka berdua.
"Aku pikir kak Sandra tidak datang malam ini... ternyata kalian berdua sukses membohongi kami.." Stevie menghadang keluarga kakaknya itu, dan memprotes pada kakak iparnya.
"Kak Sandra juga tidak tahu, jika kak Andre ternyata sudah menyiapkan kejutan ini Stevie.. Ketika kakak mengajaknya untuk bicara masalah ini, karena kakak juga ingin mengenalkan Fazwan pada neneknya di Kalasan, kak Andre tidak memberikan tanggapan apapun. Malah kemarin malam.., kak Andre tahu-tahu mengajak kita untuk langsung ke Zurich International Airport. Dari bandara I Ngurah Rai, kami menggunakan helikopter untuk landing di hanggar hotel Bulgari." Cassandra menjelaskan pada adik iparnya.
"Honey... duduklah dulu, kita makan beberapa meal yang sudah disajikan oleh pelayan hotel. Honey belum makan bukan, karena segera mengajak kita untuk ke ball room." Andreas Jonathan segera mengajak Cassandra dan Altezza untuk duduk di round table untuk mereka.
"Kak Sandra ikut kak Andre dulu Stevie.. besok pagi, kita bisa bincang-bincang lagi.." untuk menjaga perasaan suaminya, Cassandra segera mengikuti ajakan suaminya.
Pasangan suami istri dan dua putra laki-lakinya itu, segera menuju ke tempat yang sudah disediakan untuk mereka. Tatapan dari para manajer beserta keluarganya tidak teralihkan dari tempat keluarga kecil itu duduk. Semua perlakuan ANdreas Jonathan pada istri serta putranya, terlihat sangat alami dan natural. Tidak ada kesan, jika semua yang dilakukannya adalah pencitraan. Andreas Jonathan sendiri tidak peduli dengan tatapan itu, laki-laki itu terus memanjakan terutama istrinya, disamping juga kedua putranya.
***********
Keesokan Paginya
Karena tadi malam, Cassandra dan suaminya tidur sangat malam, pagi ini pasangan suami istri itu terlambat bangun. Kedua putra mereka kebetulan tidur di kamar yang berbeda, dengan pengawalan ketat dari pengasuh, dan pengawal yang khusus dibawa oleh Andreas Jonathan. Perempuan muda itu tampak membuka matanya, dan merasa berat di pinggangnya. Setelah Cassandra membuka matanya, ternyata kaki suaminya Andreas Jonathan berada di atas pinggangnya.
Perlahan perempuan muda itu mengangkat kaki tersebut, dan mata Andreas Jonathan membuka perlahan, dan tersenyum melihat ke arah istrinya.
"Honey.. mau kemana sayang... kita saat ini sedang berlibur, bolehlah seharian penuh kita cukup berada di dalam kamar saja.." dengan suara serak khas bangun tidurnya, Andreas Jonathan kembali memeluk istrinya.
"Sudah siang kak, apakah kak Andre tidak akan join dalam FGD perusahaan. lagian Sandra juga mau melihat anak-anak, memastikan mereka apakah sudah makan pagi atau belum.." perempuan muda itu membuat alasan. Perlahan akhirnya Cassandra akhirnya berhasil duduk, dan bersandar di sandaran ranjang,
"Tidak perlu.. untuk hasil FGD kan bukan harga mati, laporan hasil masih akan akun cermati lagi dengan Alexander. Untuk anak-anakpun, untuk kali ini hilangkan rasa khawatirmu honey.. mereka sudah berada di bawah pengasuhan dan pengawalan orang yang tepat. Yang perlu mendapatkan pengawalan dan pengasuhan pagi ini adalah aku, suamimu honey..." dengan senyum smirk, Andreas Jonathan dengan tidak tahu malu mengutarakan keinginannya.
"Kak Andre deh.. mesti seperti ini.. Tidakkah kita mandi dulu saja, biar tubuh terasa segar rasanya.." tidak bermaksud untuk menolak, Cassandra mengajak suaminya untuk mandi terlebih dahulu.
Tetapi tidak dengan Andreas Jonathan, tangan laki-laki muda itu sudah melingkar duluan di pinggang Cassandra, kemudian wajahnya sudah berpindah di pangkuan perempuan muda itu. Beberapa saat, Cassandra sudah tidak bisa menahan lagi, karena agresifitas dari gerakan suaminya telah melenakannya.
"Mmmpft... kak Andre..., mmmmph..." tubuh Cassandra merasa dialiri listrik dengan tekanan kecil, hampir semua kulit tubuhnya merinding, ketika ciuman dari suaminya mengabsen setiap inchi dari kulit tubuhnya.
"Honey tidak akan bisa kemana-mana sayang..., saat ini menjadi saat kita untuk memadu kasih." Andreas Jonathan tersenyum dan berbisik di telinga Cassandra.
Hembusan nafas hangat laki-laki muda itu, menerpa daun telinga Cassandra, dan membuat bulu kuduk perempuan muda itu seperti berdiri. Tanpa sadar, Cassandra mengeluarkan *******, dan Andreas Jonathan tersenyum mendengarnya. Laki-laki itu seperti mendapatkan zat aphrosidiak setiap mendengar suara de**sah dan lenguhan dari istrinya.
"Kak Andre... jangan goda Sandra kak.." merasa sudah tidak bisa menguasai kesadaran, Cassandra tanpa sadar mengeluarkan kalimat, dan malah menjadikan laki-laki itu semakin menjadi. Tidak menunggu lama, dua tubuh itu sudah saling bergelut, dan mengisi. Aroma percintaan tercium hebat di kamar yang langsung menghadap ke lautan di depannya.
************