
Cassandra hanya sekedar menanggapi adik iparnya, jika besok pagi akan menjemputnya di stasiun Gambir. Tetapi tiba-tiba Cassandra teringat, jika dirinya adalah istri dari tuan muda Andreas Jonathan dan mommy dari Altezza. Predikat yang disandangnya itu sangat berat, sehingga akan pergi kemanapun harus atas seijin dan sepengetahuan suaminya. Harapan untuk dapat melindungi adik iparnya akhirnya musnah sudah.
"Maafkan kak Sandra... Stevie, aku baru ingat jika kakak harus ijin dengan kak Andre, kemanapun tujuan kakak pergi, meskipun hanya untuk menjemputmu." Cassandra bergumam sendiri.
Sambil membaringkan tubuh di atas king size bed, Cassandra memikirkan cara agar bisa menjemput Stevie, namun tanpa dimarahi suaminya. Membiarkan gadis itu pulang sendiri dari stasiun menuju rumah, jelas tidak mungkin untuk dilakukannya mengingat gadis itu menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Singapura. Tetapi jika sampai suaminya Andreas Jonathan tahu, jika adiknya pulang tanpa kasih kabar, dan hanya mengendarai kereta api sendirian, maka suaminya pasti akan mengamuk.
"Hmm... atau aku sampaikan pada Alexander saja ya, agar laki-laki itu yang menjemput Stevie. Anak muda itu naksir berat sama Stevie, pasti mau menutupi keadaan Stevie dari tuan mudanya.." akhirnya Cassandra menemukan jalan terbaik untuk tidak membiarkan Stevie pulang sendiri ke Pent house.
Cassandra segera mencari ponselnya, kemudian mengirimkan pesan via aplikasi chat di whattsapps pada Alexander. Namun beberapa saat, tidak ada balasan dari anak muda itu, dan terlihat jika chat yang dikirimkan belum diread oleh laki-laki itu.
"Ayolah kak Alex... baca.., baca.., baca.. aku keburu mengantuk nih.." sampai tidak sabar, Cassandra menunggu Alexander membalas pesan yang dikirimkannya. Beberapa saat, Cassandra menggunakan waktu menunggunya, dengan membuka Reels di Instagram. Beberapa kali perempuan muda itu senyum-senyum sendiri, ketika ada video yang lucu. Dan ketika Cassandra sudah hampir putus asa, karena rasa kantuk yang menyerangnya, tiba-tiba notifikasi jika ada chat masuk mulai terdengar.
"Darimana nona muda tahu jika nona muda Stevie sudah balik ke Jakarta, apakah aku harus bertanya pada tuan muda dulu, jika adik kandungnya akan balik ke Jakarta.." Alexander malah pura-pura tidak memahami maksud Cassandra menghubunginya.
"Kak Alex.. please.., Sandra minta tolong pada kakak itu untuk melindungi Stevie. Kak Andre akan bisa mengamuk kak, jika tahu Stevie pulang sendiri, tanpa ada yang menemani dan tanpa kabar berita pada kita-kita. Semula aku yang akan melakukan penjemputan ke stasiun Gambir, tapi Sandra akhirnya berpikir. Akan ada keributan yang besar pada keluarga kecil kami kak, jika Sandra menjemput ke stasiun sendiri.. Akhirnya, Sandra beranikan untuk minta tolong pada kak Alex.." Cassandra menjadi panik, gadis itu segera mencegah Alexander.
Alexander terdiam, laki-laki itu mencoba membuat hati Cassandra gundah. Tanpa Cassandra mintapun, jika tahu Stevie pergi sendiri ke Jakarta, pasti dirinya akan diam-diam menjemput gadis itu. Tidak lama kemudian..
"Baik nona muda.. silakan nona muda malam ini tidur dengan nyenyak dan damai. Saya yang akan menghadapi hukuman dari tuan muda jika sampai informasi ini bocor. Jadi nona mudapun juga harus menutup mulut, tidak membocorkan informasi jika nona muda Stevie kembali ke Jakarta." ucap Alexander pada akhirnya.
"Hmm.. baik kak Alex, terima kasih tawaran bantuannya. Asal Stevie tidak dibawa kabur saja, terus Sandra yang diminta menutupi dimana keberadaan Stevie berada.." sahut Cassandra.
"Ha.. ha.. ha.."
**********
Andreas Jonathan terbangun lebih dulu, dan sudah membawa Altezza ke dalam kamar untuk membangunkan mamanya Cassandra. Anak kecil itu terlihat sangat gembira, ketika dituntun papanya menggunakan tangan kanan, dan membuka pintu kamar sendiri. Andreas Jonathan mencoba melepaskan tangan kecil putranya, dan terlihat anak kecil itu memandang ke mata papanya, namun setelah melihat papanya menganggukkan kepala, Altezza langsung menuju ke atas ranjang. Karena tingginya belum sampai, terlihat Altezza berjuang keras untuk memanjat ranjang, dan akhirnya berhasil dan segera merangkak mendekati wajah mamanya.
"Mam.. mam... mama... wake up.. mam.." dengan celotehan yang masih belum fasih, Altezza mencoba membangunkan Cassandra.
"Matahari mama.. Altezza, is that you.. boy..." kedua tangan Cassandra langsung meraih tubuh putranya, dan langsung mendekap Altezza di atas tubuhnya.
Melihat kedekatan istri dan putranya, Andreas Jonathan hanya tersenyum iri, dan laki-laki itu tidak mau ketinggalan. Andreas segera naik ke atas ranjang, dan memeluk tubuh istri dan putranya menggunakan tangannya yang panjang. Jadilah.. di atas ranjang, pagi-pagi keluarga kecil itu terlihat sangat bahagia. Suster Rosanna yang tadi mengikuti tuan mudanya yang mengambil Altezza dari dalam kamarnya, masih menunggu tuan kecilnya keluar, Namun ketika mendengar tawa bahagia dari keluarga kecil itu, perlahan suster pengasuh berjalan meninggalkan depan kamar tuan mudanya.
"Pap.. papa.., mam.. mama.." berulang-ulang dengan celotehan lucu, Altezza memanggil mama dan papanya.
Andreas Jonathan dan Cassandra terlihat sangat bahagia, hanya dengan sentuhan kecil seperti itu. Seakan adegan pagi ini, bisa mengalahkan dunia dan seisinya sampai tidak lagi ingat dan mempedulikan bagaimana keadaan dunia dan isinya itu.
"Kita keluar yukk.. jalan-jalan di roof top. Masak hanya dalam kamar saja, tapi mama gosok gigi dan cuci muka dulu.." terlalu sayang hanya menghabiskan waktu bertiga, di dalam kamar, akhirnya Cassandra mengajak putra kecil dan suaminya untuk berjalan di roof top.
"Okay.. siapa takut mommy..." Andreas Jonathan mengajari putranya menjawab ajakan dari mamanya.
"Atut mommy..." celoteh lucu Altezza membuat Andreas Jonathan tertawa terbahak-bahak.
Cassandra segera beranjak dari tempat tidur kemudian masuk ke kamar mandi. Setelah menggosok gigi, dan mencuci muka, Cassandra sekalian berganti baju tidur dengan baju santai. Beberapa saat kemudian, perempuan muda itu sudah siap dan kembali ke ranjang untuk mengajak putranya.
"Altezz.. come on baby... mommy sudah siap.." Cassandra merentangkan kedua tangannya ingin menggendong Altezza. Namun belum sampai tuan muda kecil itu berpindah dalam gendongan mamanya, Andreas Jonathan lebih cepat meraih tubuh kecil putranya.
"Altezz... mommy ini perempuan, tidak boleh mengangkat barang berat. Altez dan papa adalah laki-laki, maka kita yang akan menjaga mommy.. okay.." Andreas Jonathan mengangkat tangan, mengajak give me five pada putranya. Untungnya Altezza termasuk anak genius, yang sangat mudah memahami perkataan orang tuanya.
"Okay pap.." sahut Altezza dengan cepat.
"Ya sudah kita jalan saja semuanya, mommy dan papa menggandeng tangan ALtezza bagaimana.," akhirnya Cassandra membuat usulan, dan Andreas Jonathan segera menurunkan putranya ke bawah. Namun Altezza dengan tertatih malah berjalan duluan menuju pintu keluar kamar. Akhirnya pasangan suami istri berjalan pelan, mengawal pangeran kecilnya.
***********