CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 288 Dukungan



Beberapa hari di pulau Bali, Herlambang akhirnya menyadari kesalahannya dengan Miss Cathy. Beberapa hari di pulau itu, tidak mendapat teguran, bahkan Miss Cathy sengaja menghindar jika bertemu dengannya membuat Herlambang menjadi merasa bersalah. Harapannya yang terlalu melambung tinggi, berharap untuk dapat merajut kedekatan kembali dengan Cassandra ternyata hanya impiannya belaka, Jangankan untuk mendekat dan berbicara dengannya, suami dari Cassandra yang juga merupakan tuan mudanya Andreas Jonathan, sedikitpun tidak memberikan celah untuknya mendekati perempuan muda itu. Akhirnya setelah dua malam berpikir, akhirnya Herlambang bisa menepis dan meminggirkan harapannya untuk kembali dekat dengan Cassandra.


"Cathy... beri aku waktu sedikit kali ini. Kita harus bicara Cathy..." terdengar suara herlambang mengajak Miss Cathy untuk berbicara. Padahal posisi perempuan muda itu sedang berbincang dengan rekan kerjanya yang lain. Miss Cathy melihat sebentar ke arah Herlambang, tetapi kemudian mengikuti anak muda itu.


Miss Cathy dan Herlambang berjalan berdampingan dalam diam, dan di sebuah meja dengan dua tempat duduk di salah satu sudut Hotel Bulgari akhirnya Herlambang mengajak perempuan muda itu untuk duduk.,


"Disini saja kita bicara Cathy..." Herlambang kemudian mengajak Miss Cathy duduk, dan perempuan muda itu tanpa suara mengikuti laki-laki muda it. Miss Cathy duduk di samping Herlambang, dengan dibatasi oleh meja kecil.


Beberapa saat pasangan anak muda itu diam, tidak ada yang memulai pembicaraan. Tampak jika Herlambang menyiapkan dirinya, untuk kembali mengajak perempuan muda itu berbaikan. Beberapa saat kemudian, terlihat Miss Cathy sudah mulai jenuh, dan perempuan muda itu berdiri.., namun tangan Herlambang segera mencekal pergelangan tangan Miss Cathy dan memintanya untuk duduk kembali.


"Duduklah kembali Cathy.., maafkan aku karena aku butuh beberapa saat untuk menata hatiku. Cathy... setelah beberapa hari aku berpikir, aku tidak bisa kehilanganmu Cathy... Maafkan aku, karena sudah gelap mata dan terlalu kekanak-kanakan sehingga tidak menyadari betapa besarnya kamu memberikanku perhatian. Kembalilah padaku Cathy... jangan biarkan aku seperti ini.." dengan mata penuh pengharapan, Herlambang meminta Cathy untuk kembali padanya.


Miss Cathy terkejut dengan kata-kata yang diucap dari laki-laki yang sedang menatapnya itu. Tetapi sebagai perempuan, yang dia juga punya posisi di perusahaan, saat ini dia membutuhkan kepastian. Perempuan muda itu sudah merasa lelah, hanya selalu menjadi nomor dua dari laki-laki itu. Perlahan Miss Cathy mengambil nafas panjang, kemudian...


"Maaf Herlambang... sebagai seorang perempuan dengan usia matang sepertiku, bukan saatnya lagi untuk bermain-main seperti anak SMP yang baru kenal dengan cinta monyet. Kata cinta tidaklah lagi penting untukku, tetapi jika ada seorang laki-laki yang berani memberikanku kepastian saat ini, siapapun dia aku akan menerimanya, Karena aku sudah terlalu bosan dengan omongan manis, dan hanya janji palsu belaka," dengan tegas, akhirnya Miss Cathy bersuara.


Herlambang terkejut dengan ketegasan gadis di sampingnya itu, namun terlihat ada keseriusan dalam tatapan mata Miss Cathy.


"Aku tidak akan mempermainkanmu Cathy... jika memang itu kehendakmu, apa yang harus kamu lakukan agar kamu bisa menerimaku kembali.." akhirnya setelah berpikir sejenak, Herlambang kembali bertanya. Ada rasa ketakutan jika sampai perempuan di sampingnya itu benar-benar meninggalkannya.


"beri aku kepastian Herlambang, jika perlu mumpung perempuan yang selalu kamu rindukan juga ada di pulau ini, kita menikah secepatnya di pulau Bali. Ketika malam penutupan gathering ini, kamu bisa mengundang penghulu untuk menikahkan kita. Jika kamu bisa melakukan itu, maka aku akan kembali kepadamu. Namun jika tidak, mohon maaf.. aku tidak bisa bersamamu di Pulau Bali ini sampai acara berakhir. besok aku akan ke bandara I Gusti Ngurah Rai, dan akan melakukan perjalanan balik ke kota Jakarta." seperti mendapatkan kesempatan, Miss Cathy segera menodong laki-laki itu.


"Baiklah Cathy... jika itu keinginanmu, tunggulah sampai besok sore. Bertahanlah dulu untuk satu hari di pulau ini, aku akan mencoba untuk melakukan apa yang kamu inginkan. Hanya kamu Cathy, perempuan yang bisa menerima dan memahamiku, tidak ada yang lain..." akhirnya Herlambang kembali meminta janji pada Miss Cathy. Perempuan muda itu diam saja, tidak ada gejolak riak apapun dalam pandangannya.


"Okay.. aku akan mempertimbangkan keputusanmu Herlam.. sudah malam, dan sudah saatnya kita untuk beristirahat." merasa sudah ada tiga puluh menit, mereka berdua berbincang, akhirnya Miss Cathy minta untuk kembali.


**********


Herlambang menemui Alexander, meminta waktu pada laki-laki itu untuk memberinya waktu untuk bicara. Di sudut restaurant, ketika mereka sudah menyelesaikan sarapan pagi, akhirnya Alexander bersedia menemui Herlambang. Tidak ada orang lain yang berani mengganggu pembicaraan dua laki-laki itu...


"Apakah yang kamu ucapkan padaku tadi benar-benar yang menjadi keinginanmu Herlambang. Jangan pernah berani-berani untuk mempermainkan seorang perempuan, karena seorang perempuan yang betul-betul menyayangi kita, mereka akan benar-benar memperhatikan dan mengikuti setiap detail dari kita. Namun.. begitu dia terluka, maka dunia akan bisa menjadi hancur dan musnah." terdengar ALexander memberi nasehat laki-laki itu.


"Benar tuan Alex.., saya sudah benar-benar memikirkannya, dan minta untuk disediakan waktu nanti malam. Sudah saatnya saya memberikan kepastian pada Miss Cathy." ucap Herlambang lirih.


Alexander kembali menatap ke wajah Herlambang, dan...


"Jika tuan Alexander mengijinkannya, saya akan segera mengurusnya pagi ini. Kebetulan saya memiliki teman di daerah Jembrana, yang akan membantu menguruskan semuanya. Jika tuan ALexander okay, dan mengijinkan jika acara nanti malam sebagian akan kami gunakan, maka kami aka mengokaykan dan mewujudkan keinginan kami berdua.." lanjut Herlambang,


Alexander terdiam, dan otak laki-laki muda itu berpikir, bagaimana kakak iparnya tuan muda Andreas Jonathan masih sering posesif pada istrinya Cassandra, dan merasa jealous dengan laki-laki yang saat ini duduk di depannya itu. Namun... jika kakak iparnya tahu jika Herlambang sudah melakukan pernikahan, mungkin bisa mengurangi rasa jealous dan posesif pada istrinya. Akhirnya...


"Hemm... baiklah Herlam. Untuk suatu tujuan mulia, tidak mungkin aku akan melarangmu untuk menikah. Lakukan, dan persiapkan semuanya dengan baik dan sempurna. Karena acara di hotel Bulgari, dan kamu juga harus memperhatikan bagaimana image PT. Indotrex. Tbk di wajah masyarakat dan collega, jangan permalukan perusahaan. Jika perlu hubungan divisi Finance untuk mendukung pesta nanti malam, untuk coretan keuangan, bisa dibicarakan di belakang." akhirnya setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Alexander memberikan angin segar,


"Terima kasih tuan Alex.., saya tidak berpikir jika segalanya akan terlalu mudah untuk saya lalui. terima kasih untuk dukungan penuhnya..." pelupuk mata Herlambang berlinang, tidak menyangka akan mendapatkan dukungan seperti itu dari atasannya.


"Sudah.. hapus air matamu, aku tidak mau orang lain melihat jika aku sudah mengintimidasimu. Segera urus semuanya, aku akan kembali ke kamar." akhirnya ALexander segera berdiri dan berjalan meninggalkan Herlambang sendiri di kursinya.


**********