CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 151 Kedatangan Besan



Nyonya Dhini tidak percaya melihat kedatangan putri dan menantunya, yang sekaligus membawa cucunya ke rumah. Perempuan paruh baya itu memeluk tubuh Cassandra yang sudah sangat lama dirindukan untuk bertemu dengannya. Beberapa saat perempuan paruh baya itu melepaskan Cassandra, dan Andreas Jonathan juga memeluk tubuh mama mertuanya itu. Terlihat Armand mengantarkan Altezz dan menyerahkan pada mamanya..


"Mama.. ada Altezza..." nyonya Dhini meraih cucunya dari gendongan Armand, dan beberapa kali perempuan paruh baya itu menciumi pipi cucunya.


"Altezz sudah bertambah besar dan terawat Om Armand.. giginya juga sudah mulai tumbuh. Oma sangat senang melihatnya cucuku.." perempuan paruh baya itu terus menimang-nimang, Altezza dan anak kecil itu hanya melihat ke arah neneknya sambil kebingungan,


"Mama.. kita ke depan yuk, di ruang tamu ada yang akan bertemu mama.." sudah terlalu lama membiarkan papa, dan mama mertuanya menunggu, Cassandra mengajak mama dan adiknya menuju ke ruang tamu. Andreas Jonathan mengambil alih putranya, namun ternyata ditolak oleh mamanya Cassandra.


Sesampainya di ruang tamu, pandangan Nyonya Dhini beradu pandang dengan tuan Wijaya dan nyonya Sheilla. Karena belum pernah berjumpa dengan nyonya Sheilla, nyonya Dhini hanya menganggukkan kepala memberi salam kepada mamanya Andreas Jonathan,


"Nyonya Dhini.. ini juga keluarga besan. Kenalkan, perempuan ini namanya Sheilla, mama kandung dari putraku Andreas Jonathan, yang baru beberapa waktu lalu kita jemput dari SIngapura. Sheilla.. beri salam pada keluarga besan kita, Nyonya Dhini.." tidak diduga, seperti pasangan suami istri, tuan Wijaya mengarahkan Nyonya Sheilla untuk mengenalkan dirinya. Kedua perempuan paruh baya itu kemudian saling berjabat tangan, dan menyentuhkan kedua pipi mereka.


Cassandra tersenyum melihat kerukunan keluarganya, begitu juga dengan Andreas Jonathan. Ada harapan yang tersimpan dalam batin laki-laki muda itu, ingin melihat kedua orang tuanya bersatu lagi. Meskipun keduanya sudah lama terpisahkan karena penceraian, namun menurutnya semua terjadi karena kesalah pahaman, dan ada yang membuat mereka melakukan perpisahan itu.


"Kapan nyonya Sheilla datang ke Yogyakarta, dan kenapa tidak kasih kabar sebelumnya. Kami tidak ada persiapan untuk menerima tamu keluarga besar.." melihat kedatangan besannya, Nyonya Dhini menjadi bingung dan serba salah. Untungnya Armand segera tanggap, anak kecil itu berlari keluar untuk memanggil tetangga yang biasa diminta mamanya untuk bantu-bantu di rumah.


"Mama tidak perlu banyak berpikir, kami semua sudah makan barusan di hotel. Untuk makan siang, gampang ma.. ada Abhaya Giri, Suwatu, ayam goreng Suharti yang siap menyediakan makan siang untuk kita.." melihat kebingungan mamanya, Cassandra segera menenangkan perempuan paruh baya itu.


"Iya mama tetap duduk disini saja untuk mengobrol dengan kami.." Andreas Jonathan memberi isyarat pada suster pengasuh untuk membukakan sebagian dari barang-barang yang tadi mereka bawa.


Dengan dibantu pengawal, Suster Rossanma membuka paper bag, kemudian membawa beberapa makanan dan minuman ke atas meja. Jadilah, meja yang semula kosong, kali ini sudah penuh terisi dengan makanan dan minuman. Nyonya Dhini tersenyum malu melihat semua itu.


"Baru kali ini.., masak tamu membawa suguhan makanan dan minuman sendiri..:" ucap Nyonya Dhini.


"Tidak masalah mama.. kita ini bukan tamu. Andre dan Sandra pulang ke rumah untuk menjenguk mama, dan mengenalkan Altezz tentang rumah omanya.." Andreas Jonathan menanggapi perkataan mama mertuanya.


Akhirnya orang-orang itu berbincang dan bersenda gurau. Nyonya Sheilla dan tuan Wijaya tanpa sadar mereka terlibat kebersamaan ketika berbincang dengan Nyonya Dhini. Bahkan tidak terlihat sedikitpun jika mereka berdua sedang terlibat dalam sebuah masalah pertengkaran. Melihat mama kandung dan mama mertuanya asyik terlibat dalam pembicaraan,. Andreas Jonathan mengambil Altezz, dan mengajak istrinya untuk keluar ke halaman rumah.


*******


Siang Harinya


"Apakah sudah dilakukan reservasi kak..?" Cassandra bertanya pada suaminya.


"Sudah.. barusan, Alex menelpon untuk memberi tahukan pada kita. Laki-laki itu dan Stevie baru saja datang, dan saat ini mereka sudah berada di restaurant tersebut." Andreas Jonathan menjawab pertanyaan istrinya.


"Baiklah.. Sandra akan memberi tahukan pada mama dan papa." akhirnya Cassandra menyanggupi untuk menyampaikan pada mama dan papanya. Namun perempuan muda itu masih menunggu, sampai pembicaraan antara mama kandung dan mama mertuanya itu bisa dijeda.


"Mama.. papa.. kita makan dulu saja yukk. Stevie dan kak Alex sudah menunggu kita di Abhaya Giri restaurant, kita tinggal menyusul mereka kesana." begitu kedua keluarga itu memiliki jeda dalam pembicaraan, Cassandra menyela pembicaraan mereka.


"Apa.. Abhaya Giri, dimanakah itu..?" Nyonya Sheilla yang baru kali ini mendengar nama restaurant, menanyakan pada menantunya. Sedangkan tuan Wijaya, karena pemilik restaurant itu seorang pengusaha dari Jakarta dan dia sendiri juga mengenalnya, tidak ada pertanyaan.


"Iya mam... sebuah restaurant yang ada di atas bukit Kalasan. Sangat indah sekali, kita bisa melihat kota Yogyakarta, juga gugusan pengunungan seribu dari atas restaurant tersebut. Biasanya orang-orang datang ke restairant itu ketika sore hari untuk melihat sunset sekalian. Atau mereka menginap di resort nya, sehingga mereka bisa melihat keindahan sunrise di pagi hari." Cassandra menjelaskan tentang Abhaya Giri pada mama mertuanya.


"Menarik sekali Sandra apa yang kamu ceritakan. Ayo kita segera menyusul Stevie dan Alex.." Nyonya Sheilla segera merespon ajakan menantunya.


"Mama dan Armand ganti baju dan bersiap dulu, kita akan menunggu." melihat mamanya yang masih mengenakan baju rumahan, Cassandra meminta mamanya untuk bersiap.


"Baik tunggu mama dan Armand sebentar ya.." nyonya Dhini segera menggandeng tangan Armand untuk mengajaknya segera berganti pakaian.


Ke empat orang dewasa itu segera keluar dari dalam rumah, dan terlihat Suster Rossana sedang mengajak Altezza bermain di bawah pohon mangga. Di sekitar rumah Nyonya Dhini, ternyata yang tadinya sepi, sekarang sudah ramai orang berkumpul. Kebiasaan yang sering terjadi di desa, orang-orang pada kepo jika melihat ada tamu jauh yang berkunjung di tetangga mereka.


"Sandra.. siapa mereka, apakah kamu mengenalnya..?" melihat menantunya menganggukkan kepala, menyapa pada orang-orang itu, Nyonya Sheilla bertanya pada menantunya.


"Beberapa Sandra mengenalnya ma.. hanya saja karena sudah terlalu lama, Sandra meninggalkan desa ini, sudah banyak yang lupa siapa namanya.." sambil tersenyum, Cassandra menjelaskan pada mama mertuanya.


Andreas Jonathan segera menggandeng istrinya, kemudian segera membawanya ke mobil yang sudah didinginkan suhunya oleh driver.


********