CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 177 Perjalanan Transit



Di dalam private jet


Andreas Jonathan berdiri untuk memeriksa apakah Altezza putra laki-lakinya berada pada posisi yang nyaman. Tidak jauh dari anak kecil itu, terlihat suster pengasuh Rosanna yang sedang tertidur, mungkin karena kecapaian. Melihat posisi putranya, perlahan Andreas Jonathan menggeser kaki anak kecil itu, kemudian menyelimuti anak itu dengan selimut yang sudah disiapkan dalam pesawat.


"Mimpi indah jagoan papa..." Andreas Jonathan menundukkan wajah dan memberikan kecupan di wajah putranya.


Laki-laki muda itu tersenyum dan kembali menatap wajah putranya. Tidak lama kemudian, Andreas Jonathan kembali mendatangi tempat duduknya, dan menengok istrinya yang sudah memejamkan matanya. Tiba-tiba Cassandra membuka mata perlahan, dan dua bola mata cerah itu menatapnya balik.


"Terbangun honey..., tidurlah lagi. Kita masih lama untuk berhenti transit di bandara Frankfurt. Jika tidak tidur, nanti honey kelelahan..." dengan suara pelan, Andreas Jonathan meminta istrinya untuk kembali istirahat.


"Sudah capai kak.., tadi ketika di bandara Changi, Sandra sudah tidur dan tidak keluar kemana-mana. Sekarang rasa kantuk Sandra sudah hilang.." Cassano menanggapi perkataan suaminya.


Tiba-tiba Andreas Jonathan menundukkan kepalanya ke bawah, dan tidak lama bibir laki-laki itu sudah menangkap bibir istrinya. Tanpa berdaya dan juga karena daya pikat serta kharisma suaminya, Cassandra mengikuti alur ciuman yang sangat lembut dan memabukkannya itu. Tidak lama kemudian, laki-laki itu melepaskan ciumannya.


"Hmmm.. honey .. apakah mau tidur lagi. Aku bisa membuatmu kembali tertidur lelap, dan akan terbangun ketika sudah sampai di Frankfurt nanti.." bisik mesum Andreas Jonathan membuat Cassandra menjadi siaga.


Kedua tangan Cassandra diarahkan ke depan dan diposisikan mendorong dada laki-laki itu. Andreas Jonathan dengan mata menyipit memberikan signal dan isyarat yang hanya pasangan suami istri itu yang tahu.


"Tuan muda Andreas Jonathan..., tolong dikondisikan mata dan tatapannya. Kita tidak sedang sendiri hanya berdua berada di dalam kamar." Cassandra membuat kata-kata peringatan pada suaminya.


.


"Tidak perlu terlalu khawatir honey..., aku bisa membuat kita berdua terbang di awang-awang tanpa ada yang akan melihatnya. Bagaimanapun... berani untuk terima tantangan?" lagi-lagi dengan senyum smirk.. Andreas Jonathan menggoda Cassandra.


"Hush kak...jaga sikap dan kondisi kan diri. Bukan hanya kita berdua saja yang ada di dalam ruangan ini. Sewaktu -waktu pramugari bisa datang, atau Altezz bangun.. Ayolah kak... please..!" kembali Cassandra mencoba menahan hasrat dan keinginan suaminya.


Tetapi bukan Andreas Jonathan jika tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat hati ketar-ketir. Masih dengan mengulum senyum, suara penolakan dari istrinya malah seakan menjadi obat aphrosidiak yang semakin memacu hasrat dan keinginan manusia purba laki-laki itu.


Tidak diduga.., tangan kanan Andreas Jonathan ditempelkan di dinding private jet, dan tangan itu menekan sebuah tombol yang ada pada sisi tangannya.


"Srettt.... klek.." di luar dugaan, tiba-tiba tirai dari fiberglass turun ke bawah. Ruangan pesawat yang semula tidak ada batasan itu, saat ini menjadi terdekat. Pasangan suami istri itu saat ini seperti berada di dalam private room.


"Kak Andre.. apa-apaan ini..?" dengan suara terkejut, gadis itu bertanya pada suaminya.


Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir laki-laki itu, namun Andreas Jonathan menjawabnya dengan tindakan mesum terhadap istrinya. Tidak ada kemampuan dan keberanian dari Cassandra untuk menolak perbuatan suaminya. Dengan beringas, Cassandra malah terpancing dengan aksi suaminya yang langsung kembali memberi ciuman panas.


********


"Excuse me tuan muda... mobil untuk menuju ke hotel transit sudah siap di bawah tuan muda. Kapanpun kami akan siap untuk segera mengantarkan tuan muda dan keluarga." seorang pengawal dengan ditemani pramugari membuka laporan pada Andrew Jonathan.


"Ajak dan bawa suster Rosanna untuk segera membawa putraku untuk masuk ke dalam mobil. Aku masih harus menunggu istriku beberapa saat lagi. Namun... jika tidak bangun-bangun maka aku akan membawanya dengan kedua tanganku ke dalam mobil." laki-laki itu menjawab pertanyaan pengawal itu.


"Baik tuan muda... kami akan menunggu tuan muda di bawah.." laki-laki itu memundurkan tubuhnya ke belakang, kemudian melihat suster Rosanna yang sudah membuka matanya.


Laki-laki itu terlihat sedang menyampaikan apa yang diucapkan Andreas Jonathan pada perempuan muda itu. Tidak lama kemudian terlihat suster Rosanna berdiri, kemudian mengangkat tubuh Altezza dengan dibantu oleh pengawal tersebut.


"Honey..., apakah mau melanjutkan tidur atau mau turun sendiri ke bawah.." dengan suara pelan, Andreas Jonathan membangunkan istrinya.


Perlahan mata Cassandra terbuka, dan kembali kedua mata itu saling bertatapan. Gadis itu seperti belum bisa kembali menguasai dirinya, dan terlihat dengan sabar Andreas Jonathan menunggunya beberapa saat.


"Apakah kita sudah sampai di bandara Frankfurt kak ." dengan suara serak khas bangun tidur, Cassandra bertanya pada suaminya.


"Benar honey... aku akan menunggumu jika honey masih akan melanjutkan tidur. Tapi jika tidak mampu berdiri, aku akan membawamu dengan menggendong di dadaku." sambil tersenyum, laki-laki itu dengan sabar menanggapi pertanyaan istrinya.


"Tidak perlu kak, Sandra berjalan sendiri saja..." gadis itu mencoba beranjak dari posisi berbaring. Andreas Jonathan mengulurkan tangan untuk membantu istrinya berdiri.


Setelah berdiri Cassandra melakukan peregangan otot sesaat, dan Andreas Jonathan masih dengan sabar menunggunya. Merasa otot-ototnya sudah lemas, dengan dipegangi suaminya dari belakang, gadis itu perlahan berjalan menuju pintu keluar.


"Selamat pagi tuan muda.., nona muda..." pramugari dan kapten pilot serta co-pilot memberikan ucapan pada pasangan suami istri itu.


Pasangan suami-istri itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepala membalas sapaan itu. Dengan hati-hati, Andreas Jonathan memegangi tangan Cassandra ketika mereka menuruni tangga pesawat. Di depan mereka sudah menunggu satu buah mobil SUV mewah untuk membawa mereka menuju hotel untuk melakukan transit.


"Selamat pagi tuan muda, nona muda silakan masuk ke dalam mobil. Kami akan siap mengantarkan ke hotel untuk menginap hari ini."


"Ya... apakah putraku sudah berada di dalam?" suara bariton Andreas Jonathan terdengar menjawab sapaan itu.


"Sudah tuan muda, tinggal kami menunggu tuan dan nona muda saja. Untuk bagasi sudah ada sendiri pengawal yang akan mengurusnya."


"Bagus.." Laki-laki itu kemudian membantu istrinya masuk ke dalam mobil. Tidak lama kemudian, laki-laki itu segera mengikutinya masuk ke dalam.


*******