CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 51 Teman Lama



Seorang laki-laki muda tampak tersenyum, dan mengulurkan tangan pada Cassandra. Gadis itu membalas senyuman itu, dan juga mengulurkan tangannya untuk menerima uluran tangan laki-laki muda itu padanya.


"Cassandra.. syukurlah kita bisa berjumpa disini girl.. Bagaimana kabarmu.." ternyata laki-laki muda itu adalah teman Cassandra ketika di UGM, dan sering terlibat dalam project dan event bersama. Namun, laki-laki yang berasal dari Jakarta itu sangat beruntung karena terlahir dari keluarga kaya, sehingga begitu lulus, diminta orang tuanya untuk kembali ke Jakarta/


"Raditya.. kenapa ya, kita bisa jumpa di tempat ini. Duduk disini Dit.. kita perlu ngobrol banyak nih. Tapi ga pa pa kan, jika aku sambil menghabiskan dimsum ini. Habis aku laper Dit, dari lepas kerja langsung ke bandara, tidak sempat untuk isi perut terlebih dahulu." Cassandra meminta Raditya untuk duduk.


Dengan tetap tersenyum, Raditya duduk di depan gadis itu. Seperti bertemu lagi dengan sesuatu yang disukainya, tanpa berkedip Raditya mengamati gadis itu makan. Bahkan melihat nikmatnya Cassandra menelan dimsum, kemudian dilanjutkan dengan menyedot orange juice, air liurnya ikut mengalir. Jika dulu, ketika mereka masih menjadi mahasiswa, tidak masalah mereka saling berebut makanan, berbagi minuman dari satu sedotan bersama. Tetapi kali ini, ketika mereka sudah lama tidak berjumpa, mereka menjadi sungkan melakukan kebiasaan masa dulu.


"Lah.. ini malah kamu memandangiku Radit.. Gimana, mau apa. Kalau mau aku pesankan dimsum seperti punyaku.." tanpa menunggu jawaban dari Raditya, Cassandra sudah memberi isyarat pada penjual untuk menyiapkan satu porsi makanan lagi untuk temannya.


"Iya nih.. ngiler aku Sand.. melihat caramu makan. Aku pikir, setelah kamu tidak lagi menjadi mahasiswa, kebiasaanmu menikmati makanan sudah berubah, namun ternyata masih sama saja.." ucap Raditya sambil tetap mengamati gadis di depannya itu.


Tidak lama kemudian, makanan tambahan untuk Raditya, diantarkan oleh pelayan, dan Raditya langsung memakan dimsum tersebut tanpa bicara. Kedua anak muda itu tidak lagi terlibat dalam pembicaraan, masing-masing asyik dengan kegiatan mereka menikmati dinsum dan orange juice. Beberapa saat kemudian..


"Kamu jadi kerja di PT. Indotrex. Tbk, Sandr.. Aku mendapatkan informasi dari mas Mustafa, dari Divisi Kemahasiswaan dan Alumni. Ketika aku mengurus SKPI, mas Must menceritakan, jika kamu mengambil peluang penawaran dari perusahaan itu. Jika kamu ambil, aku acung empat jempol untukmu Sandra. Perusahaan itu bukan perusahaan sembarangan, dan selalu menjadi incaran orang-orang untuk masuk ke sana." tanpa diminta, Raditya mengapresiasi langkah cerdas Cassandra.


"Jika bukan karena papa melarangku, aku juga akan masuk melamar di perusahaan itu. Kebetulan aku memiliki saudara sepupu yang bekerja di perusahaan itu. Tapi yah sudahlah, untuk bakti pada papa dan mama, akhirnya aku terpaksa membantu papa di perusahaan keluarga. Kamu sangat beruntung Sandra.. bertahanlah disana, pasti kesuksesan akan mendatangimu." Raditya terus menceritakan kebaikan perusahaan tempat Cassandra bekerja.


"Benar Dit.. aki juga bersyukur kok. Ini aku ke Jogja, memang sengaja ambil hari OFF di perusahaan. Sangat sayang, jika aku harus meliburkan diri di hari kerja." dengan singkat, Cassandra menanggapi perkataan Raditya.


"Baguslah Sandr.., aku juga sedang off nih. Rencana, mau cari informasi survey pasar, kira-kira. produk perusahaan papa, bisa masuk tidak di kota itu. Karena bagaimanapun ya Sandr.. setiap sudut di kota kecil itu selalu menyimpan kenangan untukku." tiba-tiba Raditya melamun, dan senyum mengambang keluar dari bibirnya.


"Mmm.. ya pastilah. Setiap sudut jalanan, pernah kamu singgahi dengan Rebecca bukan. Dan bahkan mungkin.. mmm.. setiap hotel juga. Ha.. ha.. ha.." tanpa sadar Cassandra tertawa terbahak-bahak sendiri.


"Hush.. tapi benar juga sih. He.. he.. he.., tapi aku sudah putus sekarang Sandr.. sama Becca. Orang tua kami sama-sama tidak setuju, dan dia kembali ke Switzerland, ya udahlah, mendingan kita menempuh jalan kita masing-masing.." ucap laki-laki itu sambil tersenyum kecut.


***********


Cassandra lupa, jika YIA berada lumayan jauh dari kota Yogyakarta, Mamanya terakhir tinggal di Kalasan, wilayah paling timur dari propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari YIA., masih membutuhkan waktu satu jam lebih untuk sampai ke Kalasan. Tidak mau rempong memikirkan semua, begitu pesawat landing, Cassandra bermaksud untuk mencari taksi. Gadis itu lupa, jika tadi dia satu penerbangan dengan Raditya, hanya saja karena Business Class, Raditya duduk di kursi paling depan, sedangkan Cassandra duduk hampir di belakang.


"Sandra.. naik apa menuju kota..?" Cassandra kaget, gadis itu mengangkat wajahnya ke atas, dan di depannya sudah berdiri Raditya yang ternyata memang menunggunya.


"Belum kepikiran Dit.. mungkin antara kereta menuju stasiun Tugu, atau cari taksi saja. Aku tidak keburu kok, santai, karena juga masih harus cari hotel untuk menginap malam ini. Ga mungkin kan, malam-malam begini tanpa pemberi tahuan sebelumnya, aku langsung menuju ke rumah mama." Raditya tersenyum kecut, laki-laki itu tahu bagaimana hubungan gadis itu dengan mamanya. Karena semasa di UGM, keduanya termasuk teman dekat.


"Sudahlah.. ga usah pusing-pusing, kamu ikut denganku saja. Ga akan ada yang marah kan, jika aku membawamu.." tanpa menunggu persetujuan Cassandra, Raditya langsung menarik pergelangan tangan gadis itu kemudian membawanya ke pintu kedatangan.


Baru saja mereka akan berjalan beberapa langkah, untuk mencari mobil yang menjemput mereka, tiba-tiba punggung Raditya ditepuk seseorang dari belakang.


"Hey Rommy sudah lamakah kamu menungguku. Oh iya, kenalkan ini teman baikku, sejak kami masih kuliah, call her Sandra." Raditya melepaskan tangan Cassandra, kemudian memeluk laki-laki yang dipanggilnya dengan sebutan Rommy itu. Raditya kemudian mengenalkan Rommy pada Cassandra, tapi dengan sopan Rommy hanya membungkukkan badannya sedikit ke bawah.


"Ayo kita langsung ke mobil saja." Rommy membawa kedua orang itu menuju ke mobil Alphard yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berada. Tampak seorang driver membukakan pintu, agar mereka segera masuk ke dalam mobil.


"Masuk saja Sandr.. tidak perlu sungkan. Rommy ini masih saudara denganku, dari pihak mama. Kebetulan saja, dia pas berada di kota ini sudah satu minggu. Tidak ada salahnya bukan, jika aku memanfaatkan jasanya." melihat Cassandra yang terlihat ragu untuk masuk ke dalam mobil, Raditya meminta gadis itu untuk segera masuk ke dalam.


"Baik Dit.., makasih banget ya. Sudah sangat merepotkan. " sahut Cassandra, yang dengan segera masuk ke dalam mobil.


"Biasa saja kali, karena biasanya juga begitu bukan. Ha.. ha.. ha.." Raditya menanggapi sambil tertawa. Akhirnya tidak lama kemudian, mobil Alphard itu berjalan meninggalkan YIA.


***********