CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 119 Pencarian



Raffles International Hotel


Pagi hari Andreas Jonathan mengajak Cassandra untuk melakukan breakfast di  restaurant hotel. CEO PT. Indotrex. Tbk itu mengajak Cassandra menuju ke La Dame de Pic.. restaurant yang ada  di dalam kawasan hotel. Sambil mendorong stroller tempat Altezz tertidur, laki-laki muda itu merengkuh bahu istrinya. Keduanya segera melewati bagian interior hotel yang megah dan elegance, dan melewati pinggir kolam renang menuju ke tempat yang sudah menunggu Alexander disana.


"Kita join meja yang sudah diambil Alex saja ya honey.. sekalian kita minta anak itu untuk jaga Altezz sebentar." Andreas Jonathan memberi tahu istrinya. Cassandra yang memang baru pertama kali masuk dan menginap di hotel seemgah itu, hanya mengikuti suaminya saja, takut untuk mengambil inisiatif sendiri.


"Hmm.. sudah bangun rupanya tuan muda dan non Sandra.." dengan nada sarkasme, Alexander menyindir


Andreas Jonathan tidak menjawab, hanya tersenyum kemudian membantu istrinya duduk dengan menarikkan kursi untuknya. Tidak lama kemudian, laki-laki muda itu duduk. terlihat pelayan hotel menghampiri dan menawarkan makanan untuk mereka.


"Bagaimana rencana hari ini Alex.. apakah sudah kamu aturkan untukku?" sambil minum air mineral di depannya, Andreas Jonathan bertanya pada Alexander.


Tidak lama, pelayan tampak menyajikan makanan ke depan meja mereka. Sebelum mengambil makanan, Cassandra melihat ke arah Altezza dan melihat anaknya masih tertidur, perempuan muda itu kemudian mulai menikmati makanan. Andreas Jonathan melihat istrinya tampak tersenyum, ada perasaan hangat melihat istri dan putranya selalu menemaninya kemana-mana.


"Jika tuan muda tidak ada agenda lain, hari ini kita akan mendatangi ke apartemen Citadines Raffles Place Singapore. Berdasarkan penelusuran, nyonya pernah tinggal di tempat itu. Semoga ada kabar baik yang masih bisa kita dapatkan disana," Alexander segera membuat pengaturan. Andreas Jonathan memang tidak mau membuat kaget mamanya, jika memang perempuan paruh baya itu masih bisa ditemukan, Sehingga laki-laki itu memutuskan untuk mencari penelusuran sendiri tentang keberadaan mamanya.


"Aku akan mengikuti pengaturanmu.., jangan kerahkan pengawal terlalu banyak, karena aku tidak mau menjadi tontonan banyak orang.. Gunakan seperlunya saja, jika perlu hubungi Singapore Police Force untuk back up pengamanan kita." Andreas Jonathan menambahkan pengaturan,


"Siap tuan muda.. semua sudah kita atur. Singapore Police Force sudah siap untuk memberikan pengawalan dan pengamanan. Bahkan sudah sejak tadi, sudah dipastikan beberapa petugas sudah melakukan penjagaan di sana." Alexander melaporkan.


"Honey.. banyak makanan bergizi.. kita akan mulai pencarian mama. Jangan lupakan Altezz, agar putra kita tidak rewel dan mengganggu perjalanan nantinya.." Andreas Jonathan bertanya pada istrinya, sambil menyuapkan potongan salmon ke mulut perempuan itu.


"Tidak masalah kak... ALtezz juga dalam stamina yang baik. Kita akan mencari keberadaan mama.. ALtezz dan Sandra akan selalu membersamai kak Andre.." sambil mengunyah, Cassandra menatap ke wajah suaminya.


Andreas Jonathan tersenyum dan memberikan kecupan ke kening Cassandra, dan Alexander yang berada di depannya hanya bisa mengambil nafas dalam. Ketiga orang dewasa itu segera mempercepat makan pagi mereka, dan setelah melihat jarum jam di tangan mereka sudah berada di angka delapan lebih lima belas menit, Andreas Jonathan segera meletakkan garpu dan pisau di atas piring. Kemudian laki-laki itu kembali melihat ke arah istrinya, dan untungnya Cassandra juga sudah menyelesaikan makan paginya.


"Okay.. apakah ada yang mau honey ambil di kamar.., jika tidak. Kita akan langsung menuju apartemen yang disebutkan Alexander tadi.." melihat mereka sudah selesai, Andreas Jonathan segera mengajak istrinya bersiap.


Alexander tersenyum, laki-laki muda itu membatin jika tuan mudanya sangat beruntung bisa mendapatkan Cassandra, Bahkan jika dulu, tuan mudanya tidak lebih dulu memiliki gadis itu, sebenarnya Alexander juga memiliki ketertarikan pada Cassandra. Namun ternyata tuan mudanya jauh lebih cepat, dan tahu-tahu sudah memiliki anak dengan gadis itu. Alexander hanya tersenyum kecut.


*********


Dua mobil mewah meluncur meninggalkan Raffles International hotel, dan langsung menuju ke Citadines Raffles Place apartemen untuk mencari informasi tentang keadaan Nyonya Sheilla mama Andreas Jonathan. Hanya berbekal foto masa muda perempuan itu, Andreas Jonathan mencoba mencari peruntungan untuk bisa mendapatkan kabar tentang mamanya. Tidak lama kemudian, mobil yang membawa Andreas Jonathan dan Cassandra sudah berhenti di sebuah lobby apartemen.


Pengawal yang disiapkan Alexander segera membuka pintu mobil, ketika mobil mewah itu berhenti di depan lobby. Dua orang membungkukkan badan mereka, menyambut kedatangan tuan mudanya. Dengan hati-hati, Andreas Jonathan mengangkat Altezza yang sudah terbangun dengan tangannya. Kemudian perlahan mengulurkan tangan untuk membantu istrinya keluar dari dalam mobil. Sedangkan Alexander yang duduk disamping driver segera turun dari mobil.


"Silakan masuk tuan muda.. manajer yang mengelola apartemen ini sudah menunggu kedatangan tuan muda. Saat ini beliau sudah menunggu di ruang tamu apartemen.." dengan sopan, pengawal memandu jalannya Andreas Jonathan.


Andreas Jonathan melihat ke arah Alexander, dan laki-laki muda itu segera berjalan masuk ke dalam pintu lobby apartemen. Pasangan suami istri itu segera mengikuti ALexander masuk, kemudian terlihat petugas keamanan mengarahkan mereka untuk masuk ke dalam ruangan. Tidak lama kemudian, akhirnya mereka masuk ke sebuah ruang tamu, dengan dua pasang sofa yang ada di dalam ruang tamu tersebut.


"Welcome young master Andreas Jonathan and young madam Cassandra. We are very happy to have guests like you two." manajer apartemen dengan senang menyambut kedatangan Andreas Jonathan dan Cassandra.


"You're welcome." dengan cepat Cassandra membalas sapaan itu, karena melihat suaminya tidak menjawab hanya tersenyum.


Alexander kemudian menyampaikan maksud kedatangan mereka ke apartemen itu. Andreas Jonathan mengulurkan foto mamanya dan alamat yang tertulis di secarik kertas. Manajer apartemen berpikir sejenak, mencoba mengingat-ingat yang terjadi beberapa tahun lalu. Beberapa saat kemudian..


"Sepanjang yang saya tahu, kamar dalam apartemen yang dimiliki atas nama Nyonya Sheilla, sudah dijual sekitar enam tahun yang lalu oleh Tuan Smith. Jadi untuk informasi selanjutnya, mungkin tuan muda dan nona muda bisa menemui tuan Smith untuk menanyakan informasi keberadaan Nyonya Sheila." manajer apartemen menjelaskan.


Andreas Jonathan mengambil nafas dalam, berusaha mengendalikan rasa penasarannya. Dari sebelahnya, Cassandra mengangkat tangan kirinya, kemudian menggenggam tangan suaminya untuk memberi dukungan kepadanya. Perlahan laki-laki muda itu merasa hangat di sudut hatinya, dan Andreas Jonathan balik menggenggam erat tangan istrinya, Sentuhan kecil yang diberikan istrinya, ternyata menjadi seperti dukungan pada laki-laki muda itu.


********