
Menjelang sore, seperti hari-hari biasanya suhu udara di Inter laken sangat dingin. Tidak ada yang berani berada di luar rumah tanpa mengenakan pakaian hangat. Itupun terkadang tidak cukup, orang-orang di luar harus segera berlari masuk ke dalam mobil, ataupun berlindung di dalam rumah untuk menyalakan heater. Sebagai wilayah kota di Swiss, Inter laken memang berada di wilayah yang cenderung dataran tinggi, sehingga salju sering turun di tempat itu, meskipun di tempat lainnya tidak ada salju.
"Ini jika di Indonesia.. kita pasti akan mengisinya dengan pesta barbeque ya kak Andre.. Jagung bakar, sosis bakar, atau ikan maupun daging bakar akan menjadi menu pilihan untuk menghangatkan suasana.." sambil bersandar di dada suaminya, Cassandra mengajak bicara pada Andreas Jonathan. Meskipun saat ini mereka sedang duduk di ruang tengah, dengan heater yang menyala untuk menghangatkan ruangan, namun Cassandra masih merasa dingin. Suaminya sejak tadi memeluknya dengan erat, dan di depan mereka ada Stevie yang juga meringkuk di pelukan Alexander.
"Jika honey mau.. sekarang juga aku akan memerintahkan para maid untuk melakukannya. Tetapi kita menunggu saja disini, agar semua masakan siap dan diantarkan ke tempat ini. Kita semua tinggal menikmati dan memakannya saja.." sambil memberikan kecupan di kening Cassandra, Andreas Jonathan menanggapi kata-kata istrinya.
"Tidak seru kak..., Sandra juga tidak mau melakukannya disini. Karena rasa dinginnya sangat luar biasa, sangat menusuk kulit. Berada di dalam selimut tebal, merupakan pilihan yang sangat menarik dan diinginkan oleh semua orang.." Cassandra langsung menolak.
"benar kak Sandra.. minum panas saja langsung dingin ya kak.., apalagi jika kita berdiri menunggu apa yang kita bakar menjadi matang. Lebih enak, ambil roti tawar, kasih selai kemudian masukkan oven. Sambil tiduran, roti bakarnya akan matang sendiri ya kak.." dari depan pasangan suami istri itu, Stevie ikut berbicara,
"Ini sejak tadi, obrolan sesama perempuan kok hanya sekitar makanan saja ya. Apa karena suhu udaranya sangat dingin, jadi yang terbayang hanya makanan. Kalau kami laki-laki pasti berbeda, yaitu membayangkan bagaimana memakan tubuh kalian.., dan bersembunyi di dalam selimut saja. Tidak melakukan aktivitas apapun.." tidak diduga, Alexander turut berbicara.
Andreas Jonathan menoleh ke arah Alexander, dan laki-laki itu tersenyum seakan mengiyakan perkataan asisten pribadinya itu. Tetapi kedua perempuan muda itu, menatap ke wajah Alexander dan seakan gemas ingin menganiayanya. Melihat hal itu...
"Alexander.., jika tatapan istriku sudah seperti ini, aku tidak jadi membelamu Alex.. Aku akan diam saja, tidak memberikan dukungan padamu.." tiba-tiba Andreas Jonathan langsung nyeletuk.
"Ha.. ha.. ha.., ampun sayang, kak Sandra.. just kidding okay.., aku hanya bercanda. Jangan hakimi aku.." sambil tertawa terbahak, Alexander minta pengampunan.
"Jika sudah tertekan, pelariannya hanya minta ampun, itu namanya cari selamat kak.. Sebagai hukuman, bagaimana jika kak Alex membuat sandwich panggang untuk kita makan malam, tetapi tidak diperbolehkan meminta bantuan maid untuk membuatnya. Bagaimana kak Sandra.. apakah setuju.." tiba-tiba Stevie membuat usulan untuk menghukum suaminya.
"Good idea Stevie.. kak Andre juga.. Karena di awal, kak Andre tadi juga mendukung kak Alex, dan hal itu tidak bisa dianulir. Untuk itu, kalian berdua harus ke pantry dan menyiapkan makan malam untuk kita berempat.." seperti sudah direncanakan dengan Stevie, Cassandra juga menyetujui usulan Stevie.
"Iya.. pasti untuk istriku tercinta, aku akan membuatkannya. Ayo Alex.. ikuti aku ke pantry.., kita harus berbagi tugas, kamu menyiapkan makanan, aku akan menyiapkan minuman untuk kita semua.." tidak diduga, Andreas Jonathan berdiri duluan, dan segera mengajak Alexander untuk mengikuti di belakang.
Dengan perasaan tertekan, dan tidak ada pembelaan, akhirnya Alexander mengikuti Andreas Jonathan, dengan diiringi suara tawa Stevie dan Cassandra.
*******
Maid segera mendatangi Andreas Jonathan dan Alexander yang sedang kebingungan di pantry. Dengan penuh ketakutan, karena merasa mereka telah melakukan kesalahan, para maid ingin mengambil alih apa yang dilakukan oleh tuan mudanya. Terutama Alexander, laki-laki muda itu membuka-buka lemari penyimpanan, bahan mentah untuk mencari butter, dan juga aneka selai.
"Tuan muda.. perintahkan saja pada kami, apa yang harus kami lakukan tuan muda. Tidak pakai lama, kami akan menyajikan menu pesanan dari tuan muda.." melihat dua anak muda itu kebingungan, maid berusaha mengambil alih apa yang dikerjakan oleh dua laki-laki itu.
"Jangan ganggu kami, siapkan saja roti gandum, butter, aneka selai.. sosis dan juga daging sapi di atas meja sini. Aku akan menyiapkan sendiri makanan untuk istriku malam ini.." Andreas Jonathan segera memerintah para maid itu untuk menyiapkan bahan mentahnya.
"Baik tuan muda, tunggu sebentar.." para maid itu kemudian segera berbagi tugas untuk memenuhi perintah dari tuan mudanya,
Tidak sampai sepuluh menit, apa yang diminta oleh dua laki-laki muda itu segera disiapkan di atas meja dapur. Dengan cekatan, dua laki-laki itu segera meracik bumbu, dan mereka berbagi tugas. Bumbu barbeque diracik dan disiapkan oleh Andreas Jonathan, sedangkan roti bakar, sosis bakar disiapkan oleh Alexander. Kedua anak muda itu dengan cekatan menyiapkan semua bahan beserta bumbunya. Para maid tidak berani beranjak dari tempat itu, mereka menunggu di luar pintu, berjaga-jaga jika dibutuhkan oleh tuan mudanya setiap saat.
"Kak Andre.. ternyata keahlianmu masih sama seperti dulu.. Ketika kita masih studi di Canada, kak Andre selalu membuat makanan dengan barbeque, meskipun sudah lama tidak melakukannya, ternyata masih lincah seperti dahulu.." melihat Andreas Jonathan sudah mulai membakar daging secara manual, untuk menjadikannya steak, Alexander dengan kagum memuji laki-laki itu.
"Istriku belum pernah melihatku masak Alex.. aku harus menyajikan menu spesial malam ini untuknya.." sahut Andreas Jonathan sambil tersenyum. Alexander mengacungkan dua ibu jari tangannya pada laki-laki muda itu.
Tanpa dua laki-laki muda itu tahu, karena harum aroma barbeque sampai ke ruang tengah, Stevie dan Cassandra ternyata mengintip mereka dari luar pintu pantry. Selain itu, keberadaan para maid sudah dibubarkan oleh dua perempuan muda itu, karena mereka ingin melihat keseriusan suaminya.
"Hemm.. ternyata kak Andre pintar memasak Stevie, baru kali ini aku melihatnya.." dengan tatapan kagum, Cassandra memuji suaminya.
"Iya kak, aku juga tidak menyangka. Jika kak Alex saja, beberapa kali aku melihatnya memasak untukku di Pant house Jakarta, tetapi jika kak Andre, baru kali ini juga Stevie melihatnya.." adik kandung Andreas Jonathan itu juga menatap kagum atas kepiawaian kakaknya.
"Dari bau harumnya, sepertinya makanan itu matang dengan sempurna. Kita harus kembali ke ruang tengah Stevie, kita pura-pura saja tidak melihatnya. Biar mereka menyajikan makanan itu untuk kita, dan kita tinggal menikmati saja.." Cassandra meraih tangan Stevie, dan mengajaknya untuk pergi dari tempat itu.
********