
Cassandra kembali masuk ke dalam kamarnya, tetapi perempuan muda itu berbelok menuju ke kamar yang digunakan Altezza untuk beristirahat. Meskipun tadi sudah bicara dengan suaminya, jika tidak masalah hanya berada sendiri di rumah itu. Namun ternyata setelah Andreas Jonathan pergi meninggalkannya, ada perasaan kehilangan dalam hati perempuan muda itu.
"Kret.." Cassandra mendorong pintu kamar Altezza, kemudian menutupnya kembali perlahan.
Melihat putranya Altezza tidur lelap, Cassandra tersenyum kemudian berjalan pelan menuju tempat tidur yang digunakan oleh Altezza berbaring. Senyuman terbit di bibir Cassandra melihat Altezza yang tidur terlelap, tangan perempuan muda itu mengusap pelan wajah putranya.
"Kita akan saling menjaga di kota ini putraku.., mommy akan selalu menemanimu. Begitupun juga dirimu Altezz, kamu akan selalu menemani dan menjaga mommy.." Cassandra berucap perlahan.
Terlihat Altezza bergerak, dan ternyata anak kecil itu merubah posisi tubuhnya menjadi miring ke kanan sambil memeluk guling. Cassandra tersenyum, kemudian merapikan selimut untuk menutupi tubuh putra kecilnya itu. Perlahan Cassandra mulai mendudukkan dirinya di sisi ranjang, tetapi kemudian merebahkan tubuhnya kemudian memeluk Altezza dari belakang.
"Aku akan tidur di tempat ini saja, sekalian menemani Altezza. Sudah lama aku membiarkan putraku ini tidur sendiri, karena sikap protective kak Andre.." Cassandra bergumam perlahan, kemudian tidak lama kemudian perempuan muda itu sudah memejamkan matanya.
********
PT. Indotrex. Tbk
Alexander baru saja mewakili Andreas Jonathan memimpin rapat perusahaan, Karena aktivitas besarnya pada beberapa hari ke depan, laki-laki muda itu atas persetujuan Andreas Jonathan membagi atau mendelegasikan wewenang kepada beberapa human resources yang bisa diandalkannya. Adanya pengawasan dan monitoring serta evaluasi internal yang secara rutin diimplementasikan, jadi posisi PT. Indotrex. Tbk sebenarnya aman, meskipun tidak diawasinya secara langsung. Secara periodik, Alexander maupun Andreas Jonathan bisa melakukan pengecekan secara berkala.
"Herlambang... apa yang akan kamu tanyakan, sebelum aku akhiri rapat koordinasi siang ini.? Yang lain segera menyambung pertanyaan dari saudara Herlambang." Alexander memberikan kesempatan pada herlambang untuk melakukan konfirmasi maupun pertanyaan.
"Baik tuan Alex.., Herlam hanya mau konfirmasi tentang penambahan machine pada tempat produksi di cabang Tangerang, apakah bisa langsung kita gunakan untuk melakukan kegiatan produksi mengingat produk baru yang sudah kita launching satu bulan terakhir, ternyata respon konsumen sangat bagus."
"Menyambung pernyataan dari saudara Herlambang, dari divisi produksi kami mengeluhkan tentang alokasi budget yang belum ada kenaikan tuan Alex. Padahal dari divisi Research and Development sudah menyerahkan sepenuhnya proses produksi produk baru, yang tadi sempat disampaikan oleh saudara Herlambang. Jadi.. beberapa pos anggaran, paling tidak untuk penambahan pembelian bahan baku bisa ditambahkan tuan.." dari divisi produksi menambahkan pertanyaan.
"Okay.. saya rasa cukup saudara Herlambang, dan saudara Anggoro dari divisi produksi. Mesin baru meskipun belum ada pengecekan ulang dari teknisi, bisa langsung digunakan saudara Herlam. Karena meskipun belum ada teknisi yang mengecek, bisa sekaligus untuk melihat penggunaan awal dari mesin tersebut. Jadi jika ada ketidak sesuaian bisa kita ajukan claim pada provider machine tersebut. Terkait dengan pertanyaan Saudara Anggoro, menjadi tugas penting dari divisi produksi untuk melakukan efisiensi biaya. Seperti sudah kita tahu semuanya. tidak semua produk yang dihasilkan oleh perusahaan memiliki omzet penjualan yang bagus. Disitu, saudara Anggoro bisa mengurangi penggunaan bahan baku yang akhirnya akan mengurangi jumlah output yang dihasilkan. Saya rasa sudah semuanya saya tanggapi, dan rapat koordinasi saya akhiri." merasa sudah memberikan tanggapan, Alexander menutup pertemuan rapat.
********
"Tuan Alex..., apakah saya bisa menyita waktu tuan Alex untuk beberapa saat saja. Ada sesuatu yang menggelitik dalam hati saya, sehingga memberanikan diri untuk bertanya pada tuan Alex.." Herlambang memanggil wakil CEO perusahaan.
Alexander berhenti, dan menatap ke arah wajah Herlambang yang tampak memiliki sesuatu yang ingin disampaikan, Laki-laki itu mengambil nafas dalam, dan setelah melihat jam tangan di pergelangan tangannya kemudian kembali menatap ke wajah laki-laki muda di depannya.
"Hmm... apa yang mau kamu tanyakan Herlambang. Aku hanya bisa memberimu waktu lima menit saja, karena aku ada sesuatu yang harus aku kerjakan segera dan mendesak." akhirnya Alexander menanggapi pembicaraan Alexander.
"Maaf tuan Alex.., saya hanya bertanya tentang keberadaan nona muda Cassandra. Tuan muda Andreas Jonathan sudah mengijinkan pada saya untuk bermain ke rumahnya, sekaligus saya mengenal putra nona muda yang sudah dilahirkan. Karena ketika nona muda hamil, sayalah yang memberinya bantuan dan kami pernah mengikrarkan untuk menjadi kakak adik angkat tuan Alex.." dengan tegas, tanpa ada rasa takut, Herlambang menyampaikan maksud perkataannya,
Alexander agak kaget, tetapi melihat keseriusan di wajah anak muda itu, akhirnya laki-laki itu hanya bisa menenangkan dirinya sendiri.
"Begini Herlambang, sebenarnya akan menjadi hal yang lancang jika aku memberi tahukan hal ini kepadamu. Tetapi mengingat jasa besarmu untuk kelahiran tuan kecil Altezza, dan ikut menyelamatkan serta merawat nona muda ketika baru ada miss communication dengan tuan muda, aku akan mengapresiasimu. tetapi begini Herlambang, nona muda dan Tuan kecil sudah beberapa hari sudah tidak ada di Jakarta. Aku tidak berbohong Herlam, karena ada sesuatu hal yang menurut pemikiran tuan muda untuk memastikan keamanan dan keselamatan dari nona muda, dan juga tuan kecil, maka untuk sementara tuan muda membawa keluarga kecilnya di luar negeri Herlambang." tanpa ada yang ditutupi, akhirnya Alexander menceritakan.
Wajah Herlambang menunjukkan raut keterkejutan, namun dengan cepat anakĀ muda itu menutupinya dengan bersikap tenang. Penampilan Herlambang menunjukkan sikap bisa bertahan dalam keadaan apapun.
"Kenapa se impulsive itu ya tuan muda menyelesaikan masalah, padahal saya ingin sekali mengunjungi nona muda dan tuan kecil. Jika boleh tahu, ada di negara mana tuan Alex.." dengan ekspresi kecewa yang tampak dalam raut wajahnya, Alexander berusaha mencari tahu lebih lanjut.
"Aku apresiasi perhatianmu pada keluarga tuan muda herlambang, tetapi tidak ada hak untukmu, sekecil apapun itu untuk menilai keputusan yang diambil oleh tuan muda. Kita ini orang luar Herlam, jangan pernah berusaha mencari tahu atau melakukan sesuatu yang nantinya akan merugikan dirimu sendiri. Kamu belum tahu, dan belum kenal seperti apa tuan muda itu sebenarnya. Jangan sampai kamu salah untuk memberi komentar tentang keluarganya.." suara dengan nada sarkasme yang diucapkan Alexander mengandung peringatan.
Herlambang agak kaget dengan respon Alexander, dan laki-laki itu hanya bisa menundukkan kepala.
********