CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 77 Kegagalan



Sambil mencelupkan gabin ke dalam teh panas, Cassandra menyetel televisi. Ternyata acara yang ditayangkan adalah talk show dengan host Kick Andy. Betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat bintang tamu yang mendapatkan kesempatan untuk diwawancarai host tersebut. Tampak Andreas Jonathan dengan wajah arogan dan sombong, didampingi Alexander duduk di sofa tanpa senyum sedikitpun di bibirnya.


Jantung Cassandra tiba-tiba merasa berdebar, sudah lama gadis itu tidak beradu wajah dengan CEO perusahaan tempatnya bekerja. Wajah yang selalu terkesan sombong itu, tampak terlihat semakin kurus dan tampak seperti tidak terurus.. Tanpa disadari, air mata meleleh di pipi gadis muda itu, teringat kembali kejadian malam naas yang menjadikannya dalam kondisi seperti sekarang ini.


"Tuan muda.. apakah tuan muda sadar apa yang sudah tuan muda lakukan pada saya, di malam jahanam itu..?" Cassandra bertanya pada layar televisi yang ada di depannya.


"Mungkin memang tidak ada artinya orang rendahan seperti saya, yang dengan mudahnya tuan muda permainkan seperti ini. Atau jangan-jangan tuan muda lupa apa yang sudah tuan muda lakukan pada saya, dan menganggap tidak akan memunculkan masalah seperti ini.." gadis muda itu terus berbicara pada layar televisi. Air mata mengalir keluar tidak terkendali, dan obrolan dalam acara talk show itu sama sekali tidak didengarnya,


Beberapa saat acara talk show terus mengalir, dan meskipun Kick Andi membawakan acara dengan penuh keramahan, namun tidak muncul senyum dari bibir laki-laki dingin itu. Alexander yang mendampingi Andreas Jonathan berkali-kali membenarkan dan menambahkan statement yang disampaikan tuan mudanya. Anak muda itu khawatir jika statement tersebut membentuk opini publik.


"Tuan muda Andreas Jonathan, sebelum acara diskusi ini saya akhiri. Ada satu pertanyaan, yang saya yakin bukan hanya saya saja yang merasa kepo, namun juga semua netizen di manapun, terutama kaum perempuan. Saat ini Tuan muda Andreas Jonathan sudah menduduki sebagai Most Wanted, laki-laki yang paling diinginkan oleh kaum hawa, saya yakin siapapun akan berharap banyak, jika dihadapkan dengan tuan muda. Beberapa waktu lalu, bisa dibilang kehidupan tuan muda banyak dikelilingi oleh para perempuan cantik dari berbagai kalangan, Namun sudah satu tahunan lebih.., sekalipun tuan muda tidak terlihat membawa atau terkait dengan perempuan. Apakah dalam usia yang sudah matang ini, juga matang secara finansial, belum ada keinginan dari tuan muda untuk membangun sebuah mahligai perkawinan.." Alexander terkejut mendengar pertanyaan dari host itu.


Andreas Jonathan menengadahkan wajah dan dengan tampang cool, menatap ke wajah pembawa acara. Laki-laki itu mengambil nafas panjang, kemudian menghembuskan lagi secara perlahan,


"Tuan Andi.. yang perlu tuan ketahui, maupun semua pemirsa dimanapun berada. Saya tidak peduli dengan bagaimana persepsi orang tentang saya, karena hidup saya hanya saya sendiri yang akan menikmati. Terkait hubungan dengan seorang gadis, anda semua sudah tertipu dengan sudut pandang kalian. Saat ini saya sudah terikat hubungan dengan seorang gadis, sampai kapanpun saya akan menunggunya. Karena kesalah pahaman dan keteledoran, tanpa sadar saya sudah menyakiti dan menghancurkan gadis itu. Pada akhirnya, gadis itu pergi meninggalkan saya." dengan tegas, sambil menatap kamera dan terlihat jelas di layar televisi, Andreas Jonathan menyampaikan klarifikasi.


"Luar biasa.., dan sangat berani dilakukan oleh CEO PT. Indotrex, Tbk, yang mengakui hubungannya dengan seorang gadis. Para netizen perempuan dimanapun berada, hilangkan pikiran kalian untuk mendekati Tuan muda Andreas Jonathan, karena ada seorang gadis yang akan selalu ditunggunya kapanpun itu. Okay tuan muda.. acara talk show kita akhirnya berakhir, mungkin ada pesan yang ingin tuan muda sampaikan kepada para pemirsa," kembali Andi memberikan waktu untuk laki-laki muda itu.


"Dimanapun kamu berada, kembalilah.. I need you, aku sangat kehilanganmu. Maafkan atas kesalahanku di malam itu, karena aku juga tidak bisa mengendalikan diriku, semua karena ada sesuatu yang aku tidak bisa kendalikan. Come back to me please... honey.." dengan wajah merendah, Andreas Jonathan mengakhiri sesi wawancara.


Cassandra tersentak mendengar kata-kata yang terucap dari bibir laki-laki muda itu, gadis itu merasa jika perkataan itu ditujukan untuk dirinya. Namun.. kembali air mata mengalir deras dari kelopak matanya.


"Jangan berharap dan berpikir terlalu jauh Sandra.., laki-laki muda itu tidak berada dalam levelmu. Terlalu jauh dalam jangkauanmu..., tugasmu saat ini adalah membesarkan bayi dalam kandunganmu." Cassandra mencoba menenangkan kembali hatinya.


********


Andreas Jonathan dan Alexander masuk ke gudang yang digunakan untuk penyimpanan produk perusahaan yang akan dikirim kepada distributor. Di sudut gudang bagian atas, memang ada tempat untuk mengadakan meeting, dan sering digunakan untuk Alexander bertemu dengan orang -orang suruhan untuk mengerjakan project tertentu. Melihat kedatangan dua petinggi perusahaan, beberapa pengawal segera membukakan pintu dan mempersilakan mereka masuk.


Andreas Jonathan dan Alexander segera duduk di atas kursi, dan melihat ke arah depan. Terlihat ada dua orang bertubuh gempal, sedang duduk dan tidak berani mengangkat kepala mereka, sudah berada di dalam ruangan itu.


"Laporkan progress kerjaan yang terakhir aku perintahkan pada kalian.." dengan tegas, Alexander membuka pembicaraan.


"Baik tuan Alex.. Ijin bicara tuan muda, sebelumnya kami mohon maaf tuan muda. Tidak hanya kami hanya mendasarkan dari keterangan yang disampaikan oleh para pemilik, namun juga dari sample warga yang tinggal di kost an tersebut. Selain itu, rekaman CCTV juga berhasil kami hack, namun kami tidak menemukan tanda-tanda keberadaan nona Cassandra. Bahkan hanya sekedar melintas di area tersebutpun juga tidak kami dapatkan informasinya." dengan ketakutan, laki-laki bertubuh gempal itu melaporkan.


Wajah Andreas Jonathan terlihat gusar, laki-laki itu seperti tidak siap mendengar kegagalan.


"Fokuskan pada anak muda itu, yang menurut kalian bernama Herlambang. Apakah tidak ada sedikitpun pergerakan dari anak muda itu, untuk menuju ke sasaran." Alexander mengarahkan.


"Juga tidak ada tuan.. bahkan beberapa pengawal juga menyanggongi ke tempat kerja anak muda itu. Tetapi pergerakan tuan Herlambang juga masih wajar, ke tempat kerja, pulang, dan sekali-kali kongkow-kongkow dengan komunitasnya. Apakah memang, tidak ada keterkaitan antara tuan herlambang dengan nona Cassandra." laki-laki itu memberikan tanggapan.


Tiba-tiba Andreas Jonathan yang sejak tadi terlihat gusar, berdiri dan berjalan keluar meninggalkan ruangan. Alexander dengan bahasa isyarat menatap kedua laki-laki yang membuat laporan itu, kemudian mengikuti tuan mudanya.


"Siap tuan Alex.., kami akan mencoba cara lain untuk menemukan keberadaan nona Cassandra." dengan lirih, kedua pengawal itu membuat janji.


Alexander segera menuruni anak tangga, dan bergegas mengikuti langkah kaki Andreas Jonathan. Laki-laki itu terlihat tidak siap untuk menerima berita kegagalan.


*********