CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 37 Songong



Setelah puas berbelanja, Nyonya besar Sandrina dan Jennifer masuk ke En Dining, salah satu restaurant mewah yang ada di mall tersebut. Baru saja masuk, tampak beberapa orang dengan mata berbinar mendekati Jennifer dan Nyonya Besar Sandrina. Mereka adalah para fans gadis itu, dan untuk menjaga image di hadapan calon mertua, Jennifer bersikap baik dan ramah, dalam memperlakukan para fans itu.


"Nona Jennifer.. apakah kami diijinkan untuk berfoto dengan nona . Kebetulan sekali kami bisa bertemu dengan artis idola kami.." tampak dua orang gadis dari kalangan atas, meminta foto pada Jennifer.


"Tante.. apakah tante mengijinkan untuk Jenni berfoto dengan mereka.." untuk mencari muka, dengan manja Jennifer bertanya pada Nyonya Besar Sandrina.


"Tentu saja boleh Jenni.. kamu harus bersikap baik dan tetap ramah dengan para fansmu. Tante sangat bangga dan mengapresiasi sikap sopanmu sayang.." perempuan paruh baya itu kemudian duduk di kursi, dan memberi waktu pada gadis itu untuk berfoto dengan para fansnya.


"Tante memang baik.. terima kasih tant.." Jennifer kemudian beberapa kali memasang gaya, dan berfoto dengan dua gadis itu.


Dalam hati, gadis itu merasa jijik berfoto dengan sembarangan orang. Jika tidak untuk mengambil hati mama Andreas Jonathan, gadis itu tidak akan mau melakukannya. Setelah kedua gadis itu selesai dan pergi meninggalkannya, dengan cepat Jennifer mengambil hand sanitizer dan membersihkan tangannya. Baru setelah merasa bersih, gadis itu mendatangi Nyonya Besar Sandrina di mejanya.


"Sudah selesai sayang.. ini tante pesan salmon steak sama beberapa appetizer dan dessert. Jika kamu tidak berselera, kamu bisa memilih menu yang lain sayang.." Nyonya Besar Sandrina menyodorkan menu book ke depan gadis itu. Jennifer melihat-lihat sebenar, kemudian memanggil waiters untuk melayaninya.


"Pineapple juice, pancake sirup maple ya.." Jennifer menambahkan satu menu, dan satu minuman untuk dirinya.


Nyonya Besar Sandrina tersenyum melihat pada gadis di depannya itu. Melihat penampilan dan sikap sopan yang ditunjukkan Jennifer ketika bersamanya, membuat hati perempuan paruh baya itu meleleh. Nyonya Besar Sandrina seperti terhipnotis dengan kebaikan gadis itu ketika berinteraksi dengan orang-orang. Tidak lama kemudian, makanan yang mereka pesan sudah disajikan oleh waiters.


"Selamat menikmati Nyonya.. nona.." dengan sopan, waiters mempersilakan dua wanita itu untuk menikmati menu makanan.


Tanpa menunggu, Jennifer mengambilkan beberapa menu, dan meletakkan di depan Nyonya Besar Sandrina. Sangat terlihat jika gadis itu ingin mengambil hati perempuan paruh baya itu. Baru setelah makanan mama Andreas Jonathan itu sudah lengkap, barulah gadis itu mengambil untuk dirinya sendiri.


"Jenni.. kamu tidak perlu khawatir sayang dengan sikap Andreas. Laki-laki itu memang dingin dan arogan sejak masih kecil, yah.. mungkin bentuk protes dari seringnya tante dan om Wijaya tinggalkan ketika masih kecil. Tapi.. yakinlah, lambat laun hati anak muda itu akan meleleh, jika kamu memperlakukannya dengan lembut." sambil mengunyah makanan, Nyonya Besar Sandrina membicarakan putranya pada Jennifer.


"Iya tante.. hanya saja akhir-akhir ini kak Andre memang terkesan menjaga jarak dari Jenni tante.. Beberapa kali, Jenni mencoba meminta penjelasan, dan terus mendekati kak Andre. Tetapi sikap kak Andre malah seperti itu, dingin dan terkadang terkesan kasar pada Jenni." tanpa malu, gadis itu mengadukan sikap yang ditunjukkan Andreas Jonathan kepadanya.


"Benarkah Jenni.. sampai sebegitunya sikap putra tante kepadamu. Tenanglah Jenni.. tante akan berada di belakangmu, akan selalu membantumu.." Nyonya Besar Sandrina menghentikan makannya sebentar. Perempuan paruh baya itu menatap Jennifer dengan tatapan prihatin.


Dalam hati Jennifer merasa senang dengan dukungan yang diberikan oleh perempuan di depannya itu. Dengan ketegasan Nyonya Besar Sandrina, gadis itu yakin jika Andreas Jonathan akan tunduk kepadanya. Tetapi ketika gadis itu teringat keberadaan Cassandra yang sering mengacaukan hubungannya akhir-akhir ini dengan Andreas, muka Jennifer menjadi sedikit muram.


"Apa katamu Jenni.. tenanglah. Tante akan berbicara dengan Andreas segera setelah kita kembali ke rumah. Anak itu memang perlu sekali-sekali diberi pelajaran." mendapat pengaduan itu, Nyonya Besar Sandrina menjadi terhasut.


Jennifer tersenyum dalam hati, dan ingin segera mengetahui bagaimana respon yang akan ditunjukkan oleh sekretaris laki-laki yang dicintainya itu.


*******


PT. Indotrex. Tbk


Cassandra turun ke lantai dua, tempat ruang kesehatan berada seperti yang dijanjikannya pada Jarwo tadi pagi. Gadis itu ingin melihat keadaan yang dialami Samsul, karena sama dengannya anak muda itu juga berasal dari Jawa Tengah. Samsul memutuskan untuk merantau di Jakarta, dan lewat agen penyedia jasa security, akhirnya ditempatkan di perusahaan tersebut,


"Wah ada nona besar nih.. mau kemana Non Sandra.." tidak diduga, ternyata Cassandra berpapasan dengan MIss Cathy. Melihat perempuan yang sudah matang usianya itu, Cassandra tersenyum dan mengangguk sopan.


"Mau ke ruang kesehatan Miss.., kata Jarwo tadi Samsul security lobby baru sakit. Dan saat ini sedang diminta beristirahat di ruang kesehatan.." sahut gadis itu,


"Hmm.. kurang kerjaan sekali kamu. Samsul itu kan pegawai out sorcing, biarlah jadi urusan vendornya. Bukan urusan kita.." dengan ketus, Miss Cathy menanggapi perkataan Cassandra.


"Tidak bisa begitu juga dong Miss.. bagaimanapun Samsul juga menjadi bagian dari kita meskipun dia karyawan outsourcing. Mau karyawan tetap, Karyawan honorer, ataupun out sourcing, begitu sudah masuk ke PT. Indotrex. Tbk, tugas perusahaan donk untuk memperhatikan mereka. Saya tidak setuju dengan ucapan Miss Cathy.." merasa jika Miss Cathy tidak berlaku adil dalam memperlakukan karyawan, Cassandra mendebat perkataan perempuan itu.


"Terus apa maumu Sandra.. mau menjadi dewi penolong, tidak setuju dengan perkataanku, itu adalah hakmu. Jangan mentang-mentang, saat ini kamu menjadi orang terdekan CEO dan wakil CEO ya, kamu menjadi songong seperti ini.." tidak diduga, Miss Cathy malah menjadi tidak berkenan.


"Songong.., siapa yang songong Miss.. Tapi sudahlah, wasting time berdebat dengan orang seperti Miss.." dengan jengkel, tapi mengingat jam istirahat sudah akan berakhir, Cassandra bergegas meninggalkan Miss Cathy sendiri.


Dari belakang, dengan jengkel HRD Manager itu menatap Cassandra dengan perasaan marah. Namun.. Cassandra tidak mengabaikannya, gadis itu segera memasuki ruang kesehatan. Tampak Samsul berbaring lemas, dan di sampingnya terlihat dokter perusahaan sedang memeriksa laki-laki itu. Cassandra segera mendatangi ranjang tempat Samsul beristirahat.


*********